teruntuk jiwa yang aku sebut papa dan mama ku...
aku sedang tak ingin memandang kalian sebagai teman ku, sahabatku, ataupun orang tua....bukan karna aku durhaka..tapi karna bagiku, kalian akan selalu muda dalam benakku (kalian bukanlah orang2 yang tua), karna bagiku, kalian adalah bagian dari diriku (bukan teman bukan sahabat tapi diri)..bagian yang dengan sadar ataupun tidak tapi bergerak sebagai nadiku.. atau seperti organ yang tak bisa aku remehkan keberadaannya, bukan sekedar pelengkap, tapi kalian kebutuhanku..
walaupun kadang rasanya aku terlalu kufur, saat setiap kali kita berbeda paham, kita berbeda kemauan...yaaa marahnya aku marah seperti mu mama, dan kerasnya kepalaku keras seperti mu papa..namun kadang aku memaafkan seperti mu mama dan mengakui dalam doa sepertimu papa.. yaaa karna "kalian adalah bagian dari jiwa ku"... hal yang tak pernah bisa aku pungkiri ... hal yang hingga akhiratpun akan aku saksikan terhadap Yang Maha Kuasa... hal yang membuat aku tidak bisa membenci satupun dari watakku..walaupun seringkali aku menyesali diri dan putus asa, tapi setiap fikiran ku mulai dingin aku sadar, menyesali diri sama saja aku menyakiti kalian...hingga beberapa kali aku berusaha berhenti dan tersenyum kembali..
aku tau usia kalian memang tidak muda lagi, rambut kalian sudah tak seutuhnya hitam lagi, gerak kalian tak secepat dulu lagi, tenaga kalian tak mampu lagi mengangkat ku, dan emosi serta pola fikir kalian akan terus berubah dengan perjalanan kalian menjelajahi waktu...sejauh ini aku masih bangga...sejauh ini aku sangat bersyukur... bangga dengan cara kalian menyesuaikan walaupun tak pernah sama, bangga dengan cara kalian bertahan walaupun seringkali sulit..seutuhnya aku bahagia terlahir sebagai bagian dari kalian..
memiliki mu, rasanya luar biasa.. saat aku merasa tak beharga tak berguna dan ingin menyerah, wajah kalian yang membuatku harus tersenyum...jika semua sulit bagi ku, aku tau lebih sulit lagi bagi kalian..tak pernah bisa membuat kalian bahagia rasanya sudah sangaat menyesal..mungkin setimpal..karna itu aku takut ada sendu diwajah mu saat melihat sendu di wajah ku,..karna itu, karna itu aku selalu ingin baik2 saja...
ribuan kata maaf mungkin masih kurang bagi mu...tapi hanya itu..hanya kata itu... maaf untuk tidak utuhnya harapan kalian terhadapku..aku yang dulu bersinar seperti bintang, lalu membiarkan kalian menggantung harapan kalian disetiap sudutnya..tapi ternyata itu palsu..aku bukan bintang...mungkin hanya bagian benda langit yang sempat terbias cahaya bintang..aku menyesal untuk sempat mengecewakan..sering kali aku bertanya kenapa...dan aku tak pernah tau alasan Tuhan memberikan skenario2 ekstrim dihidupku... tapi tenang... aku akan terus berusaha memelihara fikiran positif ku agar mampu mengumpulkan puzzel2 untuk menjawab tekateki itu..
terima kasih telah menerimaku, membiarkanku bersamamu, dan menjaga ku...walau sering kali aku menyusahkan, walau aku tak pernah menguntungkan, tapi aku tau hati kalian murni dan iklas...
terima kasih...terima kasih....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar