Jumat, 27 Januari 2017

BEBERAPA ORANG HARUS MENGOREKSI PERASAANNYA



Yang pasti, perasaan itu mulai tak terdeteksi. Percaya atau tidak, perlahan dia akan membunuh. Hmmm, kau hanya harus mengakhiri, berhenti bermain-main, berhenti membiarkan kehangatan membuat luka bakar.. hangat bisa saja menjadi panas..

Yaaa...anggaplah itu sebagai suatu upaya prefentif, suatu tindakan penyelamatan diri, dari pembunuhan yang sangat halus. Pembunuhan yang mengalahkan metode sianida, atau penyekapan berujung kehabisan oksigen disebuah kamar mandi.. misal lah ini seperti virus, perlahan dia masuk, berkembang biak, lalu menyebar, menguasai tubuhmu, merusak syarafmu, lalu yang tersisa hanya kamu yang berakhir dengan ketidak berdayaan...setidaknya seperti itu kehadiran beberapa orang digambarkan...

Hebatnya,  pada umumnya mereka mengatasnamakan kampret yang dinamai “cinta”..yaaa cinta,,,hal yang membuat jutaan orang merasakan porak poranda, meratapi takdir, atau mendustai diri..cinta, lebih sering tergambar kejam... ada kelompok yang berujung penghianatan, ada kelompok yang berujung kekecewaan, ada kelompok yang berujung  kebencian..tapi bukan berarti tidak ada yang hidup tumbuh membahagia...

Konyolnya, ada orang yang dipertemukan satu sama lain dengan perasaan diantara mereka, tapi tak pernah siap untuk saling memiliki. Tak pernah siap untuk saling memiliki, tapi mereka takut dihantui akan bayangan tentang kehilangan datang, mereka tersenyum sumringah saat bertukar kabar...selalu ada rona bahagia disana..

Tapi pernah nggak sih kamu berfikir ulang... ada kode alam disana..saat perasaan “tak siap” hadir, mungkin yang harus mereka lakukan, hanya memulai untuk berhenti.. sebelum mereka benar-benar terperangkap, sebelum mereka benar-benar tak bisa lepas, pada sesuatu yang disebut “terlanjur ada”.. terlanjur nyaman... terlanjur bersama,,

Ntahlah...
Mungkin berfikir ulang atau membicarakannya kembali tidak buruk..apa benar kampret yang disebut “cinta” itu adalah penyebabnya...atau mereka hanya terjebak oleh rasa “candu”... ya perasaan candu untuk tetap bersikap terlanjur  ada, tapi tak pernah berfikir untuk bersama..yaaap.. beberapa orang harus kembali mengoreksi, untuk alasan mengapa mereka takut sekali kehilangan.

Cinta itu siap memiliki, siap mempertaruhkan seutuhnya, dia takut sekali kehilangan, maka dari itu mereka ingin bersama..mereka menjaga dan memberi kabar..

Lucu memang... tapi seperti itulah permainan takdir.beberapa orang dihadirkan Tuhan untuk mengisi hati, tapi tidak direstui mengisi hidup..
TAKDIR...
Sering kali saya memikirkannya.setidaknya saya selalu menyimpan asa kepadanya..yaaa sebutlah harapan sederhana...berharap, “jika saya tidak pernah bisa mengubahnya, saya berharap bisa menyelesaikannya hingga akhir” ..
Haaaah... menyelesaikan tanpa kutukan, makian, apalagi tangisan menyerah.

4 komentar:

  1. C
    I
    N
    T
    A

    Pernahkah kau merasa hatimu sunyi ...

    Selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk cinta, namun cinta belum jua memberikan, apa yang telah diimpikan, meski keinginan tak pernah mengharapkan yang terbaik.

    Pernahkah kau merasa hatimu hampa ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesekali...mungkin juga sering..
      Tapi katakanlah..
      Pernah...
      But, terlalu sia2 unt menghampa..ada Tuhankan..
      Manusia biasa ttp saja manusia biasa..
      Manusiawi jika merasa sunyi..
      Tapi, menyedih-nyedihkan diri bukan cara..

      Hapus
  2. Saya tak bisa menyedih-nyedihkan diri. Ajarin dong bagaimana caranya?

    Kalau hati saya lagi sedih, ya sedih aja, karena saya tak bisa merubah perasaan sedih menjadi senang, begitu pula sebaliknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih itu manusiawi ose...menyedih2kan diri itu belarut2... Membiarkan diri melihat satu ksedihan padahal banyak hal yang pantas di bahagiakan...

      Kalau sedih ya tulisan ilha sedih..kalau snang ya senang..tapi ilha blajar dr pengalaman..membiarkan ksedihan sama aja bnuh diri..
      Jd ya hduplah dihari ini...

      Hapus