Hey, selamat
pagi... apa kabar kopimu pagi ini??? Ehk...
(krik krik krik)
Ceritanya pagi
ini lagi ngecek file2 lama... eh ketemu lagu ini..
Lagu ini
adalah lagu pertama yang membuat saya awalnya kepo dengan musik..yang membuat
saya jungkar balik sampai nangis2 bahas tentang musik... bukan karna terharu,
bukan karna memaknai, atau pun meresapi lagu ini, tapi lebih karena saya
kepaksa... apaaa??? Iya... TER PAK SA.....!!
Terpaksa gimana
kalau-kalau tugasnya nggak kelar... terpaksa gimana kalau2 saya mesti
membacakan semua makna yang saya nggak paham apa...awalnya saya adalah anak
yang sama sekali nggak ngerti musik...nggak ngerti makna tersirat.. ungkapan,
rima, irama, bait, atau apalah...
Sampai ketika,
seorang guru bahasa Indonesia di MTs tempat saya bersekolah saat itu, memberi
tugas untuk membahasakan lagu ini, untuk menuliskan makna lagu ini dan dikumpul
dipertemuan selanjutnya.. nah guru saya bilang gini, “ini kan lagu yang populer
sekali..masak kalian nggak tau?? Kalian baca baik-baik, kalau ada lagunya
dengerlah lagunya baik-baik, disitu kalian akan bisa mengerti apa yang ingin
disampaikan penyanyi..apalagi kalau terbayang pula wajah sidia, ini ibaratnya kalian
berpuisi, kalian mesti mengerti setiap baitnya.” Kata yang membuat seisi kelas
ribut, ketawa dengan kisruh cieee,..cuit2...atau apalah... hahaha
Hanya saja
dalam hati saya gini.. (*ini lagu tahun berapa??? Beda jaman apa ya?? Sumpah gue
nggak tau..) #gubraaak
Sesampainya dirumah
buka buku, baca bait demi bait, memahami, meresapi, membayangkan wajah senior
kece yang membuat saya bahagia sekali dipilih menjadi utusan kelas untuk ikut
kegiatan osis.. ehk... hahaha (plg jam 6 juga bodo amat deh)..*eh kok jadi
bahas ini...lanjuut...
Kamu tau
hasilnya apa??? Saya nggak ngerti... SAMA SEKALI...sama sekali...
Okeee tenaaang...
di kumpul masih lama...
Esokan harinya
nanya teman2 dan hasilnya...sama mereka nggak ngerti juga.. (mungkin saja ini
difaktorkan, karena kita terlalu disibukkan dengan hal2 teori sehingga tak
begitu peduli dengan musik, atau bisa juga karna kami adalah remaja awal, yang
belum terlalu dicekoki urusan cinta).. akhirnya apa??? Ada yang ngajak,”
kekonter hp yuk ngisi lagu ini?? “ ( ya.. ini masih jaman dimana ngisi lagu
masih kekonter hp, dengan biaya seribu untuk 2/3 lagu, dan hp anak sekolah
masih didominasi dengan hp yang fungsinya buat nelpon dan sms doang, yang
menyandarkannya dari smsan garatis setiap pengiriman beberapa sms sebelumnya.. )...okee...
udah dapat...
Sesampai dirumah
coba denger lagi... denger baik2.bayangin tampang senior lagi, lanjut baca lirik
lagu... kipas2..jungkar balik.. dan meweeek... yaaa saya nggak ngerti saat
deadlinenya adalah besok... dan akhirnya apa?? Nunggu malem.. nunggu mama
pulang dan nyelesaiin tugas2nya tugas2 adek saya, dan tugas itu saya pasrahkan...
Hmmm...dijamannya
saya tidak suka memaknai makna tersirat, atau gaya bahasa, mencari gagasan
utama...atau hal2 mendetail lain tentang sastra...
Tapi hari
ini, ketika saya mendengar kembali lagunya,, saya merasa cukup stupid hari
itu.. karna hari itu saya mendengar dari telinga ke otak... tapi musik bukan
sesuatu yang didengar dari telinga ke otak... tapi dari telinga ke hati...
bahkan kamu bisa mengerti perasaannya saat sebuah lagu berbahasa asing
sekalipun, saat kamu mampu mendengar dengan hati..
Dan saya
tau... lagu ini indah..
MAHADEWI-PADI
Hamparan
langit maha sempurna,
Bertahta
bintang - bintang angkasa
Namun satu
bintang yang berpijar,
Teruntai
turun menyapa ku
Reff 1 :
Ada tutur kata terucap,
Reff 1 :
Ada tutur kata terucap,
Ada damai
yang kurasakan
Bila
sinarnya sentuh wajahku,
Kepedihanku
pun...
Terhapuskan
Alam rayapun semua tersenyum,
Merunduk dan
memuja hadirnya
Terpukau aku
menatap wajahnya,
Aku merasa
mengenal dia...
Reff 2 :
Tapi ada entah dimana,
Reff 2 :
Tapi ada entah dimana,
Hanya hatiku
mampu menjawabnya
Mahadewi
resapkan nilainya,
Pencarianku
pun...
usai sudah
Back to Reff :
Mahadewi resapkan nilainya,
Mahadewi
tercipta untukku
Mahadewi
resapkan nilainya,
Mahadewi
tercipta untukku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar