Kamis, 04 September 2014

HIJAB KU BUKAN HANYA UNTUK KU

 bismillahhirrohmanirrahim...
terlahir sebagai muslim adalah hal yang luar biasa yang sangat harus saya syukuri...disaat jutaan orang kehilangan arah saat belum mendapatkan hidayah, saat jutaan orang dalam keraguan besar menentukan agama, dan saat jutaan orang terlahir dengan bukan muslim, atau mungkin saja menjadi muslim di negara non muslim....saya bersyukur terlahir muslim di negara yang penduduk muslimnya sangat banyak...

 saya beruntung karna setelah saya dilahirkan papa segera mengumandangkan iqomah tepat di telinga saya... membisikkan tentang kebesaran Tuhan, mengajarkan tentang islam kepada saya...saya juga beruntung, saat saya masih menjadi janin, ibu saya membawa saya ikut bersujud bersamanya, bertasbih kepada sang pencipta.. itu luar biasa untuk saya...

sejak saya masih sangat kecil, mama memberikan contoh yang baik..mama memakai jilbab yang dijulurkan, mama tidak memakai pakaian yang ketat apa lagi terbuka..itu contoh yang luar biasa untuk saya... sejak masih anak2, mama membelikan saya jilbab walaupun saya jarang menggunakannya sewaktu masih kecil..tapi mama ataupun papa tidak memaksa saya yang kala itu yang masih usia anak2...mama dan papa membiarkan saya memakai baju2 kesukaan saya, gaun2 kesukaan saya, gaun selutut yang mengembang dibawahnya...yaaa dari kecil saya sangat menyukai baju2 seperti itu...dari kecil saya memang lebih menyukai gaun2 dibanding baju2 dengan stelan celana..tapi saya bukan gadis kecil yang centil dengan gaun2nya....tetap saja saya hanya seorang gadis kecil yang tak banyak bicara namun banyak maunya (karna rizka afdhilla kecil terbiasa berdiam diri di depan televisi, saat kedua orang tuanya harus bekerja, rizka afdhilla kecil dititipkan dengan keluarganya bersama kakaknya)...

seiring berjalannya waktu, saya tumbuh, tumbuh menjadi gadis yang akan memasuki masa remajanya.. selama masa kanak2 saya diberi pengertian tentang kewajiban sholat, tentang menutup aurat, ya walaupun tetap namanya anak2 ya iya iya aja ..sampai ketika saya akan memasuki jenjang smp..saya diterima di sebuah smp favorit didaerah saya.. smp yang mengutamakan nilai2 islamnya... ya sebuah MTs.. disana saya berada dilingkungan dengan guru2 yang menutup aurat, teman2 yang memakai jilbab walau sedang tidak dalam jam pelajaran...saya senang, saya bisa berjilbab tanpa harus terlihat berbeda disana..sejak itu saya merasa nyaman dengan jilbab, dan sejak itu saya berjanji kepada orang tua saya dan kepada nenek saya untuk akan terus berjilbab walaupun tak di suruh... dan mereka mendukung..

tapi, kegundahan terjadi saat saya putusin pindah sekolah, ketempat mama mengajar.. disana saya melihat beragam macam karakter teman..dan jujur, sedikit sekali yang memakai jilbab diluar pakaian seragam sekolahnya.. jilbab saat itu, belum sepopuler hari ini..baju2 yang jadi tren bukan lah baju2 dengan jilbab...jujur, saat itu, saya sempat merasa berbeda.. sempat merasa ragu..sempat mikir, mama aja makai jilbab pas SMA...tapi, saya masih ingat dengan janji yang pernah saya ucapkan, dan sebenarnya saya lebihnyaman dengan jilbab..saya coba untuk tetap dengan keputusan yang saya ambil...lama sekali...lama sekali dan tetap saja jilbab tidak populer... lama sekali dan tetap saja jilbab pakaian anak2 cupu...sampai akhirnya saya mengakhiri masa smp saya... kala itu jilbab masih tidak keren, namun, diantara teman2 telah ada peningkatan yang memakai jilbab, dan sudah mulai di minati..dan saya mulai terbiasa.memasuki masa SMA, semua masih sama dan terbiasa..

tapi, petaka lagi ketika saya memasuki sebuah SMA swasta di kota wisata..yaaa pastinya sangat berbeda dengan kota serambi mekah tempat saya tinggal...tempatnya anak2 yang katanya sih bandel tapi kece... (oh what??)..disana, lagi2 untuk kesekian kali saya ngerasa berbeda.. seorang remaja yang labil dalam proses pencarian jati diri...seringkali saya berfikir, kenapa saya secepat itu berjanji untuk sebuah jilbab..tapi saya hanya nyaman saat keluar rumah ada sebuah kain yang menutupi kepala saya..waktu itu memadukan jeans dan jilbab sudah mulai jadi tren..dan saya tetap dengan kputusan saya yang tanpa disuruh apalagi dipaksa... namun tetap saja saya hanya remaja labil... foto2 tanpa hijab masih biasa..dan saya dan kelabilan saya mengakhiri SMA..

sempat beberapa saat saya memutuskan untuk memasuki dunia perkuliahan... kamu tau apa??? hotpants keren dan tank top lucu menjadi trend antara teman2 apalagi saat mereka di kostan... dan beberapa diantara mereka tidak segan2 dengan hotpants mahal mereka untuk keluar (sumpah hotpants itu mahal)..tapi disini saya tidak lagi ngerasa ingin ikut trend mereka... disini saya udah yang ngerasa kadang (maaf) ngerendahin pakaian semacam itu.. (walaupun mahal)..

tapi, hijab sudah jadi trend...jilbab dengan model2 lucu, warna2 unik, dan sudah banyak sekali yang mempergunakannya... jilbab atau hijab sudah tidak cupu lagi... dan rasanya sangat luarbiasa..

selang beberapa bulan saya mutusin ngakhiri masa kuliah saya(alasannya telah pernah saya ceritakan sebelumnya)..saya ngisi kekosongan hari saya untuk belajar banyak hal.. membaca banyak hal, dan mengerjakan bermacam hal untuk menjauhkan jenuh..

disana saya nemuin banyak hal... saya nemuin kalau hijab adalah cara Tuhan menjaga seorang wanita, cara tuhan melembutkan seorang wanita.. mungkin gadis seksi dengan pakaian mini dengan kulit mulus yang dipamerkan terlihat sangat luar biasa di mata lelaki, hotpants mahal tidak akan sebanding dengan harga sehelai jilbab..tapi hijab jauh sangat lebih mulia...nggak ada kata jilbab in hati, karna jilbab yang diwajibkan adalah kepala

jilbab menjaga saya dari pandangan buruk... dan jilbab bukan hanya menjaga saya... karna jika saya tidak memakai jilbab bukan hanya saya yang menanggung dosa... papa saya, dan 3 saudara laki2 saya akan ikut terseret dalam dosa..

saat papa saya ijab qabul menikahi mama saya, saat tangan papa berjabat dengan wali dari mama, sama saja dengan papa menerima semua dosa yang akan dilakukan istri dan anak2nya kelak..sama saja dengan pemindahan tugas yang awalnya tugas sodara laki2 mama menjadi tugas papa..oleh karena itu sebagai anak mungkin saya nggak bisa ngelakuin banyak hal.. tapi saya akan berjanji dengan hijab saya sebagai bukti sayang saya kepada mereka menjaga mereka dari dosa yang seharusnya milik saya..dan saya juga beruntung memiliki sodara laki2 yang peduli dengan penampilan saya terutama kaka saya..walaupun sering kali kami bertengkar, tapi kakak saya nggak suka kalau saya keluar dengan baju yang tidak sopan, baju yang terlihat (bisa dibilang) menggoda..dia pernah memberi nasehat "kalau pakai baju jangan yang ketat, jangan yang terlihat panggul, walaupun pakai jilbab, diganggu laki2 ntar". saya tersenyum karna ternyata dia yang laki2 saja takut dengan hal itu..dan bahkan ketika dirumah saya memakai celana pendek walaupun selutut dia komentar gini " lain kali kalau beli baju tu celana panjang, nggak sopan keliatannya"..awalnya saya bete, tapi setelah saya pikir dia sangat baik.. yaaa teman2 adik2 saya yang sering kali dirumah, atau teman2nya yang sering kali main kerumah, mungkin akan menyulitkannya untuk menjaga pandangan teman2nya...

oleh sebab itu, saya akan tetap dengan hijab saya... mungkin belum sempurna... mungkin ketika seorang tamu datang kerumah saya masih kelupaan pakai jilbab, atau ketika memakai jilbab baju2 saya masih kurang memenuhi syarat, atau cara berpenampilan saya yang belum seutuhnya benar... namuun, sediki2 saya akan memperbaiki walaupun butuh proses...tapi saya berjanji akan tetap menjaga kesoppanan saya...

buat para cewek yang masih galau dengan hijab, yang masih ragu... jangan takut...apalagi ada yang takut nggak dapat jodoh...*Ampun deh yang itu ngomong... mungkin cew2 seksi akan lebih didekati cowok tapi cew2 seksi tidak akan dijaga lelaki... sejahat2 lelaki dia akan melihat wanita baik bukan.. jikapun sulit, pasti akan ada lelaki yang sangat menghargai dan menjaga hijabmu..ingat laki2 baik untuk wanita baik dan begitu sebaliknya.. yakin saja dengan firman Tuhan, maka tugas mu para wanita hanya menjadi sebaik2nya wanita.. jangan ragu untuk hijab,.. apalagi sekarang hijab udah jadi trend ...memang tak mudah tapi pasti bisa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar