Apatis....
Sejauh ini....dan akhirnya apa??? Saya harus mengakui saya
menyerah dengan keapatisan saya...
Saya menyerah dengan semua perasaan tidak peduli saya...
menyerah saat pedrosa selalu memberi harapan2 lalu membatalkannya, dan saya
harus mulai melihat saat vinales menunjukkan usahanya.... #hahaha.... maaf
permirsa belum sadar... becandaaaa...
Oke oke,,... intermezo ..ehk...
Udah... jangan mellow... ini masih pagi.... cie cie ... oke
cukup....
Hari ini, saya nggak akan bahas tentang saya.... capek nggak
sih denger tentang saya... iya kan ya... .kali ini kita membahas sesuatu yang
lebih bersifat umum, yang lebih bersifat universal....yaaa... karna kali ini
saya akan membahas tentang rumah...
Rumah....
Suatu tempat yang
paling nyaman, tempat dimana kita bisa tidur dimana saja, tempat dimana kita
bisa mengekspresikan semaunya, tempat yang menjadi alasan kita pulang, tempat
yang memberikan kenyamanan luar biasa, tempat yang membiarkan kita tertidur
lelap saat banyaknya cobaan, memberi keteduhan, dan tempat itu selalu saja kita
sebut rumah...
Tapi, jauh sebelum manusia berkembang dengan kemajuan
teknologi dan pola fikir, manusia hidup secara primitif... hidup dijaman
purba... mereka hidup nomaden berpindah2 tempat... bagi mereka rumah adalah
tempat yang memberi kenyamanan sesaat, dan saat rumah mereka terancam binatang
buas, disaat rumah mereka dirasa tak nyaman lagi, yang mereka lakukan adalah
pergi mencari rumah yang baru, dan tak akan pernah tau tempat mereka kembali
yang sebenarnya... yaaa manusia primitif, yang berfikir untuk pergi, bukan
membangun rumahnya dengan baik agar aman, atau memperbaiki proteksi untuk
lingkungannya...
Yaaa rumah... sama saja dengan hati...suatu saat kita akan
menetapkan hati mana yang harus kita jadikan rumah...tempat untuk pulang
walaupun melangkah sejauh apapun... tempat yang selalu dirindukan saat
melangkah meninggalkannya... rumah bukan sekedar tentang objek... tapi rumah
adalah tentang kehidupan didalamnya...
Hebatnya, manusia modern sering kali berfikir primitif...
manusia yang katanya otaknya berkembang, memilih hidup purba... tidak semua,
tapi sering terjadi.... mereka sering kali hidup nomaden, berpindah dari satu
hati ke hati lainnya... berpindah saat hati yang lama mulai terancam... yang
katanya bersikap selektif, tapi berfikir primitif...
Okee.... kita hidup dijaman modern... dijaman otak, dan pola
fikir kita akan selalu berkembang... dijaman sebelum kita memilih membangun
rumah kita memilih lokasi, memikirkan kenyamanan, memikirkan keamanan, bentuk
bangunan, dan semua pritilan2 nya....dan saat rumah kita rusak, mungkin atap
yang bocor, dinding yang rusak, yang kita lakukan bukan pergi...hal pertama
yang kita lakukan adalah berfikir untuk memperbaiki...kita bukanlah manusia
primitif... lebih kritis laaaah...