Kamis, 03 September 2015

INI SEDIH, SERU ATAU MISTIS (PART 1)

akhir2 ini hidup saya merasa sangat kaku...sebelumnya lumayan kaku siii...sekarang, yaaa lebih kaku dari sebelumnya... mungkin itu bagian dari bentuk protes jiwa, pemberontakan hati terhadap banyak hal yang dirasa harus dibebaskan... terhadap banyaknya ketidak jujuran terhadap diri.... saya lebih banyak diam, menjawab seadanya, diam saja dikamar, emosi yang sering berubah2, dengan musik aliran antah berantah, sesekali mendengar sedikit kebisingan diluar kamar... merasa benar2 rusak...rusak parah...

yang biasanya saya masih bisa tampil dengan senyuman manis, yang biasanya saya bisa terlihat baik2 saja, tapi akhir2 ini seperti ada pembuluh darah yang menyempit di dada...membuat saya tampil dengan diam dan wajah kaku...tidak seperti marah, tidak seperti sedih, ataupun bahagia.. saya merasa hidup bukan sebagai saya... atau saya merasa sebagai mayat hidup... marah??? saya tak punya alasan untuk marah...saya tidak tau kepada siapa harus marah.... dan saya tidak ahli di bidang marah... saya hanya akan memilih menangis dan terdiam... kadang hanya sekedar merasa tidak adil, kadang merasa seperti dilupakan, kadang merasa jenuh, dan seringkali saya merasa terlalu tenaaaang...yup tenang.... sangaaaat tenang...terlalu tenaaang... dan saya sadar ini bukan tenang...sering kali saya sendirian, saya kehilangan mereka...
yaaaa hal yang saya benci....
sendiri...ditinggal... dan sepiii...
saya rindu kebisingan, saya rindu menantang adrenalin,saya rindu keramaian, rindu matahari...batin saya tidak tertekan tapi fikiran saya pengap...saya butuh oksigen...

ini bukan lagi tentang cinta, ini bukan lagi tentang alasan menyukai musik dengan bunyi bising...
Ingin sekali bercerita tapi nggak tau sama siap, ingin sekali mengeluh tapi takut dijauhi, ingin sekali didengar, dimengerti, atau sekedar ingin mendengar kata sabarlah..seperti tak punya tempat..oke saya punya sahabat2 hanya saja saya tak bisa merepotkan mereka...semester 7 adalah semester yang buat mereka nggak punya waktu bernafas tenang...
hingga saya mencoba jujur kepada seseorang...dia yang mengajari arti jujur, arti tidak peduli, dan arti menikmati ...dia seperti ibu...dan selalu saya panggil "mandeh"..

walaupun saya bercerita dalam senyuman, setidaknya dia mengerti senyuman mana yang menyakitkan, senyuman mana yang saya usahakan...dia membalas dengan senyuman, dan tidak menanya apa2... dan saya benar tidak ingin menangis....

kita akhirnya mutusin buat jalan... nggak tau tujuan kemana yang penting kita ketemu dulu...yaaa nyaris 3 tahun kita nggak ketemu, dan 3 tahun yang lalu kita ngelakuin kegilaan yang ingin sekali diulang..dia terlihat lebih kurus, dan semakin manis..setidaknya hari ini hidupnya manis dengan pasangan hidupnya.. haaaah *jangan tanya kapan nyusul..ini cerita alurnya masih sedih #GUBRAK
ini beberapa bntuk kegilaan kita diwahana anak2 tercatat 3juli2012...hahaha



well...saya putusin buat nyari angin...sebenarnya kita jalan nggak tau arah...saya yang notabennya tukang nyasar yaaa nggak tau apa2...tetap saja kota bukittinggi tempat kelahiran saya masih terasa memusingkan..pasar yang sedang dipadati dengan bazar membuat kami sebagai wanita pangling... jalan sana jalan sini... *keramaian, kebisingan...haaaa benar2 saya rindukan... tapi berjalan tanpa arah rasanya membingungkan...kembali ke wahana anak2 rasanya cukup memalukan untuk kepala "2"..sampai akhirnya kita berfikir tentang "adanya adrenalin yang harus dilepaskan"...huuuft...saya tak punya pilihan lain...akhirnya kita mutusin wisata ke "rumah bung hatta"...aura mistis rasanya memacu adrenalin...sepanjang jalan saya dicekokin cerita mistis yang bikin saya merinding sambil jalan...gambaran2 nya udah ke cium...haaaah yakin nggak yakin dan kita jalanin...
benar saja.... detak jantung rasanya berirama tak tentu....udara dingin terasa saat memasuki rumah... dan kami tetap mencoba tersenyum...dan hebatnya pengunjungnya hanya kami berdua...berdua saja..dan kami perempuan...
oke beberapa foto kita ambil diruang tamu...doa tak hentinya dalam hati...dan kemudian kekamar..dan dia ninggalin saya unt ambil foto diluar...jangan kira itu menyenangkan...punggung saya benar2 dingin... dan benar saja saat bergantian, dia nggak mau masuk kamar gara2 lihat cahaya putih bergerak dikamar...allahualaam..

ini foto kita berdua di luar..kami ketakutaaan sebenarnya sodara2...
dan ini tempat paling nyeramin... lantai 2.ini di tangganya...jangan heran kalau wajah saya tegang banget... o iya nggak semua gambar saya tampilkan..tapi disini ada ceritanya.... pas naik ke lantai 2 rasanya setengah hati...tapi seperti penasaran...jadi di kuat2in naik..eh kami berdua lupa kalau tas sama dompet kami tarok di pintu..soalnya pengunjungnya cuman kami...benar saja baru nyampe lantai 2 auranya mendaddak panas...seperti sulit sekali bernafas..rasanya seperti kami nggak boleh... setelah melihat dari kejauhan kami batalkan untuk masuk...dan yang kami mau hanya turun.. benar saja pas turus kami memergokin seseorang yang kaget berada disekitar tas kami lalu pergi...dan tadaaa dompet teman saya hilang,,,kami seperti udah tau pelakunya tapi takut kalau2 kami di mutilasi... terus dengan berusaha tenang kami putuskan untuk keluar pura2 nyari...dan tadaa sebuah dompet ditemukan di teras tepat didekat orang yang tadi... rasanya takut setengah mati....mau pulang aja...tapi kami nggak mau nunjukin rasa kecurigaan kami...setelah periksa masih utuh tapi dengan duit berantakan...kami lanjutin foto biar kami nggak jadi perhatian..rasanya bersyukur semua baik..

ini foto2 setelahnya...jangan abaikan bakiat yang kami sebut "tangkelek".. soalnya emang di sediain

setelah itu kami putusin untuk pergi dan rasanya legaaaa...lega sekali..lega karna kami tak menanyakan dan tak dimutilasi..
...........to be continued.........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar