Rabu, 04 November 2015

TAK SEINDAH MUTIARA



Kalau otak lagi tenang gini,lagi bahagia gini, keingat sama kata seorang  tenaga medis yang menangani saya sekitar 8 tahun silam... saya masih ingat gerak tubuhnya, tatapan matanya, yang saat itu membuat saya nggak nyaman...tatapannya tajam tegas, melihat jauh kedalam mata saya, tapi anehnya kekepoan saya mampu memerhatikan setiap kedip tatapannya walaupun saya benar2 tidak nyaman saat itu.. saya hanya mampu mengangguk menggeleng, bahkan untuk mengatakan iya atau tidak hanya sesekali terlontar... diruangan itu hanya ada kami berdua, dia yang seutuhnya berusaha memahami saya, saya yang kala itu merasa tidak di pahami... yang ada hanya air mata yang terus mengalir dengan tangis yang terisak... bukan karena dia, hanya saja karena betapa sulitnya bagi saya menjelaskan semuanya,..saya hanya terus terisak menahan tangis, seakan rasanya sakit sekali... dia lalu hanya terdiam memerhatikan saya, mengangguk-angguk dan sesekali tersenyum...lalu berkata,
“jangan ditahan, menangislah sekencang2nya, teruuuuskan”
Dalam benak saya yang waktu itu masih belasan tahun, yang masih duduk dibangku smp saya sama sekali nggak ngerti, saya kira dia sedang menguji sejauh mana saya menangis, saya kira dia sedang memberi sugesti agar saya berhenti menangis...  tapi jauh setelah saya tumbuh semakin dewasa perlahan saya mulai mengerti, dia benar2 tidak menyuruh saya berhenti, dia benar2 menyuruh saya menangis sekencang2nya, melepaskan semuanya...saya mengerti kalau dia tengah menangkap banyak hal tak terungkap...haaaah...apa kabar dia??

Lalu mama diperbolehin masuk dan kita bertiga..lalu berbicara ini itu.. kemudian, menyampaikan,
“kamu, kamu itu seperti mutiara nak... mutiara..mutiara yang sudah terbentuk alami indah sekali, kamu tau harganya?? Luar biasa,,,hanya butuh sedikit saja digosok  agar mengkilat”
Waktu itu saya hanya diam, menahan sisa isak tangis, dengan perasaan kesal, nggak ngerti, dan benar2 ingin pulang..lalu saya tidak pernah mau membahasnya, tidak pernah mengerti maksudnya..

Sampai beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang  acsesoris mutiara ...saya teringat dan perlahan saya mulai memahami...hmmm
Dia menggambarkan saya seperti mutiara yang terbentuk alami... kalian tau apa yang sebenarnya tersirat??? Kalian tau apa yang sebenarnya berhasil dia tangkap???
Hari ini saya mengerti... mutiara itu indah sekali, tapi sayangnya keindahan mutiara itu proses terbentuknya lama sekali... semakin lama terbentuknya semakin berharga si mutiara..dan proses pembentukan mutiara yg dia sebut secara alami..dia terbentuk tidak seperti intan yang kokoh tertekan lama sekali di perut bumi, sehingga luarbiasa indah...tapi mutiara itu, secara alami terbentuk karena adanya proses abnormal yang lama sekali..mutiara tidak serta merta terbentuk... mutiara hadir karna adanya iritan atau karna adanya benda asing... iritan?? Yaaa sesuatu yang mungkin tidak seharusnya, atau mungkin sesuatu menyakitkan... lalu apa??? Mutiara mengeluarkan zat untuk melindungi tubuhnya... zat itu membentuk seperti proses terbentuknya tulang... lamaaa, lama sekali ...hingga pada akhirnya membentuk mutiara yang indah...saat mutiara terbentuh tetap saja butuh digosok agar mengkilat..

Dia benar... saya terbentuk dari proses abnormal di hidup saya... yang lamaaa ..tapi saya nggak yakin saya akan seindah mutiara..atau saya mutiara yang tak pernah ditemukan??hah...ntah seperti apa pada akhirnya.... ntah akan bernilai tinggi , atau tak berharga sama sekali karna tak ditemukan... entahlah....saya hanya bisa menjalani..

Tapi saya salah menilai dia dimasa kecil saya...dia hanya berusaha menyusun kata2nya sebaik mungkin agar saya berfikir...tapi hari itu saya malah berhenti... hmmm..semoga dia dilimpahkan rahmad oleh Allah... aamiin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar