Jumat, 13 Juli 2018

ALPHELION (HATI)



Saya suka langit...
tak peduli tentang hitam, biru atau jingganya.... yang saya tau kemanapun dimanapun langit bersama saya... apapun bintang penghiasnya, apapun sinar pantulannya, dan bagaimanapun awan dibawahnya, langit selalu menjadi sesuatu yang menarik...

percaya atau tidak, langit selalu menjadi objek yang menarik untuk dilihat. Saat rindu, takut, sakit, ataupun bahagia penuh syukur...untuk banyak alasan saya masih suka langit...  langit dan semua benda yang menghiasinya...

akhir-akhir ini marak sekali pembahasan tentang alphelion...kamu tau??
Bukan alphelible bintang tikt*k itu loh ya....*walaupun iya, pembahasan tentang alphelible lebih marak daripada alphelion.  Eh... hahaha ... Oke lupakan....
Alphelion itu  suatu titik dimana posisi bumi paling jauh dari matahari saat mengelilinginya. karna bumi tidak beredar dalam litasan berbentuk bulat tapi elips... masih ingat ini???
Haaaa.... kalau lupa juga gapapa... saya paham, memang pelajaran dimasa lalu kadang-kadang sering terkubur, karna dikuburnya barengan sama kenangan masa lalu...namanya juga sama-sama masa lalu... bedanya terkadang kamu ziarahin kenangan masa lalu tapi nggak ziarahin pelajaran masa lalunya...ehk... opps...
Hahaha...jangan baperlah kan ya kan...

Kembali ke topik...
Alphelion....
tanggal 6 juli kemaren bumi telah berada dititik ini... ga lama kok... sebentar saja... hanya saja dititik ini bumi ga akan sama, matahari mungkin ga akan sehangat biasanya, cuacapun juga tak seperti biasanya...bumi terasa lebih dingin..wajar saja, karna pusat kehangatannya juga ga sehangat biasa...ada adaptasi2 baru menghadapi cuacanya...

hmmm....tapi masalahnya bukan itu...karna tulisan ini tak akan pernah menarik tanpa rasa...(*bukan rasaku padamu, bukan juga rasa mengharapkanmu).. eeh.. maaf permisaaa..
 
kamu tau??? ternyata,  setiap kita, juga punya alphelion masing-masing....
Suatu titik terjauh dari objek yang kita sebut bintang... bedanya bintang yang kita temui belum tentu matahari...beberapa kali kita akan temui bintang yang salah, yang orbitnya tak selalu sama, dia menjauh lalu menghilang, kau hanya akan terdiam, awalnya berfikir dia hanya sedang berorbit lalu kembali, lama-lama kau akan sadar dia tak pernah akan kembali, kau mengitari bintang yang salah...
tapi percayalah, pada akhirnya kita bisa temui bintang yang tepat, yang kemudian kita sebut matahari yang walaupun akan berada dititik sejauh apapun dengan cuaca seekstrim apapun, perjalanan satu-satunya hanya  beredar pada orbit dan akan mendekat.. tak ada jalur lain, jalur lain hanya akan membuat benturan..

Haaaah... bapeeer permisaaaah....
Alphelion hati....
Suatu titik dimana hatiku dan hatimu sangat jauh... atau mungkin belum saling menemukan... dingiiin, dan kadang bisa membekukan...  cuacanya ekstrim... penuh kecewa, duka, penyesalan, dan kadang rindu yang tak karuan...  lucu memang ... tapi faktanya kamu adalah bagian dari semesta yang menghangatkan... ntah kamu siapa... ehk ....
Setidaknya ada percaya, yakin dan usaha...selebihnya urusan semesta adalah kehendak-Nya..

Hei kamu...(kamu siapa?)
Oke ralat... hei kalian.... berorbitlah....
Teruslah bergerak, temukan bintang yang tepat...
Jika kau tlah lakukan dan belum temukan, berhentilah mengitari, perhatikan disekelilingmu...
Bisa jadi kau tak diminta untuk berorbit, bisa jadi kau adalah bintangnya... dan bisa jadi bintang yang disebut matahari itu kamu...
Maka saat kau temukan semua kegagalan, bersinarlah lebih terang ...
Semesta indah bukan???


Kamis, 28 Juni 2018

CINTA ( KOMITMEN ATAU KOSEKUENSI?)



Katanya luka hadir untuk mengajari...
Tapi ntahlah...sering kali luka hadir untuk menemukan obat2 baru...merek2 baru..
Iya ga sih...???kayak semacam luka yang terinfeksi bakteri, saat diberi obat yang itu2 aja dia akan kebal terhadap antibiotik tersebut... yang dilakuin apa?? Mulai dari sekedar mengatur ulang dosis sampai Mengganti antibiotik lainnya...

Tapi kali ini bukan tentang luka terfisik...
Tentang bagaimana cinta menghadirkan luka....

Katanya cinta tentang komitmen... tentang bagaiman kamu berjanji untuk saling setia, untuk saling bertahan, untuk mencapai satu persatu visi dan misi yang pernah dibangun bersama... lucunya saya selalu gagal... dan kemudian melihat dari sudut pandang baru... bukan karna sudut pandang lama memberi pemandangan yang buruk, tapi mungkin karna ternyata, dari sudut yang lama saya tak pernah benar2 menemukan objeknya...

Saya bergerak... menuju sudut pandang baru dengan luka2 baru dan mencari obat yang baru... bukan karna obat lama bukan obat yang bagus, hanya saja obat yang lama sudah tidak bereaksi ditubuh saya...cinta pun bergerak, dari debuah komitmen menjadi sebuah kosekuensi... yaaa ternyata cinta adalah sebuah kosekuensi yang harus dihadapi setelah menemukannya...

Pahamkah???
Begini...komitmen adalah sebuah janji yang mengikat untuk kedua belah pihak saling menepati... komitmen jika diberi perbandingan, komitmen lebih banyak memberikan deskripsi2  positif, tentang usaha, rindu,keyakinan, tekat.
tapi kosekuensi lebih kesebuah akibat, bukan berarti lebih bernilai negatif, tapi jika dideskripsikan sesuatu yang mau atau tidak mau kamu harus hadapi kamu harus jalani... kosekuensi lebih menitik beratkan tentang hal yang harus dihadapi, dijalani, yang tidak berhenti dan menghadirkan pilihan berhasil melalui, atau terjebak dengan kosekuensi baru....dengan kata lain kosekuensi adalah akibat setelah kehadiran cinta.

seperti dua orang yang berjanji tentang cinta... berjanji untuk bertahan... itu disebut komitmen... tapi semua hal yang dihadapi selama perjalanan itu adalah kosekuensi yang harus dihadapi bersama... dan hasilnya apa?? Perjalanan akan lebih panjang dari sekedar janji...

dan saya....
akan menghadapi segala kosekuensi untuk setiap keputusan, tindakan, dan perkataan yang bersangkutan dengan cinta... saya yakin, Tuhan ingin mengajari banyak resep sampai saya benar2 siap menghadapi segala penyakit... tak apa...
semua akan baik2 saja...
iya kan????

Rabu, 09 Mei 2018

APAKAH DISEBUT ALAT?



Kepada kamu yang tengah berusaha memecah benteng ku,
Untuk kamu yang ingin menembus tameng ku...

Izinkan saya bercerita secara past tense kepada diri mu...bukan untuk menghidupkan hal-hal dimasa lalu, atau untuk mengkorek-korek luka yang nyaris sembuh... tidaaak .... sama sekali tidak...
Saya perempuannya, perempuan yang patah berulang, perempuan yang hancur berulang, yang tertunduk pada Tuhan dihilangnya asa, yang pernah apatis terhadap cintanya, mengutuk pahit pada langit, atau mempertanyakan semua pada semesta... itu saya,, PEREMPUAN itu....
Tapi kau tau, saya juga perempuannya, yang bangkit dalam patahnya, berharap disisa keapatisannya, dan ajaib di kehancurannya...

Tak banyak yang bisa saya lakukan, bahkan di posisi performa terbaik, apalagi dalam kehancuran...tak lebih perempuan yang bisa bersikap cuek, atau benar2 kritis...dan itu masih SAYA...

Setiap kali hancur, saya bangkit dengan sudut pandang baru, bentengnyapun tak lagi sama dengan benteng sebelumnya, karna doa yang saya langitkan tak akan sama dengan doa sebelumnya, karna hati yang berada dibenteng itu adalah puing2 sisa yang dalam pemulihan...haaaah...kadang rasanya “drama”..tapi faktanya, begitulah hidup berjalan...

mereka2 yang kemudian menjadi pionir dikomik hitam putih dihidup saya, membuat rangkaian cerita bersambung, yang mungkin tak akan saya baca berulang....  ada binar yang menerawang jauh saat sadar bagaimana semua berlalu... dan kau tau?? tamparan terbaik adalah kenyataan, hal yang membuat saya beranjak, melangkah, mengganti binar yang menerawang menjadi binar kekuatan memancar dari mata saya, dan saya memutuskan hidup dengan layak...saya belajar tentang bagaimana penghargaan terbaik kepada diri.. tentang bagaimana saya menyadari diri berhak mendapat kasih sayang dari diri sendiri....

Dan ternyata, Tuhan penuh kasih sayang, dia Yang Maha Cinta, menawar sakit saya...ntah dengan cara yang disebut apa, perlahan ada senyum yang meringan, ketukan demi ketukan menghampiri tameng saya... saya masih bersembunyi bertahan dibalik tameng ... tak semudah itu kawan...

Suatu hari, salah satu ketukan itu adalah kamu...
Katanya,  kita sama,  remuk yang berusaha bangkit... awalnya, saya tak peduli... bahkan dalam waktu yang lama... saya hanya mendengar kau bercerita tanpa banyak bertanya, hanya menjawab dan mendengar seperlunya... bahkan beberapa kali saya berfikir, apakah obrolan kita hanya obrolan sepasang orang yang hanya merasa kosong... perlahan, ada rasa ingin tau yang mulai tumbuh,..keingin tauan yangkritis, adalah pergerakan...

Dan saat ini saya merasa dititik, dengan sebuah pertanyaan, “apakah saya adalah alat untuk sebuah ego??” ntahlah...ntah apa yang membuat saya berfikir sekritis ini...sejak awal saya telah memberi rambu, kalau saya memang sangat kritis adanya...beberapa kali saya berfikir, apakah saya alat untuk balapan tentang siapa yang lebih dulu bangkit dan bahagia... jika jawabannya ya, bolehkah saya memohon???

Saya kehancuran yang  baru saja pulih, masih ada bekas luka disana sini yang tidak lagi sakit tapi masih terlihat bekasnya...jika saja saya dihadirkan untuk menyakiti seseorang saya tak akan hadir, tak akan pernah ada pintu yang membuka...tak akan pernah ada restu yang meridho...karna tuhan maha tau..saya bukan kekuatan yang hadir untuk menghancurkan, tapi saya ingin menjadi kekuatan yang menghebatkan.. ntah untuk siapa... jika masalalu mu belum selesai, jangan memasuki hidup saya, atau siapapun itu perempuannya...tanya baik2 kepada hatimu, minta kepada tuhanmu....

Tamengku, tak akan tertembus jika panahmu tumpul...dan bentengku tak akan kau hancurkan saat kekuatanmu stengah-stengah... karna tuhan Maha Tau, dan memberi clue2 untuk memberi tau ...cukup kumpulkan clue masing2, lalu selesaikan puzzel demi puzzel, dan kau akan melihat gambar yang utuh....




Senin, 07 Mei 2018

TAK PAHAM



Kadang kamu akan ditempatkan pada posisi dimana kamu sendiri nggak bisa memahami prasaan kamu... yaaa termasuk saya.... seperti misal, saya nggak bisa nentuin pilihan harus dilamar pedrosa, vinales, atau lee min ho... hahhahaha...

Haaaaah .....
Oke jangan terlalu serius... masih ingat uring-uringan kepatah hatian saya beberapa bulan lalu??? Dimana semua bahasa menjadi seolah pengaduan kepada Tuhan tentang dirinya... dimana, semua kata seolah menyangkut kepada sakitnya luka batin yang tak terdefenisi bentuk lukanya, atau seolah semua kalimat berhak dimakikan saat merasa menjadi orang yang paling tersakiti sedunia....
Hahahaha.... begitulah siklus hidup berjalan....yang harus saya lakukan hanya menikmati prosesnya, menyesuaikan porsinya, dan menyelesaikannya,,,,

Hari ini, saya telah melalui proses kepatah hatian tersebut... dan selalu banyak kemungkinan didepan... menuju kepatah hati berikutnya, atau menuju pada cinta berikutnya...
Mengerti apa yang cinta lakukan???
Tidak... saya tidak pernah paham apa yang cinta lakukan... yang saya tau cinta menghidupkan satu seri diwajah yang tak dapat saya temui saat patah hati...

Ada banyak sekali puzzel yang harus saya selesaikan... clue2 yang diberi Tuhan, tak semudah menyelesaikan ujian objectif yang bisa saya lakukan sambil menghitung kancing baju...
Kau tau??? Cinta itu dibangun sifatnya... tapi yang harus kau lebih tau ada penggerak hati yang mengatur getarannya...seberapapun bersusah payah kau membangunnya saat tak direstui untuk ditempati, kau akan gagal...
Yaaa sama sekali gagal...
Hari ini, saya sedang bergerak beranjak... tak tau dengan cara yang disebut apa, ntah dengan hati yang seperti apa... hanya saja satu hal yang harus saya akui, prasaan itu masih saja datar, rindu itu, tetap saja sulit digemakan..
Lalu apa??? Saya hanya memohon pada sang pembolak balik hati, jatuhkan hati saya, kepada seseorang yang  ingin bangkit bersama saya,,,, jatuhkan hati saya pada seseorang yang penuh penyelamatan...

Selasa, 17 April 2018

ROMANTIS TAK TERDEFENISI



hey pak tua...
aku tau rona mu penuh khawatir....aku tau, kau cemburu...mereka mengusikmu..
iyaaa... putri kecilmu ternyata tak mungil lagi, walaupun faktanya dimatamu semua akan sama, tak ada yang berbeda, putri mu masih saja manja yang kau banggakan... hahaha
tak apa... aku yakin, putrimu tak akan pernah menolak cinta mu...dia akan tetap menjadi gadis yang selalu menentang mereda ego mu...sikeras kepala  yang sukar kau patahkan, atau lembut yang kadang kau dengarkan...
iya... karna dia adalah aku...

aku tau, kau hanya sedang menguji bagaimana putri mu diperjuangkan kan?? Tapi taukah?? Pejuang terbaik ku masih saja kamu.. dan aku juga masih tau, penakluk terbaikmu masih saja aku... maka secara otomatis pesaing lelaki yang mendekatiku adalah aku...yaaa diri ku sendiri...bersaing denganku untuk merebut perhatianmu, dan ini membuat persaingan lebih sulit...
kau takut tentang sesiapa yang akan mempertanggung jawabkanku dihadapan Tuhan mu..sebut saja caramu romantis, karna tak mudah memahami unsurmu...

untuk apapun kemungkinan yang terjadi, aku akan tetap terus memperbaiki diriku dihadapan tuhan ku... akan tetap menjalankan perintahnya sebaik2 nya... dan aku tak akan menghianati mu...ridhomu adalah ridho Tuhanku...jika suatu hari ada yang benar2 memperjuangkanku aku yakin itu akan terjadi karnaNYA...semoga putri mu dicintai karna Allah...

tenanglah pak tua....
kau beruntung ....putrimu memahami mu...
karna itu dia selalu merengekkan panggilan untuk mu, “papa”...