Rabu, 04 Maret 2015

PESAN DARI AWAN KEPADA ANGIN

BY: R.A
kepada mu angin yang menghembusku..
aku tidak lebih dari seonggok awan 
awan putih yang bernaung sejenak dibawah biru langit.

tapi angin...
aku tau, 
keberadaan ku adalah batas antara kau dan langit..
dan aku juga tau,
engkau butuh langit...

angin...
seringkali engkau menghembus ku, mendorong ku..
sering kali aku berbenturan dengan awan putih yang lain..
dan sering kali hembusan mu membuat aku menjadi hitam..
ntah itu di mata mereka atau di mata langit..
lalu aku bisa apa??
sejatinya aku hanya seonggok awan dari butiran air ..
saat aku telah hitam dipenglihatan mereka, 
aku hanya bisa luruh dalam butiran air..
jatuh dari ketinggian dan mengalir serendahnya..
setelah itu kamu bebas mendekati langit.

air yang hanya bisa sabar..
mengalir bila rendah, dan tergenang di suatu tempat..
lihat lah angin..
takdirku hanya mengalir, ntah itu dihalangi batu, tanah, atau di bendung..
aku hanya bisa mengikuti ..

tapi ...
panas menguapkan ku, dan mengangkatku..
aku kembali menjadi seonggok awan putih yang bernaung dibawah langit
apa langit menerima ku??
yaaa ...
langit masih menerima ku tak peduli aku putih atau hitam..
tak peduli dari tempat serendah apa aku..
dan kamu tau..
itulah mengapa aku sangat menyukai langit..
mungkin bukan langit yang sama saat kau mendorong aku
mungkin langit yang lainnya..
dan itu lah mengapa aku tak pernah membenci langit.
 
dan saat aku bernaung di bawah suatu langit..
itu lah takdir...
dan saat aku harus luruh kembali menjadi butiran air,
itu lah saat dimana aku harus menemukan langit yang baru..
dan aku akan melewati proses itu..

angin..
aku tak membencimu..
terima kasih karna kau membuat aku belajar banyak hal..
membuat aku mengerti proses..
dan membuat aku terus melanjutkan..

angin..
aku tak kan menyerah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar