Senin, 17 Desember 2012

HELPLESS(TIDAK BERDAYA) DAN STERILE(HAMPA)

"MANUSIA SECARA SENDIRI ADALAH HELPLESS (TIDAK BERDAYA) DAN STERILE (HAMPA)"

kata2 ini adalah kata2 yang saya dengar dari seorang dosen saya.setidaknya kata2 ini yang mewakili diri saya saat ini,. tidak berdaya, hampa dan saya merasa sendiri. mungkin saya tidak dalam keadaan benar2 sendiri. tapi saya merasa sendiri di kehampaan hidup saya.

saat saya merasa hidup saya tak memiliki arah, saat saya merasa benar2 belum bermanfaat, saat saya di galaukan oleh masa depan saya. terbelenggu oleh suatu keadaan dimana saya memiliki rasa kecemasan yang berlebihan itu adalah hal terburuk di kehidupan saya. saat saya memiliki impian untuk kelak menjadi seorang bidan, untuk membuat diri saya bermanfaat bagi orang lain, tapi harus di hadang oleh kenyataan bahwa saya memiliki jiwa yang lemah dan dimainkan oleh hidup. saya tak akan pernah tau kelak saya akan diposisi yang bagaimana.

jika seseorang bertanya akan cita2 saya, mungkin saya sejenak akan menekan tombol pause kehidupan saya untuk sejenak berfikir. dan saya menemui cita2 sejati saya cuma satu .. "INGIN MERASAKAN KEDAMAIAN HIDUP"... ya hanya itu....saya hanya ingin kelak saya dapat merasakan ketika subuh saya bersemangat, menanti terbitnya matahari dengan seenyuman, menghirup jernihnya udara pagi, bisa tersenyum menikmati hidup, merasakan hangat dan indahnya mentari, bersama orang2 yang ada untuk saya, hingga matahari terbenam yang mengharuskan saya beristirahat. (cita2 yang aneh)

jika sekarang seseorang menanyakan bagaimana saya menikmati hidup sekarang, saya akan menjawab " saya berharap matahari segera terbenam dan tak terbit lagi."...huft.... 
jujur saya tak suka matahari terbit, saya tak suka cerahnya pagi, saya tak suka hangatnya mentari..
karna setiap terbitnya mentari adalah beban bagi saya, mimpi buruk...

saya nggak pernah mengerti bagaimana seseorang mampu menjalani hidup dengan selayaknya.saya benar2 iri, dan kadang menyesal menjadi diri sendiri. mereka selalu mengajari saya untuk optimis dikehidupan, mereka selalu mengajari saya untuk tidak mengatakan kata2 yang mengandung ke pesimisan seperti ini. tapi saya tak pernah merasa hidup di kehidupan saya...saya selalu merasa saya bukan di dunia saya

saat saya hidup berdasarkan kepada pemikiran orang banyak, saat saya hidup berdasarkan cita2, impian, tapi saya selalu bukan di dunia saya.... apa ada manusia lain yang seperti saya??? apa saya layak hidup??? apa saya pantas dikatakan manusia..?? saya benar2 tak berdaya dan hampa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar