Kalau otak lagi tenang gini,lagi bahagia gini, keingat sama
kata seorang tenaga medis yang menangani
saya sekitar 8 tahun silam... saya masih ingat gerak tubuhnya, tatapan matanya,
yang saat itu membuat saya nggak nyaman...tatapannya tajam tegas, melihat jauh
kedalam mata saya, tapi anehnya kekepoan saya mampu memerhatikan setiap kedip
tatapannya walaupun saya benar2 tidak nyaman saat itu.. saya hanya mampu
mengangguk menggeleng, bahkan untuk mengatakan iya atau tidak hanya sesekali
terlontar... diruangan itu hanya ada kami berdua, dia yang seutuhnya berusaha
memahami saya, saya yang kala itu merasa tidak di pahami... yang ada hanya air
mata yang terus mengalir dengan tangis yang terisak... bukan karena dia, hanya
saja karena betapa sulitnya bagi saya menjelaskan semuanya,..saya hanya terus
terisak menahan tangis, seakan rasanya sakit sekali... dia lalu hanya terdiam
memerhatikan saya, mengangguk-angguk dan sesekali tersenyum...lalu berkata,
“jangan ditahan, menangislah sekencang2nya, teruuuuskan”
Dalam benak saya yang waktu itu masih belasan tahun, yang
masih duduk dibangku smp saya sama sekali nggak ngerti, saya kira dia sedang
menguji sejauh mana saya menangis, saya kira dia sedang memberi sugesti agar
saya berhenti menangis... tapi jauh
setelah saya tumbuh semakin dewasa perlahan saya mulai mengerti, dia benar2
tidak menyuruh saya berhenti, dia benar2 menyuruh saya menangis sekencang2nya,
melepaskan semuanya...saya mengerti kalau dia tengah menangkap banyak hal tak
terungkap...haaaah...apa kabar dia??
Lalu mama diperbolehin masuk dan kita bertiga..lalu
berbicara ini itu.. kemudian, menyampaikan,
“kamu, kamu itu seperti mutiara nak... mutiara..mutiara yang
sudah terbentuk alami indah sekali, kamu tau harganya?? Luar biasa,,,hanya
butuh sedikit saja digosok agar
mengkilat”
Waktu itu saya hanya diam, menahan sisa isak tangis, dengan
perasaan kesal, nggak ngerti, dan benar2 ingin pulang..lalu saya tidak pernah
mau membahasnya, tidak pernah mengerti maksudnya..
Sampai beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang acsesoris mutiara ...saya teringat dan
perlahan saya mulai memahami...hmmm
Dia menggambarkan saya seperti mutiara yang terbentuk alami... kalian tau apa yang
sebenarnya tersirat??? Kalian tau apa yang sebenarnya berhasil dia tangkap???
Hari ini saya mengerti... mutiara itu indah sekali, tapi
sayangnya keindahan mutiara itu proses terbentuknya lama sekali... semakin lama
terbentuknya semakin berharga si mutiara..dan proses pembentukan mutiara yg dia
sebut secara alami..dia terbentuk tidak seperti intan yang kokoh tertekan lama
sekali di perut bumi, sehingga luarbiasa indah...tapi mutiara itu, secara alami
terbentuk karena adanya proses abnormal yang
lama sekali..mutiara tidak serta merta terbentuk... mutiara hadir karna adanya
iritan atau karna adanya benda asing... iritan?? Yaaa sesuatu yang mungkin
tidak seharusnya, atau mungkin sesuatu menyakitkan... lalu apa??? Mutiara
mengeluarkan zat untuk melindungi tubuhnya... zat itu membentuk seperti proses
terbentuknya tulang... lamaaa, lama sekali ...hingga pada akhirnya membentuk
mutiara yang indah...saat mutiara terbentuh tetap saja butuh digosok agar
mengkilat..
Dia benar... saya terbentuk dari proses abnormal di hidup
saya... yang lamaaa ..tapi saya nggak yakin saya akan seindah mutiara..atau
saya mutiara yang tak pernah ditemukan??hah...ntah seperti apa pada
akhirnya.... ntah akan bernilai tinggi , atau tak berharga sama sekali karna
tak ditemukan... entahlah....saya hanya bisa menjalani..
Tapi saya salah menilai dia dimasa kecil saya...dia hanya
berusaha menyusun kata2nya sebaik mungkin agar saya berfikir...tapi hari itu
saya malah berhenti... hmmm..semoga dia dilimpahkan rahmad oleh Allah...
aamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar