jatuh cinta....
menurutmu, selama kekosongan hati apa saya pernah merasakan jatuh cinta??
hmmm saya masih normal kawan...merasakan ketertarikan, merasakan berbunga2, merasakan sekedar suka, sekedar naksir, bahkan benar2 menyukai... tapi hati tetap saja hanya hati...dalam kelabilan, kadang2 merasa patah, kadang merasa remuk, kadang hilang begitu saja... kadang berfikir kenapa, tapi selalu sadar ada yang Maha membolak balik hati...yang mengajari hati, yang melatih hati, agar hati ini tidak terlalu kaku..tapi ingat lah untuk tetap pecaya pada firmannya :
”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan
laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan
wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang
dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh
itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” Qs An nur :26
hmmm look!! indah sekali bukan?? Indah sekali cara Allah menyusun kata2nya, yang dirangkai sebagai janji kepada umatnya.. lalu kita sebagai wanita hanya dituntut untuk menjadi wanita baik agar dipantaskan untuk lelaki baik... jika suatu hari kalian para wanita jatuh cinta, tapi Allah menbatalkannya, jangan pernah menyesali, mengejar dia yang menjauh, atau terus menerus mempertanyakan...mungkin saja Allah ingin menyampaikan sesuatu yang tidak baik, atau mungkin saja Allah masih ingin kamu memperbaiki diri..Allah itu adil, maha adil..jangan pernah meragukannya..wanita muslim tidak dilarang untuk jatuh cinta, tapi banyak sekali aturan yang sebenarnya diperuntukan untuk menjaga kodrat kita sebagai wanita..
dan sejak saya mengerti, hal itulah yang membuat saya hanya diam dan berdoa saat saya merasakan cinta, saya tidak mengejar, atau menyatakan...mungkin hanya memperlihatkan sikap terkias kalau saya menyukai..walaupun sering kali tak dimengerti... :D ..saya yakin jika saya dicintai karena Allah, saya akan didekatkan dan dipertahankan karena Allah...jika seseorang berhenti dan menjauh, mungkin dibenak saya akan banyak pertanyaan tapi saya akan membiarkan, karna yang saya tau Allah selalu emberikan yang terbaik..Allah menciptakan saya sebagai wanita dan saya akan bertindak sebagai wanita
kadang saya heran dengan beberapa orang wanita...yang mengatas namakan emansipasi wanita untuk menyatakan cinta...yang mengatasnamakan perjuangan RA. kartini saat tiap kali jatuh cinta... apa iya hal yang seperti itu yang diperjuangkan ?? hey... bukan emansipasi yang seperti itu ...wanita tetap saja wanita... yang dalam agamapun wanita dijaga... dan kartinipun tidak memperjuangkan hal seperti itu...apa kalian pernah membaca kutipan surat RA kartini..apa kalian pernah mau tau tentang sejarah nya...jangan cuman jadiin emansipasi sebagai alibi padahal nggak tau latar belakangnya...kita nggak bisa mendefinisikan sesuatu hanya dari hal2 yang banyak orang sampaikan..
ini satu dari kutipan surat kartini:
“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak
wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu
menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan
pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap
melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke
dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.
nah loh...disini kita bisa lihat...ibu kartini nggak pernah memperjuangkan persamaan gender, tidak memperjuangkan disamakan kedudukannya dengan lelaki...tidak memperjuangkan wanita bersikap sama dengan lelaki...tidak memperjuangkan agar wanita bisa menyatakan cinta seperti lelaki...tapi dia memperjuangkan agar wanita2 indonesia berpendidikan, agar menjadi wanita yang hebat, yang cerdas, yang kritis pemikirannya, agar tidak dibodohi, tidak diperbudak, dan karna wanita adalah pendidik bagi anak2nya, wanita adalah pembentuk karakter yang luarbiasa, kodrat wanita adalah seorang ibu, kodratnya adalah seorang istri yg menyokong suami...ibu kartini sangat menyadari tentang kodrat lelaki sebagai pemimpin, karna itu dia menuliskan bahwa dia tak pernah menginginkan wanita sebagai saingan lelaki... lalu kenapa emansipasi disalah artikan???lalu kenapa emansipasi dijadikan alasan saat menyatakan cinta...?? jika itu cinta bisakah memberi alasan selain emansipasi???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar