Kamis, 01 Maret 2018

SAYA PEREMPUANNYA



Iya, dia orangnya...
Seseorang yang saya pikir tidak akan menggores luka karna dia mengerti betapa sakitnya luka... saya kecewa, penuh kutukan, serapah, makian yang berkali2 saya sadar akan menyakiti diri saya sendiri..
Dari awal saya sadar...dia orangnya... dengan benda tajam ditangannya, yang sewaktu2 bisa melukai...

Kau tau...katamu, kamu ingin bersikap ada saat dia(yang pernah kau sebut kasih) dilukai oleh kekasihnya,  Kamu ceritakan BETAPA BUSUKNYA kekasihnya saat mendua yang kemudian mengukir luka direlung hatinya(kekasih lamamu)...sadarkah yang kau lakukan apa?? Bersikap ada untuknya(kekasih lamamu) sedangkan aku tengah berada disisi mu kala itu, dan kau menduakan hatimu, dan mengukir luka direlungku???
LALU APA BEDANYA KAMU DENGAN PRIA ITU?? Seseorang yang kau pikir jahat??? Seseorang yang kau pikir busuk??? Seseorang yang kau maki dihatimu dengan segala kekejamannya membuat seorang wanita lemah menangis??

KAU LIHAT AKU???
KAU MENGINGAT AKU???
SADARKAH AKU ADALAH BAGIAN DARI WANITA YANG MENANGIS KARNAMU??
Sadarkah aku dengan tangisan harus berupaya terlihat baik dihadapan keluargaku,seolah tak terjadi apa2, seolah aku baik2 saja...sadarkah bagaimana aku memakai topeng hari itu hanya dalam hitungan detik?? Aku menghadapinya sendiri, dan katanya kau tak tega melihatnya sendiri ....
Hey ...maka tamu tak akan masuk tanpa kau bukakan pintu...
Kau berharap dia kembali kesisimu, dengan seribu harapan dia melepas kekasihnya, dan kau lepas kekasihmu agar kau bersiap saat dia kembali....hah lucu....

Tak perlu kau salahkan jarak, kondisi, usia, ataupun airmataku....jauh atau dekat toh semua ditentukan prasaan...

Hey...saya perempuannya... yang penuh serapah dan pertanyaan mengapa??
Tapi yang saya bisa lakukan apa???hanya tertunduk...iya...saya hanya tertunduk bisu menyadari betapa hidup belum berpihak kepada saya...sesekali saya mengutuk diri, dengan semua kebodohan saya..
Hari itu...dihari ulang tahun ku, kau sembunyikan namanya, hari itu saat menelfon via gambar kau sering kali melihat jendela mengarah pada rumahnya, ada sesuatu yg dicari dan aku diam saja, dan hari itu saat aku bertanya sedang chat dengan siapa...
Kamu katakan semua hal yang kau tak suka dan kau abaikan yang ku tak suka... ku simpan masa lalu ku sebaik2nya, ku tutup nama pionir2 hitam putihku, hingga tak satupun nama masalaluku yang bergema ditelingamu, dan itu caraku menjaga hatimu...ku terima masalalu mu, dengan semua nama yg beberapa kali kau bisikkan dan mengusikku, hanya berharap kisah yg akan utuh ...oh boy, its not fair to me...

Saya perempuannya....
Yang menilai mu tidak hanya tersurat tapi tersirat...saya perempuanmu yang tidak sekedar kata, tapi intonasi rasa, dan saya perempuannya yang melihat bukan sekedar gerak tapi mimik dan bahasa tubuh..dan saya tau beberapa kali saya kehilangan...

Hey kamu...
Untuk semua dengunganku padamu, aku tak akan menghitamkan hatiku dengan membencimu...aku tau, dan aku mempercayainya...saat kau bercerita tentang prasaanmu kepada ku..tentang semua rasa indah yang kau katakan semua masih sama... hanya saja dari awal sudah kujelaskan, aku bukan pilihan...jika aku adalah pilihan dan bukan tujuan bagimu, aku iklas kau dengan pilihanmu yang lain, aku tak akan mempersulitmu memilih..aku tak akan mengusik...
Bagaimanapun, aku sadar hatimu, milikNya, dan saat Dia membolak balik hatimu itu kuasanyanya, tapi saat menentukan sikap, itu kuasamu membentuknya..aku tak bisa memaksa rasa...aku mengiklaskanmu dan menyerahkan semuanya kepada Nya..
Karna aku sadar Tulusku cukup berurusan denganNya...dan cinta yang abadi hanya cintaNya..
Aku akan sibuk memperbaiki diriku agar rabb ku memaafkan aku...

Kamu....pulanglah kerumah yang benar2 kau yakini, dan kosongkan rumahmu jika siap untuk dihuni..
Dan aku, aku akan tetap menjadi rumah yang ntah untuk siapa...tapi aku yakin, jika takdirku akan pulang kepada ku... ntah dengan takdir yang seperti apa...

Kau tetap akan masih sama...temanku, sahabatku...
Berceritalah jika kau rasa sesak, berbagilah jika kau anggap sulit...
Dengan sejuta serapahku, bukan aku membencimu, tapi lebih dari itu yang aku yakin kau mengerti tanpa ku menjelaskan rasaku, aku peduli, agar kau tak mengulanginya, kepada siapapun ...
Jika aku terasa kejam bagi mu bisa kau maki aku dengan semua kutukan mu...jika ingin kau ingin membencikupun, silahkan hapus aku dari memori mu...
Dan...maafkan aku, yang entah untuk apa aku rasa perlu mengatakannya..
aku akan selalu mendoakan semua hal yang terbaik bagimu..


4 komentar:

  1. Terus lelakinya mana?

    Apa kabar Ilha, sehat?
    Tentunya sehat dong !
    Alhamdulillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey ose....lama tak muncul...
      Lelakinya yang mana nih
      ...

      Kabar alhamdulillah sehat..cuman agak gemukan...hahaha

      Ose kmana??

      Hapus
  2. Lelaki di dalam tulisan kamu ... hee ..

    Syukurlah kalau Ilha baik-baik saja. Gpp gemukan yang penting gak kehilangan rasa nyaman dan kebahagiaan.

    Ose gak ke mana-mana cuma lagi males online aja. Lebih sering menghabiskan waktu dengan nonton tv, terkadang ada waktu-waktunya ose bosen dengan aktivitas hp dan medsos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm...lelakinya insyaa allah ilha iklasin ose... Kami ga musuhan...alhamdulillahnya. Satu2nya hal yg ga bisa ilha perjuangin ya perasaan..gpp ose..dua akan memperjuangin yg dia sayang, dan mngkin memang ga condong ke ilha ose..😂mgkn ilha masih harus perbaiki diri dulu ose...gpp

      Hapus