Saya pernah membaca artikel, dan mengutip kalimat ini,
“dalam hal beriman, percaya kepada Tuhan saja tidak cukup,
kamu harus percaya Tuhan itu ajaib.”
Disana saya mulai tersentak, lalu mulai memikirkan betapa
banyaknya hal ajaib dalam hidup. Walaupun berat tapi saya harus akui,
bahwa 80% dari hidup saya adalah faktor luck. Banyak hal yang jika saya
fikirkan kembali, rasanya sangat jauh dari kata mungkin bahkan mendekati kata
mustahil. But, lagi2 “Tuhan itu penuh keajaiban”banyak hal yang Dia selesaikan saat
kamu mulai memutuskan memasrahkan ketika berada di titik putus asa.
Jujur....
Sebenarnya, nyaris saja saya mengawali tahun ini dengan kata
“PUTUS ASA”, nyaris saja saya melupakan bahwa ini adalah tahun kabisat dimana
saya dihadiahkan mempunyai satu hari untuk memiliki harapan lebih dibanding
tahun sebelumnya.mungkin saja, 2015 tidak seutuhnya membelai lembut kulit saya,
tapi bukan berarti 2015 tidak bersikap baik kepada saya, terlalu banyak hal
yang hingga hari ini harus saya syukuri dari 2015.
Dan sekarang...
Sekarang 9 maret 2016.
Seejauh ini saya masih merasa bukan apa2, masih merasa seharusnya saya tidak
berada di titik seperti ini. Tapi well, ini kehidupan yang harus saya
selesaikan, maka saya akan usahakan dan yakin akan keajaiban2 selanjutnya..
bahkan hari ini saya mampu melihat bagian dari “keajaiban tuhan”. Untuk pertama
kalinya saya melihat matahari meredup. Memudar tertutup oleh sesosok lingkaran
hitan, bukan lagi oleh awan tebal. Yap ... untuk pertama kalinya dalam hidup,
saya menyaksikan gerhana matahari.
Tapi sayangnya, saya bukanlah ilmuwan genius, yang mampu
menafsirkan apa2 tentang fenomena alam.. bekal saya tentang gerhana, tak lebih
dari pelajaran yang disampaikan guru semasa sekolah. Hari ini, saya hanya
bagian darikekonyolan kritis yang ingin melihat dari sudut yang berbeda. Dan hal
pertama yang terlintas dibenak saya adalah
“nggak selamanya sinar dapat di tampilkan, seterang apapun se cerah
apapun, akan ada waktu dimana kelan akan meredupkan, ntah itu lama atau
sebentar, tapi yakinlah semua akan berlalu”
Dan anehnya, banayk sekali diantara mereka yang bertepuk
girang melihat cahaya yang di kelamkan. Jika kamu adalah cahaya tersebut dan
mereka bahagia girang ketika engkau dikelamkan, apa yang kamu fikirkan??
Memang manusia absurd. Merayakan saat seharusnya mereka
takjub, merayakan saat seharusnya mereka memperpanjang doa..
Manusia memang absurd...
Merayakan setiap pertemuan, mengutuk perpisahan, mendamba
ikatan, dan menyerapahi pelepasan... haaah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar