Rabu, 27 Desember 2017

HEI, APA KABAR



Hei.....
“Apa kabar??? “ ...Kata yang ingin ku tau jawabnya dari mu... kata yang selalu membuatku lemah dihadapan mu, dihadapan semua orang yang memandangku tak lebih dari seseorang yang menyedihkan...
Aku tak menanyakannya, karna ternyata kau telah beri jawaban, jauh sebelum hari ini.... aku gagal membaca bahasa isyarat yang kau beri...bahkan aku gagal membaca kata pamit dari mu...mungkin tidak gagal, aku hanya terlambat menegaskan untuk menyadarkan diri...

Tenanglah, tak apa... sedikitpun aku tak menyalahkanmu, tak membencimu, atau mencari2 kesalahanku, agar menjadi alasan untuk berakhirnya yang kita jalani...menyalahkan ruang, waktu, keadaan, jarak, kamu atau aku, TIDAK..SAMA SEKALI TIDAK... aku percaya, apapun itu, sudah ada campur tangan Tuhan didalamnya... aku tak tau, apakah mudah atau tetap saja sulit bagi mu, bahkan ketika perasaanmu “telah memudar”... yaaa harusnya ini berjalan lebih mulus bagi mu..harusnya..haaah seharusnya iya, tapi aku masih mendoakan mu agar kau dijauhkan dari kesulitan.. aku masih saja mengkhawatirkanmu...bahkan saat aku mencoba sadar, kau tak lagi bisa mempertahankan ku, kau telah kehilangan rasa yang pernah menggebu..

Seringkali aku masih menghibur diri bahwa yang kamu katakan adalah bohong, yang kau katakan hanya usaha agar aku menyingkir, yang kau katakan hanya karna kau terlalu takut untuk memperjuangkan aku...tapi sesering aku menghibur diri, sesering itu aku disadarkan, kau tak seutuhnya berbohong...rasa itu memang pernah redup, rasa itu memang pernah hambar...saat kau tak peduli tentang diriku, saat kau sering mengalihkan pandanganmu, saat kau tak bersemangat bersamaku, saat lelah dengan semua ocehanku, atau saat kau membiarkanku saat berkata mudur..haaaah... sedikit sakit... tak apa... anggap saja ini hanya gigitan kecil dari semut..(semut merah, yang jumlahnya 1000)..yaaa... ingin tau rahasiaku, aku mengatakannya,berharap kau menahan dan mengucapkan kata sayang..ya kata yang jarang skali kau katakan, bahkan dihari ulang tahunku.. aku berharap mendengar kau menyayangi ku, dan menginginkan aku tetap bersamamu..tapi lagi2 aku salah...aku harus menyadar...

Hei...aku tak marah kepadamu...untuk membenci, atau berkurangnya prasaanpun tidak...kau tak salah... kau telah berusaha cukup keras...aku bangga kepadamu...masih dengan tatapan bangga...aku tak akan memaksamu untuk bertahan jika memang rasa itu yg mulai pudar, dan jika alasannya rasa aku juga akan berhenti berjuang...aku tak bisa memperjuangkan sesuatu yang bukan kuasa ku...jika itu tentang jarak, keadaan, emosi, restu, takut, kondisi, selagi aku bisa menghadapi akan aku hadapi...tapi jika tembok adalah rasa aku seperti kehabisan cara... hati itu milik mu, tapi tuhan yang mengatur dan kau yang menumbuhkannya, itulah alasan knapa aku tak bisa berbuat apa2...kau lagi2 tak salah...
WAJAR SAJA... WALAU katanya kau terbiasa dengan jarak... tapi aku paham betul, ini diluar keterbiasaanmu... jika biasanya 3 atau 6 bulan kalian bisa saling bertemu, tidak dengan ku...bahkan sejak awal perkenalan...sejak  1 tahun 5 bulan LALU..sejak kita belum sebagai siapa2...wajar saja rasa itu pudar...aku juga pernah merasa bosan, tapi setidaknya aku menjujurkan itu kepada mu, dan kmudian rasa itu tumbuh kembali..lagi2 tak ada yang bisa disalahkan..

Dari sini aku akan selalu bangga padamu, dengan doa disela kekhawatiran ku...
Tentang kesehatanmu, kebiasaan bangunmu,ibadah mu, tentang tanggung jawabmu, keluargamu, smua hal biasanya kaupikirkan...Ini bukan doa seorang perempuan patah hati, ini doa seorang teman yang ingin memotivasi temannya...tak lebih ... kau bisa mempercayaiku...
Jika suatu hari kau tak temui tempat untuk berbicara, kamu masih bisa mempercayaiku...atau tentang sahabatmu, aku tak akan mengambilnya dari mu... kau masih bisa bersamanya...

Ingatkah???
Saat aku pernah katakan... “jarak hanya jebakan, jauh atau dekat tetap saja ditentukan perasaan”
Hmmm... kita berhasil mencicipi..dan kita berhenti berjuang saat yang pudar adalah perasaan...

Tadi kulihat kau mengutip sebaris lagu..ntah kenapa, aku hancur...berharap itu untuk ku...tapi lagi2 aku menyadar... bukan...kau telah memudar...jika harus mengutip itu hanya karna kau ingin, atau bukan tertuju pada ku..media sosial, yang dituju A, yang ngerasa bisa banyak..aku sadar..

aku percaya... Tuhan punya rencana...saat menghilangkan rasa yang tumbuh, atau menumbuhkan rasa yang hilang.. hidup kita belum berakhir... sgala kemungkinan masih bisa terjadi..
aku menerima, mungkin Tuhan sedang menegur agar aku terus memperbaiki diri...bisa saja tuhan menulis namamu dibuku ku...bisa juga tidak...
aku hanya harus percaya kuasa Nya..

menjadi sempurna memang bukan keahlianku...
jika lebihku tak membuat seseorang cukup, semoga suatu hari ganjilku membuat seseorang genap...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar