Terdiam, merenung dan perlahan fikiran saya mulai menanar
jauh...
Ini tidak semudah biasa... tidak semudah saya menuliskan
hal2 konyol tentang cinta, tidak semudah saya menceritakan berita-berita galau
tentang cinta, atau ini tidak semudah humor-humor penetral jiwa... beberapa
waktu sempat menghilang dari kebiasaan tulis menulis membuat tulisan ini tidak
mudah bagi saya..hmmm, tidak mudah untuk menempatkan setiap kosa kata.. .oke...saya
menulis saat berbahagia, saya menulis saat jatuh cinta, saya menulis saat
tertekan, bersedih ataupun kecewa, dan saya menulis ketika patah hati... namun,
saat saya tidak menuliskan apa-apa, mungkin saya sedang butuh jeda untuk
memahami setiap yang saya rasakan, atau saya sedang kehilangan kemampuan untuak
merasa... haaaah ... entahlah....
Tapi...stop...
Berhenti membahas tentang apa yang membuat benak saya
memutuskan untuk menjeda...
Ini adalah hari dimana saya masih mampu menikmati sisa-sisa
fase 22 tahun saya ...fase dimana banyak sekali umur yang tersia-siakan, banyak
sekali orang yang terkecewakan, dan banyak sekali seruan Tuhan yang terlalai
kan... malu??? Tentu saja saya sangat
malu... saya malu kepada Tuhan jika kelak semua harus saya
pertanggungjawabkan...saya takut jika kelak semua tidak sesuai dengan
seharusnya...
Mungkin ini akan sedikit berbeda dengan catatan ulang tahun
sebelumnya, yang berisi banyak ucapan terima kasih kepada keluarga, sahabat,
atau teman serta berisikan angan kedepannya... namun, bukan berarti tidak
bersyukur dan tidak memiliki impian, ini akan tetap penuh rasa syukur, hanya
saja akan banyak dosa yang akan di intropeksi..
Haha...kadang tawa paksa masih mengiasi diri yang semakin
mendewasa dan kata yang mengikuti mulai membijak...namun bukan berarti saya
kehilangan jiwa humor saya, bukan berarti kekonyolan saya senantiasa binasa...
proses...proses...proses.... itu akan panjang walaupun tanpa disadari tengah
berjalan...
22 tahun...manusia yang merugi atau manusia yang
beruntung...lagi2 saya hanya bisa mengatakan “entahlah”....
Hanya saja saya masih belum merasa menjadi pribadi yang
cukup baik...Belum merasa cukup baik sebagai hambaNya, belum merasa cukup baik
sebagai anak, belum merasa cukup baik sebagai adik maupun kakak, belum merasa
cukup baik sebagai teman, sahabat atau apapun itu,.. saya merasa belum
melampaui batasan2 yang seharusnya saya raih.... saya masih menjadi sosok yang
kadang dinilai misterius, kadang dinilai unik dan tak jarang saya menjadi
pribiadi yang berbeda..apapun itu, entah seperti apa saya dibenak mereka...saya
tak pernah bisa membaca fikiran tersebut..
Beberapa orang mungkin kerap saya buat jengkel, kadang
mereka tertawa, kadang mereka kesal, dan kadang mereka menyerah dan ingin
pergi... bukannya tidak menyadari, dengan itu saya mampu merasakan pribadi
mereka, saya mampu melihat sisi2 lain mereka..jiwa2 yang kadang sepi, jiwa2
yang terbiasa ramai, atau jiwa2 yang sejenak merasakan depresi...
Bagaimanapun hidup ini tak mudah...
Merasakan kebahagiaan kadang menjadi angan dan kadang
terwujud dalam kenyataan..
Tapi 22 tahun ini sangat melelahkan, sulit di mengerti, dan
kadang merasa depresi...
Tersenyum, menangis, tertawa, tulus ataupun berpura2 semua
pernah dilakoni..seperti mencari ending yang sebenarnya tidak pernah
berakhir, atau hanya akan berakhir saat Tuhan memutuskan selesai..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar