Kadang2 hati itu abstrak... nggak jelas, nggak karuan, nggak
beraturan... yayaya senyuman kecil pantas untuk sebuah hati... tapi bukan
berarti sesuatu yang abstrak itu nggak punya nilai, sesuatu yang abstrak itu
tidak indah, dan bukan berarti sesuatu yang abstrak itu tidak memiliki tujuan..
tidaaaak...!tidak seperti itu kawan...
Kadang sesuatu yang abstrak bernilai paling tinggi, abstrak
itu berseni, dan dalam abstrak memiliki tujuan, makna, dan mungkin pesan...sama
halnya, dengan benda abstrak lainnya, hatipun begitu... sering kali dia tak jelas,
sering kali dia tak karuan, dan tak beraturan... tapi itu lah seni.. seni
merasa, seni menikmati, seni untuk bertahan lebih kuat..dalam keabstrakannya
cinta hadir, dalam keabstrakannya luka menggores dan dalam keabstrakannya ada
syukur yang terus tumbuh..
Hati itu lembut sekali, hanya seperti segumpalan darah...
gampang sekali terombang ambing... hmmm, saya tidak tau apa ini berlaku bagi
kamu, kalian atau mereka... tapi saya merasa hati itu,( katakanlah) “melankolis”
sekali... tidak bisa sedikit saja disapa cinta, dia langsung merona, sedikit
saja digores luka dia membara... haaaah... oke... katakanlah hal tersebut berlaku bagi saya... (nggak usah ketawa)
Ntah ingin mendefinisikan seperti apa, tapi saya ingin
katakan, hati itu hebat sekali..seringkali menghidupkan kreatifitas, tapi tak
jarang mematikannya... tak jarang saat merasa tak karuan saya menulis panjang
lebar tanpa memiliki alur yang direncanakan, tak jarang saat jatuh cinta saya
mengungkapkan kata2 tak terduga, dan sering sekali saat merasakan keduanya saya
tidak mampu menuliskan apa2..
Kamu tau, beberapa kali saya nyaris merasakannya.. iya hanya
nyaris... nyaris sekali.. hanya saja Tuhan mungkin belum mengizinkan saya untuk
jatuh terjerumus seutuhnya..katakanlah (mungkin) perasaan itu cinta.. dan saat
saya kehilangannya, sesering itu saya merasakan kreatifitas yang mati suri..
tidak mengatakan apa2, tidak menceritakan apa2, diam saja...
Dan hari ini, ntah dengan cara yang disebut apa, ntah dengan
tangan yang dari mana, saya merasakan sesuatu yang merona dihati saya... merona
tanpa sapaam cinta...hmmm saya tak dapat pastikan perasaan ini apa, saya tak
dapat definisikan perasaan ini untuk siapa..hanya saja saya hanya ingin
menyimpan ronanya dalam rasa penuh syukur, yang membuat saya merasa masih layak
hidup, masih harus terus melangkah...
Anggap saja ini bagian dari pembentukan keabstrakan yang dinamis...
Anggap saja ini sebuah sapaan Tuhan untuk berbahagia...