Sabtu, 26 Januari 2013

gadis bersepeda



Dia bagai gadis yang bersepeda..
sering kali dia kehilangan keseimbangannya..
namun dia selalu berusaha belajar, mengayuh terus sepedanya
jalan yang dilalui nya tak pernah lurus
ribuan tikungan tajam harus dilewati..
dan ribuan persimpangan menyesatkannya
tiap kali melewati tikungan itu dia terjatuh, dia terluka dan dia menangis
dan tiap kali mencoba memilih persimpangan dia tersesat..
dia gadis bersepeda yang tak tau arah..
dia terlihat malang..
tapi yang dia tau dia harus terus melanjutkan mengayuh sepedanya..
dia harus terus berusaha menjaga keseimbangannya..
dia tak boleh berhenti..
walaupun dia lelah, walaupun dia tak sanggup lagi...
hujan, kerikil tajam, dan pandangan itu sepanjang jalan ditemuinya.
dia hanya berharap
dia dapat sampai di suatu tempat
dimana dia bisa berhenti, tersenyum, dan berkata
“aku ingin menetap di tempat ini, karna aku rasa ini cukup”

Selasa, 15 Januari 2013

HIDUP SEPERTI SECANGKIR KOPI

secangkir kopi hangat malam ini tak buruk..
saya tak pernah takut nggak bisa tidur malam hari cuma gara2 kopi...ntah apa yang salah, secangkir kopi tak mampu buat mata saya benar2 terjaga..kalau udah ngantuk ya ngantuk aja, kopi nggak bakal mempan...
kayaknya ada yang salah di diri saya (haaah curhat)

lihat ....>>>>



HIDUP TU KAYAK SECANGKIR KOPI HANGAT...
saat pertama kali kamu melihat secangkir kopi, yang pertama kamu lihat ya cangkirnya....
kadang cangkir yang indah, mahal, mewah menyilaukan mu...sampai kamu kadang lupain kopinya...
hey, cangkir hanya wadah...

hey.... look...!!
yang sebenarnya kamu perlukan adalah kopi, bukan wadahnya, tetapi tidak dapat di pungkiri, kamu lebih memperhatikan dan lebih tertarik untuk memilih wadah tercantik.dan termahal. Dan yang lebih mengherankan lagi adalah, kadang kamu sibuk memperhatikan wadah yang telah diambil oleh orang lain.”

“Kehidupan adalah kopi. gelar, uang, dan kedudukan, pandangan di dalam lingkungan mu adalah wadah tersebut. Wadah itu hanyalah alat untuk nenampung, dimana sesuatu yang akan ditampungnya adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan tidak berubah hanya karena alat tampungnya yang berubah.
Kadangkala kita terlalu fokus kepada wadah yang kita pegang hingga kita gagal untuk menikmati kopinya. Dan yang lebih menyedihkan, kamu sibuk memperhatikan dan beriri hati atas wadah yang dipegang orang lain.”

haaah....
satu pelajaran beharga dari secangkir kopi,... alasan aku tak bisa menikmati hidup, bukan karna cangkir kopi ku...
tapi karena aku belum mengerti cara menikmati kopi yang benar...aku nggak tau perbedaan rasa dan aroma dari masing2 kopi...aku lebih menyukai kopi instant(3in1 tinggal siram air panas), karena aku belum memiliki takaran yang benar saat menyeduh kopi...mungkin itu alasannya....

dan kopi nya habis.......

Minggu, 13 Januari 2013

INI TERNYATA CIYUS LOH

seorang dosen pernah berkata gini
"seseorang yang cendrung lebih suka menuangkan perasaan lewat tulisan, perasaannya cendrung lebih halus, mudah sedih, cpat tnggap dgn org lain"

haaa...gw cuma bisa diem