Selasa, 12 Juli 2016

LEBARAN RASA HOROR



2016... tahun dimana lebaran semakin berasa horornya...
Ini bukan sekedar tentang nggak ada baju lebaran tahun ini, bukan sekedar tentang semakin menipisnya THR karna faktor usia, atau tentang ngebabu beresin rumah sebelum lebaran...

Ini pedih kawaan....
Gadis belia yang terbiasa menyunggingkan senyum sumringahnya menyambut lebaran hari ini telah menjelma menjadi gadis yang sedang di buru fampir, yang sebisa mungkin nahan napas, bersembunyi dikolong meja, dibawah kasur, dalam lemari, dibelakang pintu, dikolong jembatan hanya demi *sesuap nasi eh biar agar supaya  fampir nggak ngendus keberadaan dia.. (dari gaya bahasanya, kebayangkan paitnya??) atau berasa kayak tikus yang tidak berdaya dikejar predator2 berbahaya... kadang dikejar kucing, kadang di lilit ular... hiks :’(

Abaikan lebaynya ya... hahaha
Ok...fine.....
Ya, lebaran kali ini agak beda... agak beda karna tema pembicaraan dr teman atau kluarga kali ini bukan lagi, “dapat THR berapa?? “Tapi bergeser dari garis normal membentuk setengah lingkaran, menjadi kata2 “ila kapan nikah??” (*pingsan dooong pingsaaan???bocoook ajaaaa..bacoook)*harusnya saya ngikut teman2 yang ngajak latihan pura2 kesurupan pas persiapan H-7 lebaran... katanya buat jaga2 kalau ditanya kapan nikah x_x

Bukan hanya teman2, obrolan di keluarga semakin menjadi2... dr keluarga inti sampai kekeluarga besar..
Yang bisa saya lakukan apa??? Tertwa...menggeleng... kata tidak...lariii...berpindah... terkepung....tidak berdaya... hahaha..
Jangan bayangkan pipi saya yang merona...karna yang ada panaaas...

Oke, semakin hari usia saya semakin rawan... dan saya menyadarinya..
Bukan mencoba untuk lari dari usia, hanya saja sulit untuk keep calm saat menyadari menjadi dewasa nggak mudah..oke, saya telah mendewasa... dan saya harus membijak melewatinya... pembicaraan tentang lelaki, agama, dan pekerjaan akan semakin sering dan semakin memusingkan...

Kamu tau??
Beberapa kali saya memperhatikan lelaki yang mendekat.. kadang saya ingin melihat, seberapa pantas saya untuk di perjuangkan, dan seberapa besar usaha mereka memperjuangkan...sebisa mungkin saya merubah hal2 buruk agar saya pantas untuk di perjuangkan,  tapi sering kali ada2 saja, yang membuat saya yakin “ini keliru”, dan membuat saya tau saya harus melangkah mundur sejenak..

Membingungkan ... tapi entah dengan hal yang disebut apa, saya akan bersikap setenang mungkin...