hey pak tua...
aku tau rona mu penuh khawatir....aku tau, kau cemburu...mereka
mengusikmu..
iyaaa... putri kecilmu ternyata tak mungil lagi, walaupun
faktanya dimatamu semua akan sama, tak ada yang berbeda, putri mu masih saja
manja yang kau banggakan... hahaha
tak apa... aku yakin, putrimu tak akan pernah menolak cinta
mu...dia akan tetap menjadi gadis yang selalu menentang mereda ego mu...sikeras
kepala yang sukar kau patahkan, atau
lembut yang kadang kau dengarkan...
iya... karna dia adalah aku...
aku tau, kau hanya sedang menguji bagaimana putri mu
diperjuangkan kan?? Tapi taukah?? Pejuang terbaik ku masih saja kamu.. dan aku
juga masih tau, penakluk terbaikmu masih saja aku... maka secara otomatis
pesaing lelaki yang mendekatiku adalah aku...yaaa diri ku sendiri...bersaing denganku untuk merebut perhatianmu, dan ini membuat persaingan lebih
sulit...
kau takut tentang sesiapa yang akan mempertanggung
jawabkanku dihadapan Tuhan mu..sebut saja caramu romantis, karna tak mudah
memahami unsurmu...
untuk apapun kemungkinan yang terjadi, aku akan tetap terus
memperbaiki diriku dihadapan tuhan ku... akan tetap menjalankan perintahnya
sebaik2 nya... dan aku tak akan menghianati mu...ridhomu adalah ridho
Tuhanku...jika suatu hari ada yang benar2 memperjuangkanku aku yakin itu akan
terjadi karnaNYA...semoga putri mu dicintai karna Allah...
tenanglah pak tua....
kau beruntung ....putrimu memahami mu...
karna itu dia selalu merengekkan panggilan untuk mu, “papa”...