by Rizka.A
pernah suatu pagi aku duduk terpaku,
diam, membisu, seperti sesuatu membius sistim syarafku
angin dingin yang menusuk pori,
seolah tak tertembus terhalang oleh sinar jingga sang mentari
rasanya sakit...sakit sekali...
saat melihat semua tapi masih terbius total
seperti mendengar, seperti merasa, seperti mimpi...
ntah sadar ntah tidak
bahkan berfikir sedang bermain dengan bonus indra
lalu...
sesosok bayang seperti terlintas
cepat sekali, seperti kilat yang tak sempat kuabadikan..
entah kenapa
saat otak besarku menjalankan funsinya sebagai alat berfikir,
dia meyakini itu sebagai kamu..
namun...
otak kecilku bagai tak mau menerima impuls..
rusak??? mungkin saja...
seperti ada kerusakan yang mengganggu alat keseimbanganku..
rasanya melebihi pincang...
terjatuh tertatih dan aku termaram
ingin sekali aku mendekati setiap inci bayanganmu
yang masih kuyakini sebagai kamu yang saat ini menggetar nadi ku
rasanya aku sangat mengenalmu meski hanya bayang hitam mu..
rasanya aku sangat mengenalmu walau hanya gerigi digigimu..
ntah ini indah ntah ini menyakitkan...
mungkin aku hanya bagian dari seringnya kekecewaan yang menemui takutnya
hingga aku tak mampu menyelidik bayang mu
maka...
berbaliklah
berbaliklah
berbaliklah...
dan pergi secepat kilat seperti biasa..

Waduh bingung mau koment apa, yang penting jangan sampai lupa makan andai ilha memutuskan untuk melajutkan penyelidikan kembali ... hehee ...
BalasHapusLah apa hubungannya sama makan ose....??
HapusOse kayak nggak pernah ngerasain aja ..hahaha