Masih ingatkah??? Beberapa
waktu terakhir saya merasa hidup saya sangat berantakan..dengan kondisi
lingkungan yang berantakan... dengan semua kefrustasian yang saya rasa...
yaaa... hari itu saya sangat berantakan..
Awalnya saya berfikir, hidup ini menyakitkan..lelah, capek,
menyerah, pasrah, semuanya seperti membayangi dibenak saya... yang saya tau
saya hanya ingin lepas, yang saya tau saya hanya ingin udara... it’s not
fair...
Sampai diakhir oktober, saya berjalan dengan seorang sahabat
saya..
Selama perjalanan saya tidak banyak bercerita, tidak banyak berekspresi, saya lebih memilih
bertanya dan mendengar.. disana saya sadar, saya belum apa-apa dibanding dia...
dia bercerita tentang betapa dia harus kuat, tentang betapa banyak cobaan,
tentang apa-apa saja yang harus dia pikul..saya melihat matanya, sesekali dia
masih sempat tersenyum, tak ada air mata, tapi dia katakan itu sangat
menyesakkan..
Sebenarnya saya ingin menangis dihadapannya, tapi saya
batalkan... dia telah berusaha sejauh ini untuk tegar, dan air mata saya akan
menghancurkannya..
Darinya saya belajar banyak hal.. belajar untuk tidak
terlihat menyedihkan...dia tak pernah berubah bahakan sejak awal saya
mengenalnya..masih sesosok wanita yang ngasal, cuek, masa bodoh, namun dewasa
dan keibuan...
Bersamanya saya tertawa lepas, iklas...
Sesampainya dirumah saya mengucapkan terimakasih padanya
lewat sebaris pesan..
Dan kamu tau, dia tidak mengatakan iya... tapi dia bertanya “kamu
kenapa??”
Hal yang membuat air mata saya tak terbendung lagi, hal yang
membuat saya merasa dimengerti walau tak mengucapkan...
ya dia selalu tau saat saya merasa diposisi tersulit..dia
selalu percaya saat saya mengucapkan tidak sanggup..bahkan dia mengerti saya
tidak baik walau hanya saat saya mampu menghabiskan setiap makanan saya ..yaaa
saya selalu makan banyak saat buruk..
Saat saya menceritakan semuanya, saya bercerita lebih dari sekedar menulis dan saat saya menjelasakan beberapa
hal yang saya rasa sulit, dia tak menyuruh saya sabar..tapi dia menyuruh saya
kuat..hal yang membuat saya sadar, ini belum berakhir, dan saya tak bisa
lari... yang membuat saya berfikir “ dia saja bisa kuat, kenapa saya
nggak???dia saja lebih sulit kenapa saya harus mengeluh??”
Jujur, ada perasaan lega, saat saya bisa sedikir
berbagi..setidaknya membuat saya tidak merasa hidup sendiri..saya seperti
menemukan saudara perempuan ...
Yaaa...
Semenjak hari itu saya mulai membenahi semuanya...semua
kekacauan di hati saya... didiri saya, bahkan kamar saya yang penuh dengan
benda yang berantakan... saya mulai kembali menata dari hal terkecil yang saya
bisa... karna daya sadar
BERANTAKAN BUKAN LAH HASIL, TAPI BERANTAKAN AWAL DARI SEBUAH
PEMBENAHAN...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar