Sabtu, 12 November 2016

LAGU CINTA LEBAY ATAU CINTA MEMANG LEBAY



X             : ilha suka lagu genre apa??
I               : ya tergantung suasana hati.. *@#$$%  suka genre apa??
X              : tergantung suasana hati, tergantung lagunya.asal jangan lagu cinta-cinta lah pokoknya. Lagu cinta itu lebay. Kayak @#$%$%  misalnya..hahaha

Setidaknya beginilah secara ringkas obrolan saya dengan seorang teman beberapa saat lalu..sebenarnya masih banyak guyonan atau sedikit perdebatan antara kita... hanya saja, saya menangkap ada hal yang nggak beres dengan jawaban ini...ada kata yang tak seringan kata hahaha yang di tulis...

Oke, disini saya tidak akan menyebut namamu, dirimu akan saya perkenalkan dengan kata “kamu”, saya juga tidak akan menyebut namamu dengan nama “mawar”, karna saya tidak akan membuatmu seolah2 menjadi tersangka bakso boraks (*ehk ).anggaplah ini adalah cara saya menjaga sebuah doa yang dititip dalam sebaris nama...*sebenarnya saya takut digorok pas nyantumin nama orang seenaknya...

Hmmm, memang benar, saya bukanlah pakar untuk urusan cinta ataupun hati... bisa jadi, saya akan terlihat lebih berantakan dalam hal ini. Ya saya ...*oke lanjut
hanya saja, satu hal yang harus kamu tau, “cinta nggak pernah mengenal kata lebay walaupun terkadang lebay”..bukan lagu cintanya yang bermasalah, bukan liriknya yang bermasalah, apalagi bandnya...bisa jadi masalah terbesar sebenarnya ada didalam dirimu...

Cinta....
cinta memang lebay...selebay lirik2 yang mengisyaratkan rindu, selebay lirik2 yang mengisyaratkan sendu... atau bisa jadi dia selebay puisi syahdu, atau sekedar sapaan malu..

Kamu tau ..??
Kelebay an cinta itu melebihi kekuatan kamekameha, melebihi ajaibnya kantong ajaib, dan melebihi sulitnya petualangan dora...
Dia lebay,  membuat hati rocker mampu dangdutan, membuat anak band menjadi balerina,  membuat orang dewasa berbicara layaknya anak2, atau sipemberani menjadi penakut ulung...
Karna cinta memang ekspresi lebay diluar dugaan..dan itu wajar saja...

Saat jatuh cinta, akan banyak kata2 bodoh yang kamu lontarkan, akan banyak batasan2 gila yang hadir atau hal2 bodoh yang kamu lakukan...
Yaaaa...misalkan saja, seseorang nggak bakal makan kalau kekasihnya nggak makan sedangkan kekasihnya  nggak bakal makan kalau dia yang nggak makan. dan akhirnya secara logika apa??? mereka bakal mati kelaparan... tapi faktanya cinta itu menembus logika, belum pernah berita2 televisi atau koran,  menghidangkan cerita “sepasang kekasih mati kelaparan karna saling menunggu atau penduduk indonesia berkurang karena jatuh cinta..” INGAT!! NGGAK PERNAH!!

Atau sepasang kekasih yang melakukan perdebatan siapa yang semestinya nutup telepon duluan..kalau kamu main logika, nggak ada manpaatnya.. tapi nggak... itu ttg lebaynya cinta..dan pada saat seseorang jatuh cinta dia akan menikmati...atau mungkin, bisa jadi mereka berharap sehari ada 30 jam kali ya??  

Atau atau..
Sepasang kekasih yang nggak bakal nutup telp kalau kekasihnya belum tidur... nelp orang tidur?? Kalau logikanya ini bukan lebay lagi,, tapi gila... emang apa untungnya coba?? Emang pasangan kamu pas tidur napasnya ada iramanya gitu?? Tapi lagi2 cinta nggak ngenal lebay..

Belum lagi tangan kamu yang seolah2 diborgol karna mesti pegangin tangan dia kemana2, mata kamu yang cuman boleh liat dia, hidung kamu yang mesti peka dia pakai parfum merek baru atau nggak, belum lagi waktu kamu yang akan direnggut untuk mikirin si dia...
Hahaha... cinta memang lebay... nggak ada yang salah dengan lagu cinta... kamu akan menikmati pada masanya...
Bukan berarti hancurnya sebuah hati lalu kita bisa menyalahkan cintanya... bukan cintanya yang salah.. pondasinya..ibaratnya kalau rumah kita rubuh ni ya.. bukan penghuninya yg salah.. bisa jadi pondasinya nggak kuat..atau gempa yg kuat..atau memang tukangnya nggak bener..

Intinya lagu cinta tidak akan pernah terdengar lebay oleh dia yang sedang merasakannya...karna lagu cinta yang lebay adalah ekspresi kelebay an cinta mereka..  jangan berusaha membangun pola fikir bahwa kamu tidak menyukai lagu cinta... tapi, jika kamu tidak menyukai suatu genre, atau suatu gaya itu sah2 saja..karna faktor selera akan selalu berbeda..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar