Waktu itu saya sempat berfikir, kalau hidup adalah tamparan
paling menyakitkan yang pernah di paksa Tuhan untuk menerimanya. Tamparan, yang
tidak memberi saya kesempatan untuk mengelak bahkan walau hanya selangkah
saja...
Waktu itu, saya pernah melihat hidup sebagai pandangan
terumit yang memusingkan. Yang berhasil mematikan logika dari pakar2 ternama,
atau sukses menenggelamkan pandangan motivator2 pilihan,,Bahkan lebih rumit
dari tulisan dokter rudi indrawan yang menangani saya .. *hey apa kabar dokter
rudi??
Sering kali saya menangis, memekikan kepedihan saya dari
hati kepada langit, menyesali kehidupan yang saya terima, menangis tertunduk
seakan2 saya adalah makhluk paling teraniaya....
Tapi apapun itu, pada akhirnya saya sadar, semua yang saya
fikirkan tidaklah seutuhnya benar.. mungkin benar hidup ini memiliki
kepahitan2nya, hanya saja ada moment2 dimana saya harus menyadari kalau hidup
itu berharga..
Hmmm, walaupun saya tak yakin seutuhnya namun ada
harapan-harapan sederhana yang mengokohkan... sesederhana aamiin diakhir
alfatihah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar