Kemarin, seorang teman menanyakan perkara masa lalu saya...
Ya sebenarnya, saya benci ketika dia membiarkan saya
mengorek2 luka, membiarkan binar hadir kembali
lalu dipadamkan oleh hal yang nyata.. tapi ada moment dimana saya merasa
sedikit tertantang untuk membuka lembar demi lembar, mengumpulkan emosi yang
telah terlupa, atau luka yang nyaris tak berbekas..
Hmmm, saya bukanlah seorang yang bisa mendeskripsikan
masalalu dengan baik... ntah, sejak kapan, saya telah memilih membiarkannya
tinggal di blakang, terkubur dihati, dan tetap disana sbagai pionir komik hitam
putih saya..
Hmmm yaaa...
Mungkin saya naif...banyak alasan sebenarnya, saat saya
menutup rapi sesiapa pionir masa lalu...ntah memang karna tidak ingin menyimpan
luka atau alasan lainnya...
oke...
sebenarnya saya adalah wanita biasa yang sedikit pencemburu..
beberapa kali saya cemburu dan waswas ketika saya mengetahui masalalu lelaki
yang mengikat
status dengan saya..tapi sebisa mungkin saya tak pernah menunjukkannya,
karna saya sadar, setiap orang punya masa lalu, punya senyum yang merekah ketika
mengenang nostalgia, atau haru ketika mengingat gores luka... yang selama ini
saya lakukan adalah menutup rapi sesiapa pionirnya... ya saya tidak pernah
bercerita, menunjukkan sesiapa mantan kepada pacar atau menujukkan sesiapa
masalalu kepada gebetan saya..selalu hanya garis besar yang hadir dalam cerita,
untuk sekedar membuat mereka mengerti..
jika masa lalu seseorang menyakitkan bagi saya, maka saya
menutup rapi masa lalu saya agar tidak menyakitkan bagi siapa2... yaaa...
sebisa mungkin dihadapan semua saya bersikap sebagi seorang gadis yang jomblo
dari lahir, yang sedang mengenal, dan belajar banyak hal tentang betapa indah
dan pahitnya cinta.tak peduli berapa kali saya terikat, berapakali saya jatuh
cinta, berapa kali kehilangan, atau patah hati sekalipun..yaaa (anggaplah) saya
hanya gadis lugu yang belum mengerti apa2... dan yang saya lakukan adalah
menjaga hati siapapun yang peduli dengan hidup saya..
dan akhirnya saya sedikit bercerita...mereview memory untuk
setiap jeda.. ada kehangatan, ada binar yang tidak bisa saya sembunyikan...ya
ada moment zona senior dan junior lugu
pada masa SMA, ada moment mencuri waktu
membohongi orang tua, atau moment sekedar bergandeng tangan untuk menipu
semesta..dan beberapa sesak yang mengutuk luka...
seusai bercerita tentang garis besar, dari beberapa lembar, memory
saya menjeda di beberapa nama..oke saya akan bercerita sedikit tentang dia
disini...
sebut saja “M”..dia buakan mantan saya, tapi dia seseorang
yang sempat mengisi ruang setelah saya mengosonkan hati saya..ntah berstatus
apa, ntah sebagai apa, kita (mungkin saya) memilih untuk saling berbagi cerita..dia
adalah senior yang sering kali kejam saat mengospek saya, tidak seperti “G” yang bertindak sebagai senior yang
melindungi saya, menanya kabar saya, M lebih kepada senior yang menguji nyali
saya... beberapa kali dia meneriaki saya, beberapa kali dia memilih saya untuk
dijadikan tumbal hukuman, dan dia pernah
menatap mata saya sangat dekat (mungkin) 10 cm dr matanya dg teriakan yang
membuat saya nyaris menangis dan tidak bisa bernafas..ya M adalah senior yang
pada saat pertama ospek sempat saya kagumi. Dan saya membatalkannya setelah
mengetahui betapa “playboy” nya M. Ya, ternyata M memiliki banyak mantan di
kampus kami, dan pada akhirnya M jadian dengan seorang mahasiswi angkatan kami.
Tapi M tak seutuhnya buruk, dia melindungi kami para mahasiswa yang alergi
udang agar tidak diberi minum air rebusan udang, dia membiarkan kami duduk dipojok
saat kami lelah... M juga menyemangati saat saya memilih cuti kuliah..
saya juga ingat moment ketika saya menolak M saat M belum
menyatakan, yang membuat M tertawa sambil mengutuk saya..yaa saya telah
mengerti saat M bisa menelfon saya dengan nada teratur, sangat beda dengan
ketika dia meneriaki saya ketika ospek..
banyak nasehat yang sebenarnya bersemayam ketika berbagi
dengan M..tentang alasan mengapa dia sering kali berganti pasangan, tapi yang
saya tau setidaknya dia tidak pernah mendua. Oke...M hebat dengan nasehatnya
yang tidak menginginkan saya menyerah, M hebat ketika menyuruh saya semangat...
dan M hebat ketika berkata “kamu memilih sebagai tenaga medis itu memperjuangin
nyawa orang dek, apalagi bidan dua nyawa sekaligus, itu mulia, sekarang kamu
mau mundur dari tugas mulia?”
dan setelah pertanyaan itu saya memilih menghilang, tidak
pernah mengangkat telfon atau membalas pesannya... saya hanya bisa menjawab
dalam hati,” ilha akan terlihat buruk saat tidak bisa menyelamatkan diri , dan
mengorbankan dua nyawalainnya.. percayalah, nggak mudah bagi ilha”
ketika membuka cerita masalalu, mau tak mau akan selalu ada
nama yang muncul kemudian dibiarkan terkubur kembali..
beberapa orang ditakdirkan mengisi masa lalu tapi tidak
untuk masa depan..
beberapa orang ditakdirkan mengisi hati tapi tidak mengisi
hidup..
dan beberapa lainnya bersemayam dalam ingatan tapi terkubur
dalam hati
tapi masa lalu tetap jauh di blakang, yang membuat saya
menoleh tajam..saya membiarkannya tersusun rapi diingatan karna dia yang
menjadikan saya hari ini..
melepas dan mengiklaskannya membuat saya bersyukur...













