Kau tau apa yang paling menyakitkan dari patah hati??
Bukan kepergiannya, bukan ketiadaan dia, bukan juga adanya
penghianatan... yang paling menyakitkan dari patah hati adalah “harapan”.
Harapan kalau semua nggak benar2 terjadi, harapan kalau dia akan kembali,
harapan kalau dia akan mengerti, harapan kalau semua masih bisa diperbaiki...
yaaa, ketidak sesuaian harapan dan kenyataan, ekspektasi-ekspektasi yang
ternyata berbeda, membuat seseorang mencari-cari alasan mengapa hatinya
hancur... itulah mengapa, saat adanya tragedi yang sama, seseorang akan
merasakan sesak yang berbeda.... (nb:keterangan tersebut berdasarkan unsur
kebaperan penulis, jika ada kalimat yang tidak sesuai harap dimaklumi)
Well... hari ini lagi2 saya akan bercerita tentang patah
hati... tapi bukan lagi tentang saya yang guling2, ngesot-ngesot, dan
mengeluarkan raungan panjang saat patah hati...
Ini tentang satu dari teman saya, yang secara khilaf
menceritakan pahitnya getir getir kehidupan, tajamnya puing2 kehancuran yang
dia alami... #hedeeeeh... *maaf permisah....sebut saja “brodur”... begitu saya
lebih akrab memanggilnya... seorang teman yang secara terpaksa (sesekali
nyombong)saya akui karena kami pernah menduduki salahsatu kelas yang sama pada
saat SMP... dan jangan tanya SMP yang mana karna saya secara tidak sengaja
menduduki beberapa kelas di skolah yang berbeda pada saat SMP...itulah mengapa
kadang saya hanya bengong saat disapa karna ternyata teman yang mengenal saya
lebih banyak dari apa yang saya kenal (dengan kata lain tidak sengaja
terkenal)...
Kembali ke brodur.... brodur bagian dari siswa berprestasi
disekolah.. namanya cukup populer dikalangan guru dan teman...pertemanan
kami.... kami (mungkin saya) tidak berbicara banyak, yaaa karna mungkin
saya memang bisa dibilang siswi cupu pada masanya..tapi tulisan kali ini
bukan tentang betapa populernya brodur.... karna ini tentang bagaimana remuknya
brodur...
Beberapa hari yang lalu brodur menelfon saya, dengan nafas
yang sesak, dan suara gemetar, dia bercerita dengan sisa kekuatan yang dia
miliki setelah ditinggal dia... yaaa dia... sebut saja namanya “sinar”..
Saya tidak begitu ingat persis bagai mana brodur dan sinar
memulai cinta mereka.. yang saya tau sampai sejauh ini dia berjuang dengan luar
biasa, dan jika sinar harus disirnakan dari hatinya maka tak ada yang patut
menjadi penyesalan... karna dia telah melakukan tugasnya dengan baik.
Dengan isak yang tercekat, saya menyadari dia sedang dalam
usaha pengiklasan yang luar biasa.dia tengah berada dimasa lalu, fikirannya
menerawang semua adegan-adegan sedang terputar bagai film dimemorinya. Yang
saya lakukan, membiarkan dan mendengarkan... karna setiap yang dia ingat
perlahan akan dilepas saat diucapkan..
Dengan nafas yang masih sesak, adegan demi adegan dia
jelaskan..bagaimana momen dia menyatakan perasaannya di musola sekolah. rasa
degdegan, khawatir, dan takut menyatu... tapi dia telah melaluinya... dia juga
bercerita tentang kado untuk sinar, yang menjadi kado publik... bagaimana hal
yang seharusnya bersifat tersembunyi menjadi kocak... dan bagaimana tentang
keputusan mereka untuk mengakhiri status mereka saat melanjutkan jenjang SMA..
Brodur dan sinar sempat melepas status mereka ketika
dipisahkan sekolah..hmmm setidaknya sesaknya tidak sesakit ini, mungkin karna
teman yang masih disisi, atau memang karna mereka belum berjalan cukup lama...
tapi bukan berarti perasaannya pada sinar, sirna begitu saja.sinar tetap saja
masih menjadi sosok yang mengalihkannya... hebatnya, brodur lebih memilih
menyimpannya, menyembunyikannya, dan menimbunnya...menimbunnya dalam-dalam
membuat perasaannya semakin lama semakin kuat... mungkin perasaannya bisa
diibaratkan seperti intan... yaa intan terbaik berasal dari tekanan kuat,
tertimbun dalam, dan dalam waktu lama...mungkin seperti itu dalam bayangan
saya...
Mengusik, mengganggu, apalagi menerobos kehidupan sinar, tak
pernah dilakukannya... dia hanya menyimpan dan memperhatikan dari jauh..
beberapa kali dia bertanya tentang kabar sinar pada sahabatnya. Dan sering kali
jawaban pahit yang harus ditelannya...kalimat tentang betapa tidak sudi sinar
mendengar namanya membuat brodur slalu mengurungkan perasaannya... prasaan
minder perlahan menghantui..
Tapi apakah brodur membencinya?? Mengutuknya?? Tidaaak
Perasaannya membuat dia tuli...setiap hari dia memperhatikan
sinar keluar dari rumahnya untuk berangkat sekolah, dia hapal betul kapan sinar
keluar dari rumahnya... mungkin terdengar drama, tapi brodur memilih
jalannya..yang dia tau, melihat dari jauh dan menyembunyikan diri lebih baik
baginya..
Dan hari2 pada masa SMA masih untuk mengaguminya...
Gila memang, tapi selalu saja kampret yang disebut cinta
membuat manusia didunia menjadi tak logis..
Tapi bukan itu yang membuat dia hancur berantakan saat
ini...singkat cerita, semasa kuliah brodur dan sinar memutuskan untuk kembali
bersama..selama pacaran brodur tidak cukup rasional untuk pengorbanan...
materi, waktu, atau perasaan...dan bodohnya, brodur merenggangkan lingkungannya...
teman, sahabat,termasuk keluarga..
Lalu yang terjadi apa... ?? sinar memutuskan untuk
mengakhirinya beberapa waktu setelah kuliah..dengan alasan sinar ingin memulai
dengan yang baru, dan berharap brodur tak kemana...
Haa??? What the .....
Ini ga adil... ini bukan cinta... ini bukan perasaan....
Jika cinta apapun yang terjadi maka dia akan bertahan...
jika cinta dia akan bersikap saling menjaga...
Bukan datang dan pergi semaunya...
Dia hancur??? Sangaaat... dia sangat hancur..
Dia lebih hancur lagi
saat dilepas dengan makian, dengan cacian... dia lebih hancur lagi saat ternyata
mudah baginya menemukan yang baru, dan dia benar2 berantakan saat menyadari
keluarga dan teman yang seharusnya menjadi sandaran dan tempat pulangnya sempat
dia korbankan...
Wajar dia menyerah, bahkan dia pernah berfikir mengakhiri
hidupnya...
Apa lagi...??dia merelakan harga dirinya, tapi dia
diinjak...untuk kembali kpada sahabatnya?? Dia belum punya cukup mental..
Haaaah... sudahlaaah...
Teruntuk kamu brodur..
Tegakkan kepalamu, kuatkan diri dan hatimu... berhentilah
menangisi yang sudah ditakdirkan Tuhan. Karna apapun yang terjadi adalah atas
izinnya... ingat, bahkan sehelai daunpun hanya akan jatuh atas izinNya...maka
berhentilah menyesali takdir..Tuhan yang mengizinkan dia pergi untuk melepas
kamu... mungkin itu cara Tuhan mengajari kamu bagaimana cara bangkit, Tuhan
sedang mengajari kamu bahwa rasa sakit tidak selalu mematikan, beberapa sakit
tercipta untuk menguatkan. Berhenti mencari-cari kesalahan diri, berhenti hidup
dengan kata “kalau saja”..karna smua sudah ada diskenario Tuhan.
Jangan menyesali apapun, siapapun...nggak ada yang namanya
kekasih idaman yang mutlak... cinta bukan ilmu pasti... nggak bisa diukur kaya
matematika yang dari adam sampai akhir jaman 1+1=2...cinta itu relatif dan ga
bisa diukur... kamu masih bisa jatuh cinta dimanapun, kapanpun dan pada
siapapun yang nggak kamu duga.. hidup belum berakhir untuk berharap sebuah
pengakhiran..
Cinta itu nggak mandang siapa kamu atau bentuk fisik... jadi
jangan pernah mider atau berfikir cinta tentang siapa yang tertampan... bibit,
bebet, bobot, hanya acuan untuk mempermudah seseorang memilih pasangan, tapi
percayalah kampret yang disebut cinta selalu membutakannya.percuma kamu
perjuangin seseorang yang sesuai bibit bebet bobot tapi dia nggak mau sama
kamu.. nggak tulus sama kamu, dan hatinya tak pernah utuh bersamamu.. tulus
bukan tentang materi, fisik, atau keadaan... tulus menerima tanpa syarat...
Sudahlah... bertahan yang akan mempersulit keadaanmu,
bertahan yang membuat lukamu makin dalam... lepaskanlah... biarkan setiap luka
menemui obatnya
Sekarang tugasmu memperjuangkan semua yang sempat kau
tinggalkan... teman, sahabat, dan keluarga yang sempat terlupakan... temanmu??
Teman tidak akan meninggalkan temannya... percayalah, seburuk apapun, teman
selalu punya maaf untuk sebuah pengakuan.. dia tak akan membiarkanmu..cari dan
hubungi mereka...