Sabtu, 22 Juli 2017

KARNA BERTAHAN HANYA MEMPERDALAM LUKA.. IKLAS!!



Kau tau apa yang paling menyakitkan dari patah hati??
Bukan kepergiannya, bukan ketiadaan dia, bukan juga adanya penghianatan... yang paling menyakitkan dari patah hati adalah “harapan”. Harapan kalau semua nggak benar2 terjadi, harapan kalau dia akan kembali, harapan kalau dia akan mengerti, harapan kalau semua masih bisa diperbaiki... yaaa, ketidak sesuaian harapan dan kenyataan, ekspektasi-ekspektasi yang ternyata berbeda, membuat seseorang mencari-cari alasan mengapa hatinya hancur... itulah mengapa, saat adanya tragedi yang sama, seseorang akan merasakan sesak yang berbeda.... (nb:keterangan tersebut berdasarkan unsur kebaperan penulis, jika ada kalimat yang tidak sesuai harap dimaklumi)

Well... hari ini lagi2 saya akan bercerita tentang patah hati... tapi bukan lagi tentang saya yang guling2, ngesot-ngesot, dan mengeluarkan raungan panjang saat patah hati...
Ini tentang satu dari teman saya, yang secara khilaf menceritakan pahitnya getir getir kehidupan, tajamnya puing2 kehancuran yang dia alami... #hedeeeeh... *maaf permisah....sebut saja “brodur”... begitu saya lebih akrab memanggilnya... seorang teman yang secara terpaksa (sesekali nyombong)saya akui karena kami pernah menduduki salahsatu kelas yang sama pada saat SMP... dan jangan tanya SMP yang mana karna saya secara tidak sengaja menduduki beberapa kelas di skolah yang berbeda pada saat SMP...itulah mengapa kadang saya hanya bengong saat disapa karna ternyata teman yang mengenal saya lebih banyak dari apa yang saya kenal (dengan kata lain tidak sengaja terkenal)...

Kembali ke brodur.... brodur bagian dari siswa berprestasi disekolah.. namanya cukup populer dikalangan guru dan teman...pertemanan kami.... kami (mungkin saya) tidak berbicara banyak, yaaa karna mungkin saya memang bisa dibilang siswi cupu pada masanya..tapi tulisan kali ini bukan tentang betapa populernya brodur.... karna ini tentang bagaimana remuknya brodur...

Beberapa hari yang lalu brodur menelfon saya, dengan nafas yang sesak, dan suara gemetar, dia bercerita dengan sisa kekuatan yang dia miliki setelah ditinggal dia... yaaa dia... sebut saja namanya “sinar”..
Saya tidak begitu ingat persis bagai mana brodur dan sinar memulai cinta mereka.. yang saya tau sampai sejauh ini dia berjuang dengan luar biasa, dan jika sinar harus disirnakan dari hatinya maka tak ada yang patut menjadi penyesalan... karna dia telah melakukan tugasnya dengan baik.

Dengan isak yang tercekat, saya menyadari dia sedang dalam usaha pengiklasan yang luar biasa.dia tengah berada dimasa lalu, fikirannya menerawang semua adegan-adegan sedang terputar bagai film dimemorinya. Yang saya lakukan, membiarkan dan mendengarkan... karna setiap yang dia ingat perlahan akan dilepas saat diucapkan..

Dengan nafas yang masih sesak, adegan demi adegan dia jelaskan..bagaimana momen dia menyatakan perasaannya di musola sekolah. rasa degdegan, khawatir, dan takut menyatu... tapi dia telah melaluinya... dia juga bercerita tentang kado untuk sinar, yang menjadi kado publik... bagaimana hal yang seharusnya bersifat tersembunyi menjadi kocak... dan bagaimana tentang keputusan mereka untuk mengakhiri status mereka saat melanjutkan jenjang SMA..

Brodur dan sinar sempat melepas status mereka ketika dipisahkan sekolah..hmmm setidaknya sesaknya tidak sesakit ini, mungkin karna teman yang masih disisi, atau memang karna mereka belum berjalan cukup lama... tapi bukan berarti perasaannya pada sinar, sirna begitu saja.sinar tetap saja masih menjadi sosok yang mengalihkannya... hebatnya, brodur lebih memilih menyimpannya, menyembunyikannya, dan menimbunnya...menimbunnya dalam-dalam membuat perasaannya semakin lama semakin kuat... mungkin perasaannya bisa diibaratkan seperti intan... yaa intan terbaik berasal dari tekanan kuat, tertimbun dalam, dan dalam waktu lama...mungkin seperti itu dalam bayangan saya...

Mengusik, mengganggu, apalagi menerobos kehidupan sinar, tak pernah dilakukannya... dia hanya menyimpan dan memperhatikan dari jauh.. beberapa kali dia bertanya tentang kabar sinar pada sahabatnya. Dan sering kali jawaban pahit yang harus ditelannya...kalimat tentang betapa tidak sudi sinar mendengar namanya membuat brodur slalu mengurungkan perasaannya... prasaan minder perlahan menghantui..
Tapi apakah brodur membencinya?? Mengutuknya?? Tidaaak
Perasaannya membuat dia tuli...setiap hari dia memperhatikan sinar keluar dari rumahnya untuk berangkat sekolah, dia hapal betul kapan sinar keluar dari rumahnya... mungkin terdengar drama, tapi brodur memilih jalannya..yang dia tau, melihat dari jauh dan menyembunyikan diri lebih baik baginya..
Dan hari2 pada masa SMA masih untuk mengaguminya...

Gila memang, tapi selalu saja kampret yang disebut cinta membuat manusia didunia menjadi tak logis..
Tapi bukan itu yang membuat dia hancur berantakan saat ini...singkat cerita, semasa kuliah brodur dan sinar memutuskan untuk kembali bersama..selama pacaran brodur tidak cukup rasional untuk pengorbanan... materi, waktu, atau perasaan...dan bodohnya, brodur merenggangkan lingkungannya... teman, sahabat,termasuk keluarga..
Lalu yang terjadi apa... ?? sinar memutuskan untuk mengakhirinya beberapa waktu setelah kuliah..dengan alasan sinar ingin memulai dengan yang baru, dan berharap brodur tak kemana...
Haa??? What the .....
Ini ga adil... ini bukan cinta... ini bukan perasaan....
Jika cinta apapun yang terjadi maka dia akan bertahan... jika cinta dia akan bersikap saling menjaga...
Bukan datang dan pergi semaunya...
Dia hancur??? Sangaaat... dia sangat hancur..
 Dia lebih hancur lagi saat dilepas dengan makian, dengan cacian... dia lebih hancur lagi saat ternyata mudah baginya menemukan yang baru, dan dia benar2 berantakan saat menyadari keluarga dan teman yang seharusnya menjadi sandaran dan tempat pulangnya sempat dia korbankan...
Wajar dia menyerah, bahkan dia pernah berfikir mengakhiri hidupnya...
Apa lagi...??dia merelakan harga dirinya, tapi dia diinjak...untuk kembali kpada sahabatnya?? Dia belum punya cukup mental..

Haaaah... sudahlaaah...
Teruntuk kamu brodur..
Tegakkan kepalamu, kuatkan diri dan hatimu... berhentilah menangisi yang sudah ditakdirkan Tuhan. Karna apapun yang terjadi adalah atas izinnya... ingat, bahkan sehelai daunpun hanya akan jatuh atas izinNya...maka berhentilah menyesali takdir..Tuhan yang mengizinkan dia pergi untuk melepas kamu... mungkin itu cara Tuhan mengajari kamu bagaimana cara bangkit, Tuhan sedang mengajari kamu bahwa rasa sakit tidak selalu mematikan, beberapa sakit tercipta untuk menguatkan. Berhenti mencari-cari kesalahan diri, berhenti hidup dengan kata “kalau saja”..karna smua sudah ada diskenario Tuhan.

Jangan menyesali apapun, siapapun...nggak ada yang namanya kekasih idaman yang mutlak... cinta bukan ilmu pasti... nggak bisa diukur kaya matematika yang dari adam sampai akhir jaman 1+1=2...cinta itu relatif dan ga bisa diukur... kamu masih bisa jatuh cinta dimanapun, kapanpun dan pada siapapun yang nggak kamu duga.. hidup belum berakhir untuk berharap sebuah pengakhiran..

Cinta itu nggak mandang siapa kamu atau bentuk fisik... jadi jangan pernah mider atau berfikir cinta tentang siapa yang tertampan... bibit, bebet, bobot, hanya acuan untuk mempermudah seseorang memilih pasangan, tapi percayalah kampret yang disebut cinta selalu membutakannya.percuma kamu perjuangin seseorang yang sesuai bibit bebet bobot tapi dia nggak mau sama kamu.. nggak tulus sama kamu, dan hatinya tak pernah utuh bersamamu.. tulus bukan tentang materi, fisik, atau keadaan... tulus menerima tanpa syarat...

Sudahlah... bertahan yang akan mempersulit keadaanmu, bertahan yang membuat lukamu makin dalam... lepaskanlah... biarkan setiap luka menemui obatnya

Sekarang tugasmu memperjuangkan semua yang sempat kau tinggalkan... teman, sahabat, dan keluarga yang sempat terlupakan... temanmu?? Teman tidak akan meninggalkan temannya... percayalah, seburuk apapun, teman selalu punya maaf untuk sebuah pengakuan.. dia tak akan membiarkanmu..cari dan hubungi mereka...