Malam itu, sialnya saya terbaring tanpa terpejam. Hmmm Ada yang
berbeda memang. Tapi yakinlah bukan kepedihan penyebabnya. Dia telah tenang
pergi walau dengan kilau nista. tak ada lagi kutukan serapah menggambarkan
pedihnya nelangsa.
nanar mata dari langit-langit yang suram, beralih menelusuri
tepi eternit, terpaku pada dentang detik jam didinding suram bilik saya.. jam
dinding berbentuk hati dengan hiasan rose didalamnya.. tidak peduli apa yang
terjadi, saya membiarkan dia berlalu walau masih terpaku..dia menunjukkan pukul
stengah 4, yang berarti dia telah membiarkan saya 2 jam belalu..seperti ada
magis yang membuat saya hanya membisu. Bahkan untuk meraih handphone-handphone
disudut bantalpun tidak mampu..
ada lelah yang memilu..ada resah yang menghantu, atau....
yaa atau...
yaa atau...
dentingan itu seolah memaksa saya untuk berhenti terpaku, menapak menuju meja disudut
lemari.. hmmm...mereka masih sama, masih dengan sumringah ceria..tercipta untuk
membeku kaku, menjadi teman walau hanya bisu..
tak apa... tak apa jika kau hanya terdiam menatapku..menjadi
saksi bercerita tentang rindu, menangis
disaat pilu atau tertawa ceria dan haru...
saya duduk setelah menarik bangku..mata saya melirih pada
sekuntum adelwis.. bunga keabadian yang saya dapat beberapa tahun lalu, sebagai
oleh2 dari ntah siapa kala itu... sekian tahun dan bunga itu masih sama..tidak
layu, tidak berubah...dan kadang saya merasa malu, malu pada sekuntum bunga yang
tak pernah layu, malu pada sekuntum bunga yang tidak berubah, tetap kuat, tetap
indah, tetap dikenal...yaaa saya kalah hebat dibanding dia...
lalu tertegun, dihadapkan dengan foto2 tanpa bingkai yang
tersusun rapi.foto yang diputuskan untuk dicetak. yang nyaris selalu memiliki kekuatan membangkitkan
memori saat melihatnya...pahit ataupun manis...mengingatkan saya kalau saya
pernah tidak sendiri terdiam seperti malam ini, mengingatkan bahwa saya bisa
berbagi.. mengingatkan saya tentang tertawa, tentang menunggu, atau tentang
janji yang sering tak tertepati.. ada pesan2 yang sempat tak dibalas, ntah
karna ego atau memang lupa...atau pesan yang kemudian masuk daftar draft tak
terkirim karna sulitnya pulsa... haaa.. iyaaa...semua pernah saya lalui..
masa lalu selalu hidup saat melihat gambar yang tercetak..
masa lalu selalu hidup saat melihat gambar yang tercetak..
perlahan, tubuh saya bangkit... ajaib, seperti ada tamparan
yang menyadarkan saya...mundur selangkah, menatap sekeliling ruangan, lalu
bergumam “cukup... saya lelah terjaga malam ini... subuh akan datang..saya
tidak akan muram, saya tidak pernah akan...saya akan mengadu pada Tuhan.. salam”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar