Rabu, 16 Desember 2015

MENGGENAPKAN ANGKA GANDA (22)



Terdiam, merenung dan perlahan fikiran saya mulai menanar jauh...
Ini tidak semudah biasa... tidak semudah saya menuliskan hal2 konyol tentang cinta, tidak semudah saya menceritakan berita-berita galau tentang cinta, atau ini tidak semudah humor-humor penetral jiwa... beberapa waktu sempat menghilang dari kebiasaan tulis menulis membuat tulisan ini tidak mudah bagi saya..hmmm, tidak mudah untuk menempatkan setiap kosa kata.. .oke...saya menulis saat berbahagia, saya menulis saat jatuh cinta, saya menulis saat tertekan, bersedih ataupun kecewa, dan saya menulis ketika patah hati... namun, saat saya tidak menuliskan apa-apa, mungkin saya sedang butuh jeda untuk memahami setiap yang saya rasakan, atau saya sedang kehilangan kemampuan untuak merasa... haaaah ... entahlah....

Tapi...stop...
Berhenti membahas tentang apa yang membuat benak saya memutuskan untuk menjeda...
Ini adalah hari dimana saya masih mampu menikmati sisa-sisa fase 22 tahun saya ...fase dimana banyak sekali umur yang tersia-siakan, banyak sekali orang yang terkecewakan, dan banyak sekali seruan Tuhan yang terlalai kan... malu???  Tentu saja saya sangat malu... saya malu kepada Tuhan jika kelak semua harus saya pertanggungjawabkan...saya takut jika kelak semua tidak sesuai dengan seharusnya...

Mungkin ini akan sedikit berbeda dengan catatan ulang tahun sebelumnya, yang berisi banyak ucapan terima kasih kepada keluarga, sahabat, atau teman serta berisikan angan kedepannya... namun, bukan berarti tidak bersyukur dan tidak memiliki impian, ini akan tetap penuh rasa syukur, hanya saja akan banyak dosa yang akan di intropeksi..
Haha...kadang tawa paksa masih mengiasi diri yang semakin mendewasa dan kata yang mengikuti mulai membijak...namun bukan berarti saya kehilangan jiwa humor saya, bukan berarti kekonyolan saya senantiasa binasa... proses...proses...proses.... itu akan panjang walaupun tanpa disadari tengah berjalan...

22 tahun...manusia yang merugi atau manusia yang beruntung...lagi2 saya hanya bisa mengatakan “entahlah”....
Hanya saja saya masih belum merasa menjadi pribadi yang cukup baik...Belum merasa cukup baik sebagai hambaNya, belum merasa cukup baik sebagai anak, belum merasa cukup baik sebagai adik maupun kakak, belum merasa cukup baik sebagai teman, sahabat atau apapun itu,.. saya merasa belum melampaui batasan2 yang seharusnya saya raih.... saya masih menjadi sosok yang kadang dinilai misterius, kadang dinilai unik dan tak jarang saya menjadi pribiadi yang berbeda..apapun itu, entah seperti apa saya dibenak mereka...saya tak pernah bisa membaca fikiran tersebut..

Beberapa orang mungkin kerap saya buat jengkel, kadang mereka tertawa, kadang mereka kesal, dan kadang mereka menyerah dan ingin pergi... bukannya tidak menyadari, dengan itu saya mampu merasakan pribadi mereka, saya mampu melihat sisi2 lain mereka..jiwa2 yang kadang sepi, jiwa2 yang terbiasa ramai, atau jiwa2 yang sejenak merasakan depresi...

Bagaimanapun hidup ini tak mudah...
Merasakan kebahagiaan kadang menjadi angan dan kadang terwujud dalam kenyataan..

Tapi 22 tahun ini sangat melelahkan, sulit di mengerti, dan kadang merasa depresi...
Tersenyum, menangis, tertawa, tulus ataupun berpura2 semua pernah dilakoni..seperti mencari ending yang sebenarnya tidak pernah berakhir, atau hanya akan berakhir saat Tuhan memutuskan selesai..

Selasa, 01 Desember 2015

MAAF



Saat melihat kedalam diri apa yang tengah kamu lihat.... ??
Oke... untuk kesekian kali mungkin beberapa waktu lagi saya harus mengatakan, “saya gagal..”
Maaf... maaf... maafkan saya...
Ntah karena waktu yang terlalu cepat, atau memang langkah yang terlalu lambat...
Maaf... maafkan saya....


Minggu, 15 November 2015

MIRACLE



Untuk kesekian kalinya saya kembali....
 Kembali dari merah muda yang hampir merekah kepada biru... kembali dari ketidakmungkinan, menghadapi ketidak mungkinan lainnya...
haaaaah....
hidup ini sangat lucu... menciptakan suatu hal yang baku di tengah ketidak bakuan, lalu tercipta hal2 modern yang jauh sekali dari hal baku bahkan terkesan alay...
hmmmm, manusia ini sangat ribet... membentuk suatu hal resmi ditengah hal biasa, lalu tercipta hal2 melanggar norma....
Dan...
saya ini memusingkan sekali, mengutarakan definisi2 dari sudut pandang diri, ditengah hal2 unik lalu terpaku dengan keajaiban....

Yaaaa....keajaiban adalah hal yang sering kali membuat seseorang benar2 terpaku... rasa tak percaya, bertanya2, bahkan seperti kehilangan iman.... keajaiban adalah potensi tak terduga yang seringkali hilang dari pertimbangan.... keajaiban adalah hal yang memungkinan biru menjadi merah muda... keajaiban adalah hal yang memunkinkan hijau menjadi abu2....

Entahlah, entah keajaiban seperti apa yang telah, atau akan saya hadapi...hidup bukan tentang keajaiban, hidup tetap saja perjalanan panjang...tapi percaya atau tidak, banyak sekali keajaiban yang kamu terima... hal2 diluar dugaan... itulah kuasa Tuhan.. yaaa,, " kun fayakun"... maka berprasangka baiklah kepadaNya... karna Tuhan mu itu seperti yang kamu prasangkakan..

Bahagia atau tidak KATANYA bukan soal...KATANYA itu tergantung bagaimana kamu menghadapi... tapi sepertinya, bahagia atau tidak benar2 persoalan besar, karna itu tentang rasa, tentang bagai mana kamu memilih, bagaimana kamu bertanggung jawab, dan bagai mana pejalanan kamu saat itu terjadi. Maka, jika hari itu kamu tidak berbahagia, bersabarlah, lihat semua hal baik, dan percaya masih ada harapan untuk keajaiban.. walaupun kecil.. walaupu sedikit... tenanglah....

Rabu, 04 November 2015

TAK SEINDAH MUTIARA



Kalau otak lagi tenang gini,lagi bahagia gini, keingat sama kata seorang  tenaga medis yang menangani saya sekitar 8 tahun silam... saya masih ingat gerak tubuhnya, tatapan matanya, yang saat itu membuat saya nggak nyaman...tatapannya tajam tegas, melihat jauh kedalam mata saya, tapi anehnya kekepoan saya mampu memerhatikan setiap kedip tatapannya walaupun saya benar2 tidak nyaman saat itu.. saya hanya mampu mengangguk menggeleng, bahkan untuk mengatakan iya atau tidak hanya sesekali terlontar... diruangan itu hanya ada kami berdua, dia yang seutuhnya berusaha memahami saya, saya yang kala itu merasa tidak di pahami... yang ada hanya air mata yang terus mengalir dengan tangis yang terisak... bukan karena dia, hanya saja karena betapa sulitnya bagi saya menjelaskan semuanya,..saya hanya terus terisak menahan tangis, seakan rasanya sakit sekali... dia lalu hanya terdiam memerhatikan saya, mengangguk-angguk dan sesekali tersenyum...lalu berkata,
“jangan ditahan, menangislah sekencang2nya, teruuuuskan”
Dalam benak saya yang waktu itu masih belasan tahun, yang masih duduk dibangku smp saya sama sekali nggak ngerti, saya kira dia sedang menguji sejauh mana saya menangis, saya kira dia sedang memberi sugesti agar saya berhenti menangis...  tapi jauh setelah saya tumbuh semakin dewasa perlahan saya mulai mengerti, dia benar2 tidak menyuruh saya berhenti, dia benar2 menyuruh saya menangis sekencang2nya, melepaskan semuanya...saya mengerti kalau dia tengah menangkap banyak hal tak terungkap...haaaah...apa kabar dia??

Lalu mama diperbolehin masuk dan kita bertiga..lalu berbicara ini itu.. kemudian, menyampaikan,
“kamu, kamu itu seperti mutiara nak... mutiara..mutiara yang sudah terbentuk alami indah sekali, kamu tau harganya?? Luar biasa,,,hanya butuh sedikit saja digosok  agar mengkilat”
Waktu itu saya hanya diam, menahan sisa isak tangis, dengan perasaan kesal, nggak ngerti, dan benar2 ingin pulang..lalu saya tidak pernah mau membahasnya, tidak pernah mengerti maksudnya..

Sampai beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang  acsesoris mutiara ...saya teringat dan perlahan saya mulai memahami...hmmm
Dia menggambarkan saya seperti mutiara yang terbentuk alami... kalian tau apa yang sebenarnya tersirat??? Kalian tau apa yang sebenarnya berhasil dia tangkap???
Hari ini saya mengerti... mutiara itu indah sekali, tapi sayangnya keindahan mutiara itu proses terbentuknya lama sekali... semakin lama terbentuknya semakin berharga si mutiara..dan proses pembentukan mutiara yg dia sebut secara alami..dia terbentuk tidak seperti intan yang kokoh tertekan lama sekali di perut bumi, sehingga luarbiasa indah...tapi mutiara itu, secara alami terbentuk karena adanya proses abnormal yang lama sekali..mutiara tidak serta merta terbentuk... mutiara hadir karna adanya iritan atau karna adanya benda asing... iritan?? Yaaa sesuatu yang mungkin tidak seharusnya, atau mungkin sesuatu menyakitkan... lalu apa??? Mutiara mengeluarkan zat untuk melindungi tubuhnya... zat itu membentuk seperti proses terbentuknya tulang... lamaaa, lama sekali ...hingga pada akhirnya membentuk mutiara yang indah...saat mutiara terbentuh tetap saja butuh digosok agar mengkilat..

Dia benar... saya terbentuk dari proses abnormal di hidup saya... yang lamaaa ..tapi saya nggak yakin saya akan seindah mutiara..atau saya mutiara yang tak pernah ditemukan??hah...ntah seperti apa pada akhirnya.... ntah akan bernilai tinggi , atau tak berharga sama sekali karna tak ditemukan... entahlah....saya hanya bisa menjalani..

Tapi saya salah menilai dia dimasa kecil saya...dia hanya berusaha menyusun kata2nya sebaik mungkin agar saya berfikir...tapi hari itu saya malah berhenti... hmmm..semoga dia dilimpahkan rahmad oleh Allah... aamiin....

Sabtu, 31 Oktober 2015

NTAH HIDUP SEPERTI APA



Untuk yang kesekian kalinya dalam hidup, saya merasa lumpuh...
Lumpuh bukan tentang sebait lagu yang judulnya “lumpuhkanlah ingatan ku”, lumpuh bukan karena kaki yang tak mampu berdiri dan melangkah, ataupun lumpuh karena cinta.. bukaaan, bukan itu... tapi lumpuh karena kehilangan pijakan saat hari2 terasa kejam.. yaaa..sampai kapan pun saya akan meyakini, hari yang buruk, bukanlah hidup yang buruk....

Ini bukan lagi tentang teori hidup yang blablabla, tapi ini tentang apa2 saja yang telah saya alami... ini bukan lagi tentang ilmu yang disampein si ini si itu, tapi ini tentang ilmu yang harus saya mengerti sendiri...sakiiit...sakiiiit sekali.... saya merasa sangat gamang..

Saya pernah dengar, Hidup itu ujian... tapi ujian yang kamu nggak punya pembekalan...ujian yang kamu harus belajar sesudahnya...iyaaa benaaar... saya tidak bisa menampik sedikitpun tentang ini... kalau jamannya sekolah, kamu diajari dulu, dikasi materi terus kamu pahami, terus kamu ujian..itu aja rasanya masih degdegan... tapi pernah nggak kamu nggak tau apa2 terus ada ujian dadakan nggak punya bekal... ?? yaaa kocar kacir... contek sana contek sini... beda lagi dengan hidup.... kamu ujian dulu ... kamu hadapi dulu.... lalu setelah itu baru bisa belajar dari ujian itu..hmmm nggak mudah...

Kadang merasa kalau hidup saya benar2 drama... drama yang sedikit2 mewek, sedikit2 senang, sedikit2.... haaaah !!! yang intinya akan terus berputar seperti itu, hanya saja selalu menguras emosi, air mata dan tak jarang menimbulkan tawa...

Ntah drama seperti apa yang sedang saya lakoni, ntah skenario apa yang sedang saya mainkan, ntah perwatakan seperti apa diri saya...saya benar2 gamang...dan sering kali merasa lumpuh...jahaaat sekali..... saya merasa semua ini jahaat.... bukan hidup.... bukan Tuhan.... tapi saya... saya yang selalu tak bisa memahami diri...