Satu dari banyak hal yang menghantui menjelang pertambahan
usia adalah urusan cinta..cinta bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan...
seolah membahas cinta adalah bagian dari keterbiasaan... enigma cinta tidak
lagi dibahas dengan kode-kode menyindir, tapi lebih ke frasa yang
menusuk..*kejaaam...sangaaaaat kejaaam
(note : galau karna patah hati, atau galau karna mesti jatuh
cinta itu” beda tipis”, sama engapnya bung)
Semua terasa membabi buta..mengejar,,,menerkam...
mengkoyaaak ... memporak porandakan... (oke ini terlalu lebay) ...
smuanya serasa monster..mulai dari kluarga, teman, sahabat,
suaminya sahabat, pacarnya sahabat, temannya sahabat, temannya kluarga, ibuk2
penjaga warung, ibuk penjaga toko kosmetik, oom penjaga toko makanan, ante
penjual ayam, kenalan kluarga yang berpapasan dijalan, teman kecilnya orang tua
yang ketemu pas kondangan, temannya nenek, oom penjual pakaian anak, orang2
dikampung asal dan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (*kutukan apa ini Tuhan)#seandainya
saya memiliki kemampuan super hero, maka saya hanya ingin menghilang dan muncul
didesa tak berpenghuni kemudian saya hidup tenang selamanya.....aiiiiiih
Kebayang nggak sih rasanya jadi saya?? Please bayangin
...please... kayaknya oksigen2 saya direnggut,
kayak pertanyaan2 itu mencemari pernafasann, mengkotori paru2 saya, rasanya engap..nggak bisa napas...lama2
bisa bronkitis... setiap pertanyaan seperti mengandung zat2 beracun melebihi beracunnya
asap rokok... kayak nggak punya arah untuk menapak lagi... hahaha *jangan
anggap ini lebay.. positip ilha
positiiip
Smuanya bertubi-tubi... menjawab dengan ngelenyeh atau
tertawa seakan berasa apalah apaya apadong apasih...setidaknya dalam minggu
ini, saya seperti kehilangan 70% dari hidup saya hanya untuk membahas status...seperti
status saya adalah sesuatu yang mengganggu dan merasuki fikiran mereka...
*bersama kluarga
“ilha desember ini 23 ya?? Haris 25?”
“iya.. knapa??? Bliin kado ??”
“kapan kami punya mantu??haris bolehlah 28 atau 30..ilha
kapan??”
“Cuma diem ..dalam hati..(tombak gue...tombaaak)”
*bersama sahabat
“udah 23...udah pantes tau...makanya buka hati.. selebar2nya...
nunggu apalagi, nggak bosan tidur sama guling??”
“bukaaan gitu.. (dalam hati sianida mana sianida??)
*bersama teman
“kapan nikah??”
“rencana sih jumat...insyaa allah”
“jangan lupa undang ya???”
“ya tergantung kalau undangannya udah selesai.. masih
adamasalah diundangannya..undangannya masih nunggu nama pihak lelaki..jumatnya
juga belum pasti jumat minggu kapan, bulan apa, sama tahun berapa...kamu kapaan?
“laailaahaillallaaaah...!!!! awaaaaas ya .... hehehe... insyaa
allah habis lebaran”
“tahun depan??”
“iya insyaa allah... tapi ingat..undangan rizka afdhilla & patner...mesti ada patner..cateeeeet..”
“haaa...( ngasih deadline seenaknya...hey lebaran itu juni
kan ya...ini udah november dan ngasih kode seenaknya ..ampuuun)
*suaminya sahabat
“ada orang lagi nyari istri... orangnya baik”
“heh.. bang rudiiiiiii... knapa emang bg??”
“mau nggak???”
“hahaha... ainuuun bg rudi ini tolooooong”
“heh seriuuus”
“(tiduuuuur aja tiduuuur)”
Daaaan... cukuuuuuuuup...jangan tanya yang lain2nya seperti
apa,, oksigeeen toloooong...
Suatu hal yang saya sadar, bahwa Tuhan itu selalu adil...
kemampuan saya membuly orang akan sebanding dengan bulian orang terhadap
saya...jadi intinya, sebelum ngebuly orang siapin mental buat di buly...
walaupun kamu jomblo yang sakinah sekalipun...
Well...bukan jatuh cinta yang sulit...tapi meyakini untuk
menseriuskan cinta.. itu yang lebih sulit..
Ini bukan tentang metamerfosa seperti yang saya tulis
kemaren...yang suka tinggal jadian terus nggak cocok putus..menseriuskan
selangkah lebih terarah..mungkin nyaris sama dengan pacaran taarufan atau
apapun itu, hanya saja menseriuskan lebih memiliki tujuan...tenanglah....
berhenti bertanya...saya tidak akan kemana...saya tidak pernah menutup hati...
Hmmm.. saya tak pernah tau kapan hati saya akan terpanah
cinta... kalau bisa tertombak, tertikam, tertembus hingga saya hidup seutuhnya
dengan cinta...ehk... sayangnya saya tak pernah bisa memastikannya..deduksi2
cinta hanya akan menjadi klise saat saya tidak bisa memberi jawaban..
Hmmmm....
Jatuh cinta memang butuh proses...awalnya saya benar2 harus
berdamai dengan masa lalu... lalu menyembuhkan luka2 yang seringkali terbuka
karena kenangan2 sepintas lewat di kepala...dan saya telah melakukannya... saya
telah melewatinya...saya bisa meyakini ini...
Sekarang,mungkin waktunya bagi saya untuk mengalahkan
ketakutan2 untuk jatuh dilubang yang sama.membuang jauh2 praduga dikepala
tentang mengalami kegagalan yang serupa.saya hanya butuh mengenyampingkan rasa
sakit dihati yang sering membuat saya tidak percaya..
Yaaaa...saya akan memulai...memulai untuk berjudi dengan
diri sendiri tentang rasa dan taruhan besar bernama jatuh cinta... jangaaan
takut...nanti saya sendiri yang akan berspikulasi tentang resiko-resiko jika
kembali membuka hati, meski dengan seorang yang tak saya kenal sekalipun....
Tenanglaaah...akan ada waktu dimana seseorang bisa
meyakinkan saya, dan membuat saya berani berjudi... dan dia ikut mempertaruhkan
hatinya dimeja judi....tenanglaaah akan ada waktu dimana semua berhasil
dilalui....
Sebelumnya, dear para penjudi cinta....
Jangan seenaknya pergi setelah kamu berhasil membuat seseorang
kembali membuka hatinya... jatuh cinta memang remeh, tapi ada waktu dimana
cinta tak sebecanda itu..
