Kamis, 27 Oktober 2016

BERANTAKAN



Akhir-akhir ini saya merasa sedikit berantakan...
Tidak, mungkin lebih tepatnya saya merasa sangat-sangat berantakan. Ini lebih dari sekedar ketidak pedulian dengan tumpukan cucian, atau tumpukan setrikaan.. lebih dari sekedar sampah tisu yang berserakan atau sekedar merapikan sandal..

Haaah... ada titik ketidak pedulian, ada titik dimana saya merasa ingin keluar, ingin bergerak menjauh dan lelah untuk stay. Beberapakali jiwa saya memberontak, seperti ingin mengungkapkan semuanya kepada langit, berteriak, memaki, menyampaikan semua tanya dan semua serapahnya..tapi lagi-lagi saya hanya mampu terdiam, saya sadar dengan ketidak berdayaan saya kepada langit, memilih bersujud kepada pencipta walau tak tau harus meminta apa...saya sangaaat berantakan..

Lalu saya mencoba bersikap seolah semua baik-baik saja..seolah semua hanya tangis anak2 yang terisak saat kehilangan escreamnya...kembali tersenyum, tapi pundak saya tau semua tak baik...ada pukulan hebat disana yang selalu membuat saya merasa ini benar2 sakit...

Saya lemah???yaaa.... saya bodoh??? Ya...
Bahkan saya tak peduli jika seluruh dunia akan memaki saya..
Saya punya andil untuk bersalah...dan saya tidak pernah memungkiri semua...saat saya merasa lebih dari sekedar berantakan, bahkan saat sujud saya bingung harus meminta apa...saya duduk diakhir sujud, dan hanya tertegun dengan tangan tertengadah.. “Tuhan...aku berantakan, aku bingung, aku harus apa??” dan mengakiri dengan amiin..

Bahkan saya tak mengerti dengan semua hal bodoh yang saya lakukan...yang seharusnya saya menyampaikan semua, memohon semua, meminta semua,.. tapi ini terlalu rumit..dan saya hanya berada dititik terjenuh menurut saya,,,

Pengampunan dosa...
Ntah lah... bisa jadi ini menjadi rangkaian cara tuhan mengampuni setetes demi setetes dosa..saya tak pernah tahu pasti...yang saya tau hanya semua kata berantakan bahkan tak pernah tau cara membenahinya...ini bukan lagi sekedar tentang rasa..ini benar2 berantakan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar