Jumat, 04 November 2016

BERANTAKAN BUKANLAH HASIL, TAPI AWALAN..



 Masih ingatkah??? Beberapa waktu terakhir saya merasa hidup saya sangat berantakan..dengan kondisi lingkungan yang berantakan... dengan semua kefrustasian yang saya rasa... yaaa... hari itu saya sangat berantakan..

Awalnya saya berfikir, hidup ini menyakitkan..lelah, capek, menyerah, pasrah, semuanya seperti membayangi dibenak saya... yang saya tau saya hanya ingin lepas, yang saya tau saya hanya ingin udara... it’s not fair...

Sampai diakhir oktober, saya berjalan dengan seorang sahabat saya..
Selama perjalanan saya tidak banyak bercerita,  tidak banyak berekspresi, saya lebih memilih bertanya dan mendengar.. disana saya sadar, saya belum apa-apa dibanding dia... dia bercerita tentang betapa dia harus kuat, tentang betapa banyak cobaan, tentang apa-apa saja yang harus dia pikul..saya melihat matanya, sesekali dia masih sempat tersenyum, tak ada air mata, tapi dia katakan itu sangat menyesakkan..

Sebenarnya saya ingin menangis dihadapannya, tapi saya batalkan... dia telah berusaha sejauh ini untuk tegar, dan air mata saya akan menghancurkannya..
Darinya saya belajar banyak hal.. belajar untuk tidak terlihat menyedihkan...dia tak pernah berubah bahakan sejak awal saya mengenalnya..masih sesosok wanita yang ngasal, cuek, masa bodoh, namun dewasa dan keibuan...
Bersamanya saya tertawa lepas, iklas...

Sesampainya dirumah saya mengucapkan terimakasih padanya lewat sebaris pesan..
Dan kamu tau, dia tidak mengatakan iya... tapi dia bertanya “kamu kenapa??”
Hal yang membuat air mata saya tak terbendung lagi, hal yang membuat saya merasa dimengerti walau tak mengucapkan...
ya dia selalu tau saat saya merasa diposisi tersulit..dia selalu percaya saat saya mengucapkan tidak sanggup..bahkan dia mengerti saya tidak baik walau hanya saat saya mampu menghabiskan setiap makanan saya ..yaaa saya selalu makan banyak saat buruk..

Saat saya menceritakan semuanya, saya bercerita lebih dari sekedar menulis dan saat saya menjelasakan beberapa hal yang saya rasa sulit, dia tak menyuruh saya sabar..tapi dia menyuruh saya kuat..hal yang membuat saya sadar, ini belum berakhir, dan saya tak bisa lari... yang membuat saya berfikir “ dia saja bisa kuat, kenapa saya nggak???dia saja lebih sulit kenapa saya harus mengeluh??”
Jujur, ada perasaan lega, saat saya bisa sedikir berbagi..setidaknya membuat saya tidak merasa hidup sendiri..saya seperti menemukan saudara perempuan ...

Yaaa...
Semenjak hari itu saya mulai membenahi semuanya...semua kekacauan di hati saya... didiri saya, bahkan kamar saya yang penuh dengan benda yang berantakan... saya mulai kembali menata dari hal terkecil yang saya bisa... karna daya sadar
BERANTAKAN BUKAN LAH HASIL, TAPI BERANTAKAN AWAL DARI SEBUAH PEMBENAHAN...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar