Minggu, 31 Desember 2017

PENGHUJUNG



Hei....
Slamat datang penghujung tahun....
Terimakasih untuk 2017 yang menyenangkan.... terima kasih untuk semua tawa, canda, cinta, dan semua pembelajaran yang memutar balik emosi...

hmmm.... tahun lalu saya menyambut 2017 dengan segala kepesimisan, dengan sgala rasa pasrah, menyerah ataupun apatis... tahun lalu saya menyambut tahun baru dengan menyerahkan hati saya seutuhnya kepada Sang pembolak balik hati,,,ada tubuh yang tak bergeming menatap langit, seiring ledakan pecahan api dilangit.. tak ada jari yang mengacung kelangit, untuk mengutuk langit, menyerapahi hidup, atau memberi hentakan pada diri.... TIDAK.... TIDAK SAMA SEKALI...
saya datang kepada 2017 dengan rasa yakin tak yakin....

Tapi, Tuhan selalu baik.... rancangan sang pembolak balik hati... menitipkan dia dalam bentuk asa... membuat rasa pesimis, dan apatis saya perlahan pudar... menemani sepanjang 2017..saya masih bersyukur..

Banyak hal mengejutkan sepanjang 2017... ntah didalam keluarga, atau diluarnya... dan saya melewatinya... dengan baik... yaaa setidaknya tak ada kata lari untuk tahun ini...

Dan sekarang saya menemui penghujung tahun... satu2nya hal terkuat yang bisa saya lakukan adalah iklas...melepas...

Kepada diri....terimakasih telah bertahan...terima kasih telah berusaha sejauh ini... ada apreasi yang pantas untuk saya hadiahkan...bukan untuk mengangkat dagu mu, menongakkan kepalamu, atau membusungkan dada...bukaaan...sebuah apresiasi yang aku hadiahkan agar kau menegakkan kepalamu, menegakkan tubuhmu, dan merawat lukamu... tak perlu bagiku mencari2 kesalahanmu sepenjang tahun, aku menerima dalam bentuk apapun kamu, teruslah belajar, hadapi setiap proses, bersyukurlah, dan berbagi untuk berbahagia.... ada keluarga, yang walaupun tak bisa kau rengkuh seutuhnya, tapi bisa kau miliki seutuhnya, walaupun kau harus sadar tidak selamanya...syukurilah mereka yang menjadi bagian dari nadi, nafas, ataupun harapan untuk hidup...aku menghargai setiap perjuangan mu wahai diri...

Kepada kamu yang mengisi 2017... terimakasih untuk bahagia, rasa nyaman, dan telah menjadi sahabat, teman, ataupun pasangan kala itu...jikapun hari ini aku bukan lagi perempuan dihatimu, aku tak membencimu...jikapun hari ini kau menjauhi, mengabaikanku, ntah karna amarah padaku, sikapku, kebebasan yang ingin kau nikmati, atau memang ada hal yang memberatkan bagimu, aku tak akan memaksa..aku tak akan marah...tidak juga membenci, bahkan jika kau berusaha membuatku menyerapahimu...tidak akan...aku percaya takdir...bahwa semua hal yang ditakdirkan untukku akan diberi Tuhan kepadaku, dan jika itu bukan milikku berarti Tuhan sedang mengajari aku, agar aku siap menerima takdir lainnya...hiduplah dengan bahagia...dengan sehat.. bahkan jika aku mendengarkabar kau sedang tak sehat, aku tau kau tak akan mempedulikan apa2 pesan dariku.... tapi jika suatu saat kau membacanya, ingatlah untuk tetap hidup sehat, carilah obat jika kau sakit, jangan menunda2, karna dirimu sendiri adalah dokter untuk dirimu...jika kau berbahagia, tetaplah bersyukur, dan jangan lupakan ibadah kewajibanmu...salam dariku...sahabatmu...satu hal yang tak kupungkuri..tetap saja kau sahabatku...

Kepada semua sahabat yang memilih untuk tetap bertahan, untuk tetap bersikap ada... terimakasih..untuk tetap tabah dengan rengekan ku, sifat cengeng, manja, atau kekanak2annya diriku... terima kasih untuk tetap sabar, menasehati, dan mengingatkan ...tetaplah menjadi yang terbaik, tetaplah menjadi yang tersabar...berceritalah saat kalian terbentur, dan beritahu aku jika aku bersalah...ajari aku banyak hal untuk bertahan...ajari aku banyak hal untuk bergerak maju...

Haaaah...
Penghujung tahun....
Beberapajam lagi 2018...dan lagi2 saya belum memilikiresolusi apa2...
Hanya rasa ingin berdamai,,,, yaaa saya hanya datang dengan berdamai,..
Berdamai dengan hidup, dengan kenyataan..dan takdir..
Tunggu saya untuk harapan, untuk angan...maafkan saya ...maafkanlah...



Rabu, 27 Desember 2017

HEI, APA KABAR



Hei.....
“Apa kabar??? “ ...Kata yang ingin ku tau jawabnya dari mu... kata yang selalu membuatku lemah dihadapan mu, dihadapan semua orang yang memandangku tak lebih dari seseorang yang menyedihkan...
Aku tak menanyakannya, karna ternyata kau telah beri jawaban, jauh sebelum hari ini.... aku gagal membaca bahasa isyarat yang kau beri...bahkan aku gagal membaca kata pamit dari mu...mungkin tidak gagal, aku hanya terlambat menegaskan untuk menyadarkan diri...

Tenanglah, tak apa... sedikitpun aku tak menyalahkanmu, tak membencimu, atau mencari2 kesalahanku, agar menjadi alasan untuk berakhirnya yang kita jalani...menyalahkan ruang, waktu, keadaan, jarak, kamu atau aku, TIDAK..SAMA SEKALI TIDAK... aku percaya, apapun itu, sudah ada campur tangan Tuhan didalamnya... aku tak tau, apakah mudah atau tetap saja sulit bagi mu, bahkan ketika perasaanmu “telah memudar”... yaaa harusnya ini berjalan lebih mulus bagi mu..harusnya..haaah seharusnya iya, tapi aku masih mendoakan mu agar kau dijauhkan dari kesulitan.. aku masih saja mengkhawatirkanmu...bahkan saat aku mencoba sadar, kau tak lagi bisa mempertahankan ku, kau telah kehilangan rasa yang pernah menggebu..

Seringkali aku masih menghibur diri bahwa yang kamu katakan adalah bohong, yang kau katakan hanya usaha agar aku menyingkir, yang kau katakan hanya karna kau terlalu takut untuk memperjuangkan aku...tapi sesering aku menghibur diri, sesering itu aku disadarkan, kau tak seutuhnya berbohong...rasa itu memang pernah redup, rasa itu memang pernah hambar...saat kau tak peduli tentang diriku, saat kau sering mengalihkan pandanganmu, saat kau tak bersemangat bersamaku, saat lelah dengan semua ocehanku, atau saat kau membiarkanku saat berkata mudur..haaaah... sedikit sakit... tak apa... anggap saja ini hanya gigitan kecil dari semut..(semut merah, yang jumlahnya 1000)..yaaa... ingin tau rahasiaku, aku mengatakannya,berharap kau menahan dan mengucapkan kata sayang..ya kata yang jarang skali kau katakan, bahkan dihari ulang tahunku.. aku berharap mendengar kau menyayangi ku, dan menginginkan aku tetap bersamamu..tapi lagi2 aku salah...aku harus menyadar...

Hei...aku tak marah kepadamu...untuk membenci, atau berkurangnya prasaanpun tidak...kau tak salah... kau telah berusaha cukup keras...aku bangga kepadamu...masih dengan tatapan bangga...aku tak akan memaksamu untuk bertahan jika memang rasa itu yg mulai pudar, dan jika alasannya rasa aku juga akan berhenti berjuang...aku tak bisa memperjuangkan sesuatu yang bukan kuasa ku...jika itu tentang jarak, keadaan, emosi, restu, takut, kondisi, selagi aku bisa menghadapi akan aku hadapi...tapi jika tembok adalah rasa aku seperti kehabisan cara... hati itu milik mu, tapi tuhan yang mengatur dan kau yang menumbuhkannya, itulah alasan knapa aku tak bisa berbuat apa2...kau lagi2 tak salah...
WAJAR SAJA... WALAU katanya kau terbiasa dengan jarak... tapi aku paham betul, ini diluar keterbiasaanmu... jika biasanya 3 atau 6 bulan kalian bisa saling bertemu, tidak dengan ku...bahkan sejak awal perkenalan...sejak  1 tahun 5 bulan LALU..sejak kita belum sebagai siapa2...wajar saja rasa itu pudar...aku juga pernah merasa bosan, tapi setidaknya aku menjujurkan itu kepada mu, dan kmudian rasa itu tumbuh kembali..lagi2 tak ada yang bisa disalahkan..

Dari sini aku akan selalu bangga padamu, dengan doa disela kekhawatiran ku...
Tentang kesehatanmu, kebiasaan bangunmu,ibadah mu, tentang tanggung jawabmu, keluargamu, smua hal biasanya kaupikirkan...Ini bukan doa seorang perempuan patah hati, ini doa seorang teman yang ingin memotivasi temannya...tak lebih ... kau bisa mempercayaiku...
Jika suatu hari kau tak temui tempat untuk berbicara, kamu masih bisa mempercayaiku...atau tentang sahabatmu, aku tak akan mengambilnya dari mu... kau masih bisa bersamanya...

Ingatkah???
Saat aku pernah katakan... “jarak hanya jebakan, jauh atau dekat tetap saja ditentukan perasaan”
Hmmm... kita berhasil mencicipi..dan kita berhenti berjuang saat yang pudar adalah perasaan...

Tadi kulihat kau mengutip sebaris lagu..ntah kenapa, aku hancur...berharap itu untuk ku...tapi lagi2 aku menyadar... bukan...kau telah memudar...jika harus mengutip itu hanya karna kau ingin, atau bukan tertuju pada ku..media sosial, yang dituju A, yang ngerasa bisa banyak..aku sadar..

aku percaya... Tuhan punya rencana...saat menghilangkan rasa yang tumbuh, atau menumbuhkan rasa yang hilang.. hidup kita belum berakhir... sgala kemungkinan masih bisa terjadi..
aku menerima, mungkin Tuhan sedang menegur agar aku terus memperbaiki diri...bisa saja tuhan menulis namamu dibuku ku...bisa juga tidak...
aku hanya harus percaya kuasa Nya..

menjadi sempurna memang bukan keahlianku...
jika lebihku tak membuat seseorang cukup, semoga suatu hari ganjilku membuat seseorang genap...




Sabtu, 23 Desember 2017

KITA



Kita,
Kita pasangan spele... sespele kita meributkan hal-hal itu saja, sespele aku kehilangan kabar, lalu kamu datang seolah tak ada apa2, sespele aku menangis saat yang kudapat adalah sisa waktumu, spele kita berdebat dengan ego lalu kembali dengan dengan senyum yang mendamba pelukan..kita  (mungkin hanya saya) memulai dari hal spele... bahkan Tuhan menjatuhkan hatiku padamu dari hal spele yang membuat kita saling lebih mengenal. Sespele semua sindiran, guyonan atau cemooh antara kita..

 Kita,..
menjalani hubungan kadang dengan cita rasa konyol...yaaa sekonyol kamu membangunkan aku ditengah malam, lalu meninggalkan aku sendiri dan kamu tertidur pulas setelah hari berisik mu, sisanya hanya aku yang tetap masih terbangun dengan rasa kesal. Atau sekonyol aku yang tak sungkan melakukan hal-hal yang ingin ku ketahui, atau sekedar mencicipi rasa kelelahan... hah... iya rasa kelelahan adalah asin..hahaha....aku dengan semua hal yang berantakan, dan kamu dengan semua keteledoran..

kita butuh apresiasi untuk apa yang kita jalani, untuk pilihan yang kita pilih... iya ada keberanian yang butuh kita apresiasi, yang sebenarnya (mungkin) sangat disayangkan... hmmm, keberanian untuk saling menanti, walau dalam ketidak pastian.. tapi bukan berarti tak bisa..
Sulit??? Tidak...
Ga pernah ada kata sulit, ini hanya tidak mudah... lebih mudah rasanya saat aku membayangkan untuk tidak memilih, saat aku hanya harus menerima, seperti tidak ada kosekuensi apa-apa..*nunggu dijodohin sama pangeran arab misalnya.... tapi lagi-lagi, memilih adalah jalan hidup yang berani dan pantas diapresiasi

Bertahan??? Sejauh ini aku akan katakan ya, saat aku masih hidup dalam harapan saat menunggu...karna bagiku, berhenti untuk memiliki harapan, sama saja dengan mati sebelum mati..

Membencimu... ??hahaha
Aku sangat membencimu... lebih besar dari apa yang kau bayangkan... aku membenci setiap hal yang membuat ku seperti berhenti hidup, membuat ku seperti merasa sesak, membuat ku seperti melakukan semua kebodohan, membuatku menangis seharian.. aku benar-benar membencimu dengan sejuta serapah yang tak pernah bisa aku makikan..

Lalu ??
Lalu aku harus apa, saat aku tau KAMU obat dari semua kebencianku....

hei,...
membosankan bagiku saat aku harus menjalani dengan cara mu..maka aku memulai menjalani menurut hati ku..
dengan caramu,
kamu tau, aku merasa berada di fase-fase datar... fase dimana rasanya biasa saja.. bahkan cendrung membosankan...ingin tau banyak halpun kadang masih salah.. hampir tak ada hal mengejutkan atau sekedar hal manis dari mu...atau hal-hal manis yang  kamu biasakan..katamu, kamu takut jika suatu saat hal-hal yang manis menyakitkan saat terjadi apa-apa..tapi kau tau?? tidak adanya sesuatu yang manis atau mengejutkan kadang cita rasanya menjadi hambar, membuat apa-apa selalu terjadi... memang keadaan tak lagi sama.. kau dengan tanggung jawabmu...aku memahami mu..tetap disini menjadi sosok blakang layar mu,
aku yakin, kamupun jauh lebih menyadarinya...katamu, aku terlalu banyak berfikir, tapi kamu tau?? bagiku, kamu sedang memikirkan suatu hal yang besar...ketakutanmu, hmmm jujurlah..

hmmm...jangan takut dengan smua kemungkinan terburuk... aku hanya ingin menjadi apa adanya seperti biasa... dengan semua hal kritis, konyol, menjengkelkan  atau memusingkan sekalipun... dengan cita rasa keasinan, kepedasan, kemanisan, atau kepahitan sekalipun.. apapun ... asal jangan hambar...jika air tawar masih melegakan dahaga, hambar tidak berasa lebih baik...akan ada waktu semua rasa menjadi pas saat kita mengikuti prosesnya..yaaa belajar memasakpun butuh proses sampai semua rasa pas.. santai saja dengan semua pesan dari ku... tulisanku..keterikatan ku, kemanjaanku, atau semua hal yang memusingkan dari diriku kepadamu..karna hal-hal rumit dari ku saat semuanya ditanggapi kamu, membuat aku merasakan hangat.. dan semua kehangatan membuat aku belajar berekspresi  lebih banyak..dan segala ekspresi yg dari hatimembuat aku merasa lebih cantik dan awet muda..
bebaslah..
bergaullah dengan semua teman yang kamu senangi, tertawalah dan ceritakan banyak hal baru, lindungilah semua orang yang seharusnya kamu lindungi, jagalah dan bersikaplah baik..tapi jangan lupa, kita juga sedang dalam petualangan, berlayar berurusan bukan hanya dengan ombak,ada angin, hujan badai atau gerimis yang sewaktu2 bisa menyapa..bersikaplah hangat, fleksibel seperti apa adanya untuk apapun batasan yang bisa kita lewati... ceritakan kepadaku banyak hal seperti biasa, kepahitan atau menyakitkan sekalipun. Tapi jangan lupakan indahnya..

Bahkan jika pada akhirnya kita tak bersama, kita belajar untuk saling mengungkap rasa, untuk jujur pada setiap rasa..kita menghidupkan sesuatu yang maya, menikmati setiap keadaan dengan syukur yang nyata...
Haaah... sudahlah..
Hari ini aku akan berhenti.. bukan berhenti untuk perasaanku kepadamu, tapi, aku berhenti untuk PEDULI... ntah kita akan berjodoh atau tidak, ntah kisah seperti apa yang akan kita terima pada akhirnya, hari ini aku memutuskan untuk hidup dihari ini, menghabiskan setiap tawa ataupun tangis bersamamu... berbicara tentang semua hal nyata atau naif bersama mu, mengecap setiap pahit atau manis alur kita..menikmati hari ini....bahkan semua hal manis yang kau takutkan, bahkan semua romansa yang kamu sebut drama...aku hanya menjadi diriku dan aku berhenti untuk peduli..

Sabtu, 14 Oktober 2017

DEAR KAMU


senin, 9 oktober 2017

Dear kamu...
Mungkin terdengar lucu dengan panggilan yang tak biasa aku panggilkan kepada kamu...
5 tahun lalu, kita sempat saling berkomunikasi, sekedar saling mengetahui satu sama lain...bercengkrama biasa...hingga suatu saat benar hilang tak ada komunikasi..Hmmm, kemudian kita mengawali komunikasi intens sekitar dari september  tahun lalu... dan sekitar mei kita mulai menjalaninya.. membuat aku banyak belajar tentangmu...tapi bukan berarti membuat aku menjadi yang maha mengerti tentang mu... masih banyak hal sana sini yang gagal paham aku lakukan terhadap mu... aku yakin begitu juga kamu...mungkin banyak hal yang kamu pelajari tentang karakterku, tapi banyak juga yang benar-bener sulit kamu pahami dari aku...

Yaaa... kita hanya manusia biasa... tak akan pernah lepas dari hal2 sepele yang membuat kita bermasalah, atau masalah-masalah yang kita sepelekan...kadang aku menganggapnya sebagai cobaan, tapi saat aku bisa berfikir dengan kepala dingin aku lebih menamainya ujian...yaaa setiap ujian akan mendapat nilai, jika gagal ya diremedi lagi..gagal lagi ya ngulang lagi...ga akan berhenti sampe benar2 lulus...dan ujian, mungkin adalah cara Tuhan untuk mengajari aku, maupun kamu bagaimana bertahan saat masa sulit...

Komunikasi setiap harinya selama setahunan, LDRan, yang awalnya tman, lalu nyaman2an..wajar saja beberapa kali kita menemui masa sulit..haaa mungkin sering...masa2 berada dititik jenuh, sebuah hantu yang menjadi ujian besar setiap hubungan...wajar saja semua hal yang dulunya menggebu2 kemudian menjadi rutinitas, wajar saja sebuah senyuman yang dulunya terasa romantis malah menjadi bahan ejekan...dan ditambah lagi kita berurusan dengan jarak...hal yang sejak dari awal sudah kita nobatkan dan sadari menjadi ujian wajib bagi kita...

Kamu...
Jika boleh jujur, kadang aku berada difase jenuh, yang sebentar-sebentar merengek, sebentar2 ingin tau kamu dimana, sebentar2 ngambekan, sebentar2 baik lagi, sebentar2 marahan lagi.... dan kadang aku berfikir apa (mungkin)kita tidak cocok..pertanyaan2 yang aku lontarkan kepada teman2 kadang membantu hubungan kita dan sialnya lebih sering lagi memperburuk suasana, hingga aku berhenti bertanya...saat aku tau kamu tak menyukainya....yaaa, aku salah...seharusnya orang yang aku dengarkan adalah kamu...saat kamu sedang berusaha melewatinya bersama..
Dan aku yakin kamu pun begitu...kadang kesal dengan rengekan, kadang merasa terlalu biasa ditanya hal2 yang itu2 saja menceritakan hal2 itu2 saja, dan kadang kamu tak tau harus bersikap yang seperti apa lagi saat semuanya menjadi salah...yaaa, dan aku yakin kamu juga punya titik jenuh itu.. karna baik kamu ataupun aku kita hanya manusia.
Tapi aku bangga, saat kamu menyadari yang terjadi yang selalu kamu ingatkan “jangan berfikir aneh-aneh”. Sebagai sinyal kepada ku untuk selalu tetap positif ...

Hmmm...
Jenuh, hal yang lumayan membuat hati kita terkuras apalagi saat dipermainkan jarak. Beberapa kali mungkin ada jeda yang sengaja ada, mengabari tapi terasa terlalu biasa, menelfon tapi tak tau menceritakan apa...tapi aku sadar bukan karna tidak peduli, atau tidak cinta, hanya saja mungkin karna baik kamu ataupun aku harus mengatasi rasa jenuh masing2 tanpa melakukan hal2 bodoh.. perang ego, kritikan, pola fikir, dan waktu yang harus dibagi, perlahan membuat kita stres sendiri..menangis, marah, kecewa, menyesal, atau rindu membuat kita jadi ngerasain nano2 tanpa beli permennya..

Yaaa kita beda dengan pasangan lain yang saat jenuh bisa saling bertemu, jalan bareng, atau candle light dinner an...boro2 candle light dinner, lampu dimatiin pas komunikasi aja malah jadi masalah.. :D *ehk
Yaaa kita beda... megatasi rasa rindu, yang berakhir kegalauan dengan hal2 yang ga sama... tapi sejauh ini kita melewatinya... seenggaknya aku belajar.... nggak ada dua orang yang benar2 cocok saat menjalani hubungan... yang ada hanya bagaimana kemampuan mereka membuat ketidak cocokan beriringan... yaaa kalau kata orang sih kayak sepatu.. kalau kata aku sih kayak rujak, gajelas rasanya tapi masih aja nagih...apalagi kalau pedes...*ngiler...

Hei, kamu.....
Sulit sekali akhir2 ini...
Hmmm, jika ada kesempatan, aku rindu petikan gitar mu..
anggaplah pencair suasana antara kita...
Iya itu kamu...



Selasa, 03 Oktober 2017

LAMA TAK BERBICARA



Hei kamu... apa kabar disana...
Lama tak berjumpa setelah terakhir kali kita berbicara dalam bisikan serius...
Saat kita saling berjanji... hari ini aku ingin mengaku kepada mu... tentang kebodohan ku, tentang bagian dari kesalahan ku, dan janji yang mungkin tak dapat ku capai...

Haaaah... jika ada suatu hal yang ingin kulakukan... aku ingin memelukmu, menangis, berharap kau maafkan segala tindakanku... aku salaaah ...sangat jauh sekali salah...

Sebentar lagi....dan rasa pesimis itu tertanam jelas...
Bukan berarti aku tak ingat, bukan berarti aku sengaja, tapi ada suatu jalan yang mungkin memang harus begini kulalui.. ingin keluar... yaaa... aku ingin keluar dari zona ini dan menyelesaikannya.... tapi ada lingkaran yang aku tak sanggup untuk menembusnya... percayalah sakit sekali... rasanya sakit sekali hingga aku tak bisa dan tak tau harus melakukan apa..

Maafkan aku...
Jika pada suatu masa kita bertemu lagi, jangan tatap aku dengan tatapan kekecewaan...dan jika kau merasakan bisikku, doakan aku bisa melaluinya..
Salam dari ku....