Hei.....
“Apa kabar??? “ ...Kata yang ingin ku tau jawabnya dari
mu... kata yang selalu membuatku lemah dihadapan mu, dihadapan semua orang yang
memandangku tak lebih dari seseorang yang menyedihkan...
Aku tak menanyakannya, karna ternyata kau telah beri jawaban,
jauh sebelum hari ini.... aku gagal membaca bahasa isyarat yang kau
beri...bahkan aku gagal membaca kata pamit dari mu...mungkin tidak gagal, aku
hanya terlambat menegaskan untuk menyadarkan diri...
Tenanglah, tak apa... sedikitpun aku tak menyalahkanmu, tak
membencimu, atau mencari2 kesalahanku, agar menjadi alasan untuk berakhirnya
yang kita jalani...menyalahkan ruang, waktu, keadaan, jarak, kamu atau aku,
TIDAK..SAMA SEKALI TIDAK... aku percaya, apapun itu, sudah ada campur tangan
Tuhan didalamnya... aku tak tau, apakah mudah atau tetap saja sulit bagi mu,
bahkan ketika perasaanmu “telah memudar”... yaaa harusnya ini berjalan lebih
mulus bagi mu..harusnya..haaah seharusnya iya,
tapi aku masih mendoakan mu agar kau dijauhkan dari kesulitan.. aku masih saja
mengkhawatirkanmu...bahkan saat aku mencoba sadar, kau tak lagi bisa
mempertahankan ku, kau telah kehilangan rasa yang pernah menggebu..
Seringkali aku masih menghibur diri bahwa yang kamu katakan
adalah bohong, yang kau katakan hanya usaha agar aku menyingkir, yang kau
katakan hanya karna kau terlalu takut untuk memperjuangkan aku...tapi sesering
aku menghibur diri, sesering itu aku disadarkan, kau tak seutuhnya berbohong...rasa
itu memang pernah redup, rasa itu memang pernah hambar...saat kau tak peduli
tentang diriku, saat kau sering mengalihkan pandanganmu, saat kau tak
bersemangat bersamaku, saat lelah dengan semua ocehanku, atau saat kau
membiarkanku saat berkata mudur..haaaah... sedikit sakit... tak apa... anggap
saja ini hanya gigitan kecil dari semut..(semut merah, yang jumlahnya 1000)..yaaa...
ingin tau rahasiaku, aku mengatakannya,berharap kau menahan dan mengucapkan
kata sayang..ya kata yang jarang skali kau katakan, bahkan dihari ulang
tahunku.. aku berharap mendengar kau menyayangi ku, dan menginginkan aku tetap
bersamamu..tapi lagi2 aku salah...aku harus menyadar...
Hei...aku tak marah kepadamu...untuk membenci, atau
berkurangnya prasaanpun tidak...kau tak salah... kau telah berusaha cukup
keras...aku bangga kepadamu...masih dengan tatapan bangga...aku tak akan
memaksamu untuk bertahan jika memang rasa itu yg mulai pudar, dan jika
alasannya rasa aku juga akan berhenti berjuang...aku tak bisa memperjuangkan
sesuatu yang bukan kuasa ku...jika itu tentang jarak, keadaan, emosi, restu, takut,
kondisi, selagi aku bisa menghadapi akan aku hadapi...tapi jika tembok adalah
rasa aku seperti kehabisan cara... hati itu milik mu, tapi tuhan yang mengatur
dan kau yang menumbuhkannya, itulah alasan knapa aku tak bisa berbuat apa2...kau
lagi2 tak salah...
WAJAR SAJA... WALAU katanya kau terbiasa dengan jarak...
tapi aku paham betul, ini diluar keterbiasaanmu... jika biasanya 3 atau 6 bulan
kalian bisa saling bertemu, tidak dengan ku...bahkan sejak awal
perkenalan...sejak 1 tahun 5 bulan LALU..sejak
kita belum sebagai siapa2...wajar saja rasa itu pudar...aku juga pernah merasa
bosan, tapi setidaknya aku menjujurkan itu kepada mu, dan kmudian rasa itu
tumbuh kembali..lagi2 tak ada yang bisa disalahkan..
Dari sini aku akan selalu bangga padamu, dengan doa disela
kekhawatiran ku...
Tentang kesehatanmu, kebiasaan bangunmu,ibadah mu, tentang
tanggung jawabmu, keluargamu, smua hal biasanya kaupikirkan...Ini bukan doa
seorang perempuan patah hati, ini doa seorang teman yang ingin memotivasi
temannya...tak lebih ... kau bisa mempercayaiku...
Jika suatu hari kau tak temui tempat untuk berbicara, kamu
masih bisa mempercayaiku...atau tentang sahabatmu, aku tak akan mengambilnya
dari mu... kau masih bisa bersamanya...
Ingatkah???
Saat aku pernah katakan... “jarak hanya jebakan, jauh atau
dekat tetap saja ditentukan perasaan”
Hmmm... kita berhasil mencicipi..dan kita berhenti berjuang
saat yang pudar adalah perasaan...
Tadi kulihat kau mengutip sebaris lagu..ntah kenapa, aku
hancur...berharap itu untuk ku...tapi lagi2 aku menyadar... bukan...kau telah
memudar...jika harus mengutip itu hanya karna kau ingin, atau bukan tertuju
pada ku..media sosial, yang dituju A, yang ngerasa bisa banyak..aku sadar..
aku percaya... Tuhan punya rencana...saat menghilangkan rasa
yang tumbuh, atau menumbuhkan rasa yang hilang.. hidup kita belum berakhir...
sgala kemungkinan masih bisa terjadi..
aku menerima, mungkin Tuhan sedang menegur agar aku terus
memperbaiki diri...bisa saja tuhan menulis namamu dibuku ku...bisa juga
tidak...
aku hanya harus percaya kuasa Nya..
menjadi sempurna memang bukan keahlianku...
jika lebihku tak membuat seseorang cukup, semoga suatu hari
ganjilku membuat seseorang genap...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar