Aku...
Aku bukanlah seorang dengan tombak ditangannya...
Apalagi untuk memegang senapan yang memekakkan telinga
Dan juga bukan seorang prajuit yang terdepan untuk
bangsanya,
Bukan... itu bukan aku...
Aku,
Aku hanyalah seorang gadis yang tengah mendewasa,
Tidak membanggakan, tidak bergelar apalagi berpangkat
dibajunya,
Hanya seorang gadis yang seringkali remuk hatinya,
Melihat seorang ibu yang meringis dalam sujudnya,
Negri ini katanya nirwana,
Tempatnya pemuda pemudi merekahkan senyumannya,
Hidup damai bagaikan malaikat dan peri..
Tapi...
Malaikat apa yang membiarkan seorang lelaki tua,
Tersungkur lemah dihadapannya.
Peri apa yang membiarkan wanita lanjut usia,
Mengais pilu dihadapannya.
Ntah mendapat naluri dari mana,
Jiwa muda tumbuh liar dan buas,
Seakan pekak melihat lingkungan dihadapannya.
Pendidikan,gelar, jabatan maupun pangkat,
Seakan hanya menjadi alat diatas kertas,
Agar mereka bisa mengencangkan dasinya,
Atau bersolek memoles bedak di pipinya,
Tapi seakan banyak jiwa yang buta nalurinya..
Jiwa muda yang katanya nasionalisme,
Dengan bangga mengangkat tangan,
Bersikap hormat menatap bendera,
Tapi banyak yang luntur menghormati sesamanya..
Kepada jiwa muda yang katanya memperingati kebangkitan,
Jiwa mana yang harus kau bangkitkan??
Jiwa apa yang seharusnya kau tanam dan kau pupuk..?
Salam dariku
Satu dari jutaan pemudi,
Yang melihat gamang kotornya negri ini.
by. Rizka Afdhilla

Tidak ada komentar:
Posting Komentar