Sabtu, 19 Maret 2016

ABSTRAK (KRISIS MEMAHAMI)



Kadang2 hati itu abstrak... nggak jelas, nggak karuan, nggak beraturan... yayaya senyuman kecil pantas untuk sebuah hati... tapi bukan berarti sesuatu yang abstrak itu nggak punya nilai, sesuatu yang abstrak itu tidak indah, dan bukan berarti sesuatu yang abstrak itu tidak memiliki tujuan.. tidaaaak...!tidak seperti itu kawan...

Kadang sesuatu yang abstrak bernilai paling tinggi, abstrak itu berseni, dan dalam abstrak memiliki tujuan, makna, dan mungkin pesan...sama halnya, dengan benda abstrak lainnya, hatipun begitu... sering kali dia tak jelas, sering kali dia tak karuan, dan tak beraturan... tapi itu lah seni.. seni merasa, seni menikmati, seni untuk bertahan lebih kuat..dalam keabstrakannya cinta hadir, dalam keabstrakannya luka menggores dan dalam keabstrakannya ada syukur yang terus tumbuh..

Hati itu lembut sekali, hanya seperti segumpalan darah... gampang sekali terombang ambing... hmmm, saya tidak tau apa ini berlaku bagi kamu, kalian atau mereka... tapi saya merasa hati itu,( katakanlah) “melankolis” sekali... tidak bisa sedikit saja disapa cinta, dia langsung merona, sedikit saja digores luka dia membara... haaaah... oke... katakanlah hal tersebut  berlaku bagi saya... (nggak usah ketawa)

Ntah ingin mendefinisikan seperti apa, tapi saya ingin katakan, hati itu hebat sekali..seringkali menghidupkan kreatifitas, tapi tak jarang mematikannya... tak jarang saat merasa tak karuan saya menulis panjang lebar tanpa memiliki alur yang direncanakan, tak jarang saat jatuh cinta saya mengungkapkan kata2 tak terduga, dan sering sekali saat merasakan keduanya saya tidak mampu menuliskan apa2..

Kamu tau, beberapa kali saya nyaris merasakannya.. iya hanya nyaris... nyaris sekali.. hanya saja Tuhan mungkin belum mengizinkan saya untuk jatuh terjerumus seutuhnya..katakanlah (mungkin) perasaan itu cinta.. dan saat saya kehilangannya, sesering itu saya merasakan kreatifitas yang mati suri.. tidak mengatakan apa2, tidak menceritakan apa2, diam saja...

Dan hari ini, ntah dengan cara yang disebut apa, ntah dengan tangan yang dari mana, saya merasakan sesuatu yang merona dihati saya... merona tanpa sapaam cinta...hmmm saya tak dapat pastikan perasaan ini apa, saya tak dapat definisikan perasaan ini untuk siapa..hanya saja saya hanya ingin menyimpan ronanya dalam rasa penuh syukur, yang membuat saya merasa masih layak hidup, masih harus terus melangkah...

Anggap saja ini bagian dari pembentukan keabstrakan yang dinamis...
Anggap saja ini sebuah sapaan Tuhan untuk berbahagia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar