Sabtu, 16 Januari 2016

HD LOVE



Hal biasa jika saya harus menghadapi suatu moment, dimana cara pandang saya mempertanyakan banyak hal kepada diri... sering kali saya kewalahan, memutar otak, bahkan seringkali saya memutuskan untuk tidak berfikir...

Hah.... kadang saya masih melakukan banyak hal konyol... kadang rasanya saya ngerasa gagal untuk mendewasa... dari banyak hal yang membuat saya konyol, maka hal terindah yang membuat saya tidak mempedulikannya adalah cinta... kadang saya bosan untuk membahas, memikirkan atau menyelidik... tapi kali ini beda, karna ini bukan tentang saya, ini tentang mereka yang sukses menemukan level tertinggi dari definisi cinta..

Beberapa kali saya jatuh cinta, namun beberapa kali juga saya kecewa lalu patah hati... bersedih, kemudian jatuh cinta lagi membuat saya sukses melupakan kesedihan yang awal, walaupun tetap ujung2nya kecewa lagi(namanya juga masih usia labil tante)...  x_x namun hal tersebut bergerak, berputar, membentuk rantai tersendiri, dan kemudian saya sadar, saya belum mengerti seutuhnya tentang cinta..

Kemudian saya berfikir tentang level tertinggi dari cinta...
Saya berfikir tentang ribuan pasangan yang sukses hidup bersama hingga mereka tua..saya berfikir tentang berapa banyak ego yang telah mereka lalui, saya memikirkan tentang pertengkaran hebat seperti apa yang pernah mereka perjuangkan, saya berfikir tentang bagaimana mereka memaafkan dari kecewa yang mendalam, dan alasan apa yang membuat mereka memutihkan rambut bersama?? Saya yakin, bumbu2 seperti ini setidaknya telah mereka cicipi... hanya saja mereka pintar menakar, hingga semua terasa sempurna..

Haah... saya...
Saya masih berada jauh dari level mereka yang telah mengkerut bersama, saya masih jauh dibawah level dari mereka menua bersama... tapi yang saya tau, cinta level tertinggi akan tetap bersama walaupun mereka memiliki semua alasan untuk saling menjauh..mereka memilih tetap bersama bahkan saat mereka menginginkan untuk saling tidak mentap dalam emosi..

Yaaa... itulah cinta level tertinggi... bukan karna status pernikahan, tapi karna semua komitmen yang membuat mereka terbiasa bersama dan mengabaikan semua pilihan... mereka bisa saja memudar dalam emosi, tapi mereka terlanjur terbiasa melewati fase keriput bersama...

Kamis, 07 Januari 2016

2016, AYO MANASIN OTAK...



Ini adalah hari ke 7 di 2016...
Hari ke 7 dan minat saya untuk ngeblog semakin ngedrop...hari ke 7 dan kemampuan saya untuk berbagi semakin menurun, hari ke 7 dan saya maksa-maksain ngetik sesuatu biar kata2 saya nggak jadi baku..harus di akui unsur cinta dalam menulis memberi pengaruh besar... ntah itu cinta kepada tuhan, keluarga, cinta sebagai fans,  indahnya persahabat, lingkungan, cinta piaraan, mengagumi, membenci...yaaa semua memberi pengaruh besar...dan saat kamu tak ingin memikirkan satupun perlahan minat menulis jadi ngedown drastis....

Banyak hal yang berbeda dari tahun sebelumnya... nggak ada perayaan awal tahun*(boro2 perayaan habis makan malam ketiduran diruang tv, *jangan heran kalau seringkali berat badan saya labil), nggak ada tulisan2 konyol pembuka tahun, nggak ada resolusi2 yang tertata rapi, nggak ada traveling awal tahun...hey.... rasanya gamang sekali 2016... rasanya seperti nggak punya persiapan ..luntang lantung...suraaam..

Tapi, bukan berarti saya akan ngejudge tahun ini akan sulit, bukan berarti saya akan memberi puluhan tinta merah pada kalender, dan bukan berarti saya tidak menyukai tahun ini...
Entah kenapa, saya menyukai angka 2016...2016, look!! angka yang membuat tahun ini menjadi tahun kabisat yang mempunyai 29 hari di februari, yang hanya terjadi sekali dalam kurun 4 tahun, yang memberi kesempatan beberapa orang merasakan ulang tahunnya di 29 februari sekali dalam 4 tahun..

 Entah kenapa saya menyukai angka 2016,..angka yang menurut saya senada dengan tanggal lahir saya...hmmm setidaknya angka itu akan cantik menurut saya... yaaa walaupun agak maksa.... *ups...

Entah kenapa saya menyukai 2016...walaupun saya belum tau kedepannya seperti apa, walaupun tahun ini diawali dengan kegamangan, walaupun saya tidak menemukan kembang api sampai detik ini, walaupun saya belum menemukan hal yang menarik hingga hari ini, walaupun saya nggak punya resolusi buat tahun ini, dan walaupun walaupun lainnya yang kalau di ketik bakal jadi skripsi... ehk...

Kamu tau....??
Yang saya sedang usahakan hanya menghadapi tahun ini... entah akan bagaimana...nggak peduli mau kamu bakal pura2 pingsan, pura2 mati, atau beneran sekalipun tahun ini akan tetap berjalan.... menjalani dan melalui...saya yakin akan banyak cahaya yang akan melebihi indahnya cahaya kembang api yang tidak sempat saya lihat....setidaknya saya mengawalinya dengan yakin...

Harapan, angan, impian... TENTUNYA banyak sekali... hanya saja kali ini saya lebih memilih menulisnya disini..
DISANUBARI....

Minggu, 03 Januari 2016

YANG KUSEBUT...

BY.Rizka Afdhilla
Untuk ribuan kata yang pernah ku tuliskan untuknya,
Untuk ribuan kata yang pernah ku lukiskan untuknya,
Harus ku akui kalau dia tampak hina,
Harus ku akui dia tampak brengsek..

Namun bukan berarti aku menyesali keberadaannya
Bukan berarti aku memungkiri setiap alunan alurnya..
Meski sering kali aku mengutuk hadirnya..
Namun tak sepenuhnya..

Tak seepenuhnya dia kejam,
 Tak sepenuhnya dia hina dan memalukan..
Dan tak sepenuhnya dia brengsek...

Dia mengikat setiap tawa,
Dia memperkokoh setiap doa,
Membuat ku mampu tertunduk dan menengadahkan tangan.

jujur..
kadang rasanya sialan..
saat dia hadir dalam tawa,
saat dia bergema saat hening,
menghantui seperti mendung,
menakuti seperti badai,
dia menggulung bersama angin..
memporak porandakan angan..
hadir semaunya di siang maupun malam
membuat tamparan kuat yang mengisakkan air mata

namun...
kadang rasanya luar biasa dan penuh syukur..
saat matahari menampakkan jingganya setelah hujan
menyirapkan senyum penuh udara segar

menbencinya ??
melaknatnya??
Entahlah...
Karna kadang aku belajar bersamanya...

Bukan karna aku mencintainya..
Bukan karna dia mampu membuatku memikirkannya
Atau bersabar dalam apapun bentuknya
Tapi karna dia..

Dialah

Dia yang kusebut
 .
.
.
COBAAN TUHAN