Senin, 07 November 2016

MAHADEWI – PADI



 Hey, selamat pagi... apa kabar kopimu pagi ini??? Ehk...  (krik krik krik)


Ceritanya pagi ini lagi ngecek file2 lama... eh ketemu lagu ini..
Lagu ini adalah lagu pertama yang membuat saya awalnya kepo dengan musik..yang membuat saya jungkar balik sampai nangis2 bahas tentang musik... bukan karna terharu, bukan karna memaknai, atau pun meresapi lagu ini, tapi lebih karena saya kepaksa... apaaa??? Iya... TER PAK SA.....!!
Terpaksa gimana kalau-kalau tugasnya nggak kelar... terpaksa gimana kalau2 saya mesti membacakan semua makna yang saya nggak paham apa...awalnya saya adalah anak yang sama sekali nggak ngerti musik...nggak ngerti makna tersirat.. ungkapan, rima, irama, bait, atau apalah...

Sampai ketika, seorang guru bahasa Indonesia di MTs tempat saya bersekolah saat itu, memberi tugas untuk membahasakan lagu ini, untuk menuliskan makna lagu ini dan dikumpul dipertemuan selanjutnya.. nah guru saya bilang gini, “ini kan lagu yang populer sekali..masak kalian nggak tau?? Kalian baca baik-baik, kalau ada lagunya dengerlah lagunya baik-baik, disitu kalian akan bisa mengerti apa yang ingin disampaikan penyanyi..apalagi kalau terbayang pula wajah sidia, ini ibaratnya kalian berpuisi, kalian mesti mengerti setiap baitnya.” Kata yang membuat seisi kelas ribut, ketawa dengan kisruh cieee,..cuit2...atau apalah... hahaha
Hanya saja dalam hati saya gini.. (*ini lagu tahun berapa??? Beda jaman apa ya?? Sumpah gue nggak tau..) #gubraaak

Sesampainya dirumah buka buku, baca bait demi bait, memahami, meresapi, membayangkan wajah senior kece yang membuat saya bahagia sekali dipilih menjadi utusan kelas untuk ikut kegiatan osis.. ehk... hahaha (plg jam 6 juga bodo amat deh)..*eh kok jadi bahas ini...lanjuut...
Kamu tau hasilnya apa??? Saya nggak ngerti... SAMA SEKALI...sama sekali...
Okeee tenaaang... di kumpul masih lama...

Esokan harinya nanya teman2 dan hasilnya...sama mereka nggak ngerti juga.. (mungkin saja ini difaktorkan, karena kita terlalu disibukkan dengan hal2 teori sehingga tak begitu peduli dengan musik, atau bisa juga karna kami adalah remaja awal, yang belum terlalu dicekoki urusan cinta).. akhirnya apa??? Ada yang ngajak,” kekonter hp yuk ngisi lagu ini?? “ ( ya.. ini masih jaman dimana ngisi lagu masih kekonter hp, dengan biaya seribu untuk 2/3 lagu, dan hp anak sekolah masih didominasi dengan hp yang fungsinya buat nelpon dan sms doang, yang menyandarkannya dari smsan garatis setiap pengiriman beberapa sms sebelumnya.. )...okee... udah dapat...
Sesampai dirumah coba denger lagi... denger baik2.bayangin tampang senior lagi, lanjut baca lirik lagu... kipas2..jungkar balik.. dan meweeek... yaaa saya nggak ngerti saat deadlinenya adalah besok... dan akhirnya apa?? Nunggu malem.. nunggu mama pulang dan nyelesaiin tugas2nya tugas2 adek saya, dan tugas itu saya pasrahkan...

Hmmm...dijamannya saya tidak suka memaknai makna tersirat, atau gaya bahasa, mencari gagasan utama...atau hal2 mendetail lain tentang sastra...
Tapi hari ini, ketika saya mendengar kembali lagunya,, saya merasa cukup stupid hari itu.. karna hari itu saya mendengar dari telinga ke otak... tapi musik bukan sesuatu yang didengar dari telinga ke otak... tapi dari telinga ke hati... bahkan kamu bisa mengerti perasaannya saat sebuah lagu berbahasa asing sekalipun, saat kamu mampu mendengar dengan hati..
Dan saya tau... lagu ini indah..

MAHADEWI-PADI

Hamparan langit maha sempurna,
Bertahta bintang - bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar,
Teruntai turun menyapa ku

Reff 1 :
Ada tutur kata terucap,
Ada damai yang kurasakan
Bila sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku pun...
Terhapuskan

Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan memuja hadirnya
Terpukau aku menatap wajahnya,
Aku merasa mengenal dia...

Reff 2 :
Tapi ada entah dimana,
Hanya hatiku mampu menjawabnya
Mahadewi resapkan nilainya,
Pencarianku pun...
usai sudah

Back to Reff :
Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku
Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi tercipta untukku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar