semalam saya berbicara tentang banyak hal tentang cinta, dan pagi ini ntah mengapa saya teringat tentang sosok seorang nenek... nenek yang luar biasa...nenek yang menjadi primadona oleh 11 cucunya, dan nenek yang menjadi primadona ketika mudanya...
ibuk yang riwayatnya seorang guru agama, taat beribadah, dan tenang pembawaannya, mungkin hal itu yang membuat Allah benar2 sayang ibuk... menjadi guru agama tepat di tempat mama mengajar hari ini, dan menjadi guru favorit kala itu...
masih ingat nggak tentang cerita saya bersama ibuk beberapa bulan lalu ttg cinta dan lalu saya masuk ke daftar draft?? yaaa cerita itu... mungkin itu lelucon terakhir bersama ibuk.. sekitar seminggu sebelum ibuk pergi, seminggu saat ibuk masih bugar, itu lah saat pertama dan terakhir ibuk sangat serius membahas cinta dengan saya..hanya dengan bisikan antara saya dan dia.. saat ibuk berbicara pelan memanggil saya untuk duduk tepat dihadapannya..tatapan mata ibuk yang sipit dan lembut terlihat lebih tajam dari biasanya..saat ibuk tak lagi tertawa saat saya mengelak..hanya saja saya tak sadar itu untuk yang terakhir kalinya... ibuk, ibuk satu2nya orang yang memberi wejangan cinta dengan dasar agama...satu2nya orang yang memberi wejangan cinta dan untuk melihat dampak jauh kedepannya...
tidak seperti hari biasanya... tidak seperti tawa saya yang renyah ketika becandaan ibuk tentang orang2 yang diusulkan ibuk.. mungkin karna saya cucu perempuannya yang paling tua, membuat ibuk memberi saya banyak wejangan..walaupun sifat2 saya tak sedewasa adik2 sepupu saya..
hari itu, sekitar seminggu sebelum ibuk pergi, saya masih ingat ketika ibuk kesal dlm obrolan serius kita dan memalingkan mukanya dengan gelengan ketika saya memberi kisaran angka sekitar 25 atau lebih dengan ssenyuman untuk sebuah cinta yang serius..ibuk menjawab dengan gelengan dan kata tidak, lalu memberi sebuah angka yang menurutnya pantas....itu untuk pertama kalinya saya kaget dan terdiam saat ibuk sekesal itu, dan saya nggak ngerti kalau sebenarnya ibuk mau nyampein udah ngerasa nggak lama lagi..dalam benak saya waktu itu, saya masih sangat muda untuk obrolan seserius itu, jujur sbnarnya ada rasa kesal waktu itu... knapa nenek kesal padahal saya baru 20 tahun dan baru akan memasuki 21 tahun saya..knapa nenek memberi angka kecil sedangkan tante saya(anak dari adiknya nenek), yang usianya udah 25 belum mutusin serius, dan satu lagi tante saya yang 6 bulan lebih tua dari saya..tapi wktu itu saya hanya diam dengan kekesalan saya..dan pertama kalinya saya berusaha tersenyum diam, lalu ibuk berdiri dan meninggalkan saja.. kesaaal bercampur sedih bercampur senang dijelaskan tentang agama...
esok harinya, saya beraniin diri lagi kerumah ibuk, yang memang rutinitas harian bersama mama adalah nengok ibu..hari itu saya bersyukur karna ibuk tidak lagi membahas tentang kemaren... ibuk lebih ke wejangan tentang sholat wajib, puasa sunat, sholat dhuha, sholat tahajud, dan mengaji... yaaa hingga diakhir usianya ibuk tidak pernah meninggalkan itu... bahkan ibuk masih sempat melakukan tahajud terakhirnya, dan wudhu' sholat subuhnya, setelah kmudian ibuk pingsan dan pergi..yaaa bahkan hingga hari terakhirnya masih hal itu yg diingatkan ibuk...ibuk yang luar biasa dengan agamanya
untuk merasa terbeban sih nggak...kan saya nggak berani janjiin apa2 hari itu.. cuman nggak yakin sama angka itu... nggak yakin dengan semua sifat lemot saya bisa berubah beberapa tahun kedepan...
apa iya,??? sekian tahun itu masih lama... tapi, apa iya saya harus membuka hati dari hari ini... melihat dengan benar seperti nasehat ibuk..
nenek memang luar biasa... bukan hanya religius, tapi pesonanya luar biasa...tau nggak, nenek saya di usia sekitar 60 tahunan masih ada yang mau lamar loh.. tapi nggak.. nenek orang yang setia... bahkan dia lebih memilih membesarkan sendiri ke 4 orang anaknya ketika suaminya meninggal..padahal wktu itu nenek masih muda...mama pun masih kisaran kls 6 SD..lagi2 nenek luar biasa..
nenek luar biasa dengan pesona mudanya... yang didekati puluhan lelaki, mulai dari sekedar mengganggu sampai pada sebuah lamaran serius... tapi tuhan menjodohkan nenek dengan seorang laki2 hebat..yaaa kakek yang luar biasa...seorang kakek yg diusia 13 tahunannya pingsan di gunung merapi untuk mengibarkan sang merah putih disana, ketika hari merdeka..wanita luar biasa untuk laki2 luar biasa..
pesona nenek mengalahkan pesona mama yang benar didekati pemuda ketika mudanya...dan pesona aku nggak akan bisa ngalahin pesona mereka.. satu hal yang aku bangga dari mereka, meskipun didekati para lelaki, apalagi ibuk, ibuk tak pernah menyebut kedekatannya dengan pacaran, dan mama pun demikian..mama pemalu, namun ibuk bersifat sosial..ibuk mempunyai banyak sekali kenalan lelaki, karna ibuk orang yang sosial, dan dekat dengan mereka dengan obrolan ramah, bahkan dengan surat2 cinta kepadanya.. tapi tetap saja ibuk religius..sejati kepada Tuhannya..saya ingin seperti kalian... yang tidak mengatasnamakan pacar, tapi setia kepada cinta bersama teman hidup yang dititipkan Tuhan..seperti nenek yang dipisahkan hanya maut...
saya nggak yakin akan menua sehebat ibuk... wejangan tentang sholat sunat dari ibuk, sholat wajib aja masih nggak tepat diawal wktu..hmmm ... masa depan saya masih semu..saya hanya berdoa semoga ibuk disana di jaga... dan semoga kelak saya bisa dihebatkan... aamiin



Tidak ada komentar:
Posting Komentar