Senin, 14 November 2016

CERITA PADA SUATU MALAM



Malam itu, sialnya saya terbaring tanpa terpejam. Hmmm Ada yang berbeda memang. Tapi yakinlah bukan kepedihan penyebabnya. Dia telah tenang pergi walau dengan kilau nista. tak ada lagi kutukan serapah menggambarkan pedihnya nelangsa.
tidak,...


nanar mata dari langit-langit yang suram, beralih menelusuri tepi eternit, terpaku pada dentang detik jam didinding suram bilik saya.. jam dinding berbentuk hati dengan hiasan rose didalamnya.. tidak peduli apa yang terjadi, saya membiarkan dia berlalu walau masih terpaku..dia menunjukkan pukul stengah 4, yang berarti dia telah membiarkan saya 2 jam belalu..seperti ada magis yang membuat saya hanya membisu. Bahkan untuk meraih handphone-handphone disudut bantalpun tidak mampu..

ada lelah yang memilu..ada resah yang menghantu, atau....
yaa atau...
dentingan itu seolah memaksa saya untuk berhenti  terpaku, menapak menuju meja disudut lemari.. hmmm...mereka masih sama, masih dengan sumringah ceria..tercipta untuk membeku kaku, menjadi teman walau hanya bisu..

tak apa... tak apa jika kau hanya terdiam menatapku..menjadi saksi bercerita tentang rindu,  menangis disaat pilu atau tertawa ceria dan haru...
saya duduk setelah menarik bangku..mata saya melirih pada sekuntum adelwis.. bunga keabadian yang saya dapat beberapa tahun lalu, sebagai oleh2 dari ntah siapa kala itu... sekian tahun dan bunga itu masih sama..tidak layu, tidak berubah...dan kadang saya merasa malu, malu pada sekuntum bunga yang tak pernah layu, malu pada sekuntum bunga yang tidak berubah, tetap kuat, tetap indah, tetap dikenal...yaaa saya kalah hebat dibanding dia...
lalu tertegun, dihadapkan dengan foto2 tanpa bingkai yang tersusun rapi.foto yang diputuskan untuk dicetak. yang nyaris selalu memiliki kekuatan membangkitkan memori saat melihatnya...pahit ataupun manis...mengingatkan saya kalau saya pernah tidak sendiri terdiam seperti malam ini, mengingatkan bahwa saya bisa berbagi.. mengingatkan saya tentang tertawa, tentang menunggu, atau tentang janji yang sering tak tertepati.. ada pesan2 yang sempat tak dibalas, ntah karna ego atau memang lupa...atau pesan yang kemudian masuk daftar draft tak terkirim karna sulitnya pulsa... haaa.. iyaaa...semua pernah saya lalui..
masa lalu selalu hidup saat melihat gambar yang tercetak..

perlahan, tubuh saya bangkit... ajaib, seperti ada tamparan yang menyadarkan saya...mundur selangkah, menatap sekeliling ruangan, lalu bergumam “cukup... saya lelah terjaga malam ini... subuh akan datang..saya tidak akan muram, saya tidak pernah akan...saya akan mengadu pada Tuhan.. salam”






Tidak ada komentar:

Posting Komentar