By.Rizka A.
kulihat kau duduk termenung di ruang itu..
menatap muram pada sebuah layar mungil digenggaman mu..
tak ku lihat lagi tanda pasti keteguhan mu..
oh sudahlah....
mengapa kau begitu haru...
apakah kau tak melihat aku???
suguhi aku dengan secangkir saja..
secangkir saja dari sisa2 yang tersisa...
suguhi aku secangkir kecil saja..
secangkir saja dr yang terakhir yang kau punya...
lagi-lagi hanya secangkir saja..
secangkir hati yang luar biasa..
kenapa kau masih ragu melangkah...
aku tak minta banyak..
cukup secangkir..
hanya secangkir
namun pinta ku..
pastikan itu secangkir terakhir yang kau punya..
hingga tak ada hati lain untuk kau bagi..
cukup cangkir terakhir yang hanya untuk ku..
biar ku teguk sendiri tanpa harus ku bagi..
biar ku teguk sendiri untuk ku nikmati..
secangkir hati sisa yang kunikmati sendiri..
secangkir hati sisa yang penuh syukur..
secangkir hati sisa yang tak cukup untuk di bagi..
secangkir hati yang hanya kau percayakan pada ku
lagi lagi
beri aku secangkir saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar