Akhir-akhir ini saya merasa sedikit berantakan...
Tidak, mungkin lebih tepatnya saya merasa sangat-sangat
berantakan. Ini lebih dari sekedar ketidak pedulian dengan tumpukan cucian,
atau tumpukan setrikaan.. lebih dari sekedar sampah tisu yang berserakan atau sekedar
merapikan sandal..
Haaah... ada titik ketidak pedulian, ada titik dimana saya
merasa ingin keluar, ingin bergerak menjauh dan lelah untuk stay. Beberapakali
jiwa saya memberontak, seperti ingin mengungkapkan semuanya kepada langit,
berteriak, memaki, menyampaikan semua tanya dan semua serapahnya..tapi
lagi-lagi saya hanya mampu terdiam, saya sadar dengan ketidak berdayaan saya
kepada langit, memilih bersujud kepada pencipta walau tak tau harus meminta
apa...saya sangaaat berantakan..
Lalu saya mencoba bersikap seolah semua baik-baik
saja..seolah semua hanya tangis anak2 yang terisak saat kehilangan
escreamnya...kembali tersenyum, tapi pundak saya tau semua tak baik...ada
pukulan hebat disana yang selalu membuat saya merasa ini benar2 sakit...
Saya lemah???yaaa.... saya bodoh??? Ya...
Bahkan saya tak peduli jika seluruh dunia akan memaki saya..
Saya punya andil untuk bersalah...dan saya tidak pernah
memungkiri semua...saat saya merasa lebih dari sekedar berantakan, bahkan saat
sujud saya bingung harus meminta apa...saya duduk diakhir sujud, dan hanya
tertegun dengan tangan tertengadah.. “Tuhan...aku berantakan, aku bingung, aku
harus apa??” dan mengakiri dengan amiin..
Bahkan saya tak mengerti dengan semua hal bodoh yang saya
lakukan...yang seharusnya saya menyampaikan semua, memohon semua, meminta
semua,.. tapi ini terlalu rumit..dan saya hanya berada dititik terjenuh menurut
saya,,,
Pengampunan dosa...
Ntah lah... bisa jadi ini menjadi rangkaian cara tuhan
mengampuni setetes demi setetes dosa..saya tak pernah tahu pasti...yang saya
tau hanya semua kata berantakan bahkan tak pernah tau cara membenahinya...ini
bukan lagi sekedar tentang rasa..ini benar2 berantakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar